Kabarlamongan.com: Lamongan- Walaupun tembakau merupakan komoditi yang kontroversial karena
dampaknya terhadap kesehatan, namun manfaat ekonominya sangat tinggi
terhadap tambahan keuangan daerah. Di kabupaten Lamongan, bidang ini
mampu menyerap hingga 4.481 tenaga kerja.
Pernyataan itu disampaikan Kasubbag Sumber Daya Alam Bagian
Perekonomian Setda Kabupaten Lamongan, Hertin Kusumaningtyas, dalam
acara Sosialisasi dan Asistensi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di
Hotel Grand Mahkota, Kamis (06/12/2012).
“Pada tahun 2012 produksi tembakau di Lamongan mencapai 13.703,85
ton. Sementara keberadaan 40 perusahaan pabrik rokok bukan hanya
memberikan kontribusi perekonomian. Tapi juga telah menyerap tenaga
kerja sebanyak 4.481 jiwa,” jelasnya.
Acara yang bertujuan mensosialiasasikan peraturan Gubernur No. 6
tahun 2012 tentang pedoman umum penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai
Tembakau (DBHCT) di Jawa Timur tersebut diikuti oleh 45 orang peserta.
Kegiatan itu juga dihadiri Ketua Asosiasi Pengusaha Tembakau
Indonesia (APTI) Jawa Timur Amin Subarkah dan Perwakilan dari Biro
Administrasi Perekonomian Provinsi Jawa Timur Shofiatus Solikah.
Asisten Ekonomi Pembangunan Lamongan Lestariyono mengungkapkan, bahwa
di tahun 2013, dana bagi hasil dialokasikan untuk perencanaan program.
Terutama untuk mendukung baik infra maupun suprastruktur pertanian.
“Kebanyakan langsung menyentuh para petani tembakau. Termasuk di
dalamnya pompai air, sumur bor dan perajangan tembakau,” demikian
ungkapnya.
Dam disisi lain, Amin Subarkah memberikan materi tentang peranan APTI
dalam menyikapi pasar tembakau tahun 2012. Menurutnya, dalam
perkembangan industri hasil tembakau untuk menghasilkan produk yang
sesuai dengan permintaan konsumen maupun antisipasi isu rokok dan
kesehatan, maka dituntut adanya penyesuaian permintaan akan jenis,
spesifikasi mutu dan karakter tembakau.(lensaindo)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami