Iklan

Iklan
Advertorial
News Update :

Lamongan Online

More on this category »

Politik

More on this category »

Teknologi

More on this category »
Tampilkan postingan dengan label Koran Jatim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Koran Jatim. Tampilkan semua postingan

Benarkah Kutukan Lembu Sura Terbukti di Kelud Saat Ini?

Sabtu, 15 Februari 2014

Benarkah Kutukan Lembu Sura Terbukti di Kelud Saat Ini?

Yoh, Kediri mbesuk bakal pethuk piwalesku sing makaping-kaping, yaiku Kediri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, lan Tulungagung dadi kedung” ~Lembu Sura~
Kabarlamongan.com : Kediri – Kalimat di atas adalah “sepatan” alias kutukan yang diucapkan Lembu Sura, tokoh legenda yang mewarnai sejarah Kabupaten Kediri di Jawa Timur. Juga, sejarah kerajaan Majapahit.
Ada beragam versi soal Lembu Sura yang berakhir dengan kutukan dan menjadi sejarah lisan kehadiran Gunung Kelud ini. Meski demikian, semua bertutur tentang cara seorang perempuan cantik menolak lamaran Lembu Sura.
Satu versi, adalah cerita dengan perempuan cantik Dewi Kilisuci yang adalah anak Jenggolo Manik. Versi lain, ini adalah kisah tentang Dyah Ayu Pusparani, putri dari Raja Brawijaya, penguasa tahta Majapahit. Ada versi-versi lain tetapi inti cerita sama.
Kisah ini bermula dari kecantikan yang bersohor, mendatangkan para pelamar, sayangnya yang datang tak sesuai harapan. Tak enak menolak, maka cara sulit diterapkan. Tak beda dengan kisah Rorojonggrang dan legenda candi Prambanan.
Namun, dalam legenda Gunung Kelud, pelamar sang putri ini masih pula bukan manusia. Dia makhluk berkepala lembu. Itulah Lembu Sura.
Untuk menolak lamaran Lembu Sura, dibuatlah syarat pembuatan sumur sangat dalam hanya dalam waktu semalam. Tak dinyana, Lembu Sura ini punya kekuatan dan kemampuan untuk mewujudkan syarat itu.
Melihat perkembangan tak menggembirakan, sang putri pun menangis. Ayahnya, dalam versi kisah yang mana pun, kemudian memerintahkan para prajurit untuk menimbun Lembu Sura yang masih terus menggali di sumur persyaratan itu.
Batu demi batu dimasukkan ke lubang sumur, menjadi sebentuk bukit menyembul karena ada Lembu Sura di dalamnya. Saat batu dilemparkan, Lembu Sura masih memohon untuk tak ditimbun.
Begitu menyadari bahwa permohonannya akan sia-sia, keluarlah “sepatan” sebagaimana menjadi kutipan di atas. Sejak saat itulah legenda Gunung Kelud dan kedahsyatan letusan maupun dampaknya mengemuka.
Hancurnya Majapahit
Terlepas dari mitos Lembu Sura, tiga wilayah yang disebut dalam kutukannya itu memang kemudian luluh lantak. Para ahli sejarah memperkirakan letusan pada1586 yang menewaskan lebih dari 10.000 orang adalah akhir dari sejarah kekuasaan Kerajaan Majapahit.
Betul, catatan sejarah menyebutkan Kerajaan Majapahit diperkirakan runtuh pada kisaran angka tahun 1478. Namun, para sejarawan hari ini pun mengakui masih banyak yang belum terkuak soal sejarah kerajaan itu, seperti misalnya dugaan ada dua Majapahit pada satu masa.
Apa kaitannya dengan Gunung Kelud? Tentu saja letusannya.
http://www.vsi.esdm.go.idPeta rawan bencana letusan Gunung Kelud, yang dirilis Badan Geologi Kementerian Energi, Sumber Daya Alam, dan Mineral menyusul peningkatan status kegunungapian Gunung Kelud menjadi Awas, Kamis (13/2/2014) malam. Gunung ini kembali meletus pada Kamis dengan letusan pertama terjadi pada pukul 22.50 WIB.
Sebelum letusan pada 2007, setidaknya sejak awal abad 1900-an diketahui bahwa kawah Gunung Kelud memiliki danau. Kecuali letusan pada 2007, letusannya pun diketahui bertipe eksplosif, termasuk letusan pada Kamis (13/2/2014) malam.
Dalam sebuah wawancara mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi, Sumber Daya Alam, dan Mineral (ESDM) Surono mengatakan keberadaan danau di kawah ini sama bahayanya dengan lontaran material padat dari letusan gunung.
Surono yang pada Jumat (14/2/2014) diangkat menjadi Kepala Badan Geologi, mengatakan lontaran air dari danau kawah, bila masih ada, bisa mencapai sekitar 37,5 kilometer. Sudah air panas, bercampur magma, masih dipadukan dengan seratusan juta ton material padat yang terlontar.
Kira-kira, karena tak ada catatan sejarahnya, itulah yang terjadi pada letusan 1586. Namun, bukan pula letusan itu saja yang menyebabkan korban jiwa mencapai lebih dari 10.000 jiwa. Dampak sesudah letusan, tak kurang buruknya.
Diduga, kematian puluhan ribu orang itu juga disebabkan kelaparan. Dengan muntahnya air danau kawah, lontaran material padat, dan abu vulkanik yang mematikan tanaman, dapat diduga tak ada pasokan makanan yang bisa disediakan dalam jumlah besar untuk jumlah warga pada saat itu.
Inilah yang kemudian diduga sebagai penyebab benar-benar paripurnanya sejarah kerajaan Majapahit, menutup beragam konflik politik internal zaman itu, maupun legenda kutukan Lembu Sura.
Sebagai gambaran, letusan pada 1919 yang notabene relatif lebih modern dibandingkan kondisi pada 1586, juga menewaskan ribuan orang. Angka yang tercatat adalah 5.160 orang. Letusan pada 1919 inilah yang mengawali dilanjutkannya upaya pembangunan terowongan di kaki gunung berketinggian 1.731 meter tersebut.
Terowongan-terowongan tersebut berfungsi mengurangi volume air di kawah danau. Catatan tertua tentang upaya mengurangi dampak dari lahar cair, gabungan magma dan air danau yang mendidih, adalah “kelahiran” Sungai Harinjing yang sekarang dikenal sebagai Sungai Sarinjing di Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kediri. Sungai ini merupakan sudetan dari Sungai Konto.
Kehadiran Sungai Serinjing tercatat dalam prasasti Harinjing di Desa Siman. Dalam prasasti yang dikenal pula sebagai Prasasti Sukabumi itu, tertera angka tahun 921 M. Di situ diceritakan soal pembangunan bendungan dan sungai yang dimulai pertama kali pada 804 M.
Terowongan pengalir air dari danau kawah buatan 1926, setelah letusan pada 1919, masih berfungsi sampai sekarang. Namun, setelah letusan 1966, Pemerintah Indonesia membangun terowongan baru yang lokasinya 45 meter di bawah terowongan lama.
Terowongan baru yang rampung dibangun pada 1967 ini diberi nama Terowongan Ampera. Fungsinya menjaga volume air danau kawah tak lebih dari 2,5 juta meter kubik. Volume air di kawah Gunung Kelud susut dan hanya menyisakan genangan pada letusan efusif 2007.
Pada letusan Kamis (13/2/2014) malam, air danau bisa jadi bukan lagi ancaman. Namun, terbukti pada malam itu bawa Gunung Kelud masih memiliki ciri letusan eksplosif. Lontaran material padat vulkanik pada letusan terbesar pada pukul 23.30 WIB mencapai ketinggian 17 kilometer, ketika letusan pertama melontarkan material hingga setinggi 3 kilometer.
Jangkauan abu vulkanik letusan Gunung Kelud pada malam itu pun menyebar luas mengikuti arah angin, menyebar luas di Jawa Tengah dan menjangkau Jawa Barat. Bisa jadi gabungan antara pembangunan saluran-saluran air yang telah menghadirkan 11 sungai berhulu di gunung itu, letusan efusif yang menyurutkan air danau kawah, dan persiapan yang lebih baik menjadi faktor yang meminimalkan jumlah korban.
Namun, barangkali pekerjaan rumah tetap belum habis. Berdasarkan catatan sejarah, Gunung Kelud memiliki pola letusan berjeda pendek, antara 9 sampai 25 tahun. Walaupun korban jiwa yang jatuh dalam dua hari ini bukan karena dampak langsung letusan, tetapi fakta pendeknya waktu antara peningkatan status Awas sampai terjadi letusan pada Kamis malam, tetap merupakan sebuah catatan baru.
Jarak waktu peningkatan status hingga terjadinya letusan tersebut, terjadi tak sampai dua jam. Kalaupun kutukan Lembu Sura tak lagi relevan sebagai mitos, barangkali perlu dibaca ada simbol-simbol budaya dalam sejarah tradisi lisan sebagai “kode” mitigasi bencana.
Percaya atau tidak, hari ini selain 11 sungai ada di Kediri, di Tulungagung pun ada Bendungan Wonorejo, dan Blitar menjadi sebidang tanah datar di kawasan yang dikelilingi danau dan sungai itu. Agak terdengar familiar? Betul, kalimat dalam legenda Lembu Sura. (*)

Gubernur Resmikan UMK Jatim

Kamis, 21 November 2013

Kabarlamongan.com : Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo, akhirnya pada Rabu (20/11) malam, menetapkan Upah Minimum Kabupten/Kota (UMK) di Jatim untuk 2014. Penetapan ini maju dari rencana semula yang akan ditetapkan pada Kamis (20/11) ini.
Penetapan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur nomor 78 tahun 2013 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2014.
Berikut nilai UMK 2014 di beberapa kota/kabupaten di Jatim, yakni Kota Surabaya (Rp 2,2 juta), Gresik (Rp.2.195.000), Sidoarjo (Rp. 2.190.000), Kabupaten Pasuruan (Rp. 2.190.000), Kabupaten Mojokerto (Rp 2.050.000), Kabupaten Malang (Rp.1.635.000), Kota Malang (Rp. 1.587.000), Batu (Rp.1.580.037), Jombang (Rp.1,5 juta), Tuban (Rp.1.370.000), Kota Pasuruan (Rp.1.360.000).
Berikutnya, Kabupaten Probolinggo (Rp.1.353.750), Jember (Rp.1.270.000), Kota Probolinggo (Rp.1.250.000), Kota Mojokerto (Rp.1.250.000), Banyuwangi (Rp.1.240.000), Lamongan (Rp.1.220.000), Kota Kediri (Rp.1.165.000), Bojonegoro (Rp.1.140.000), Kabupaten Kediri (Rp.1.135.000), Nganjuk (Rp. 1.131.000), Sampang (Rp.1.120.000), Lumajang (Rp.1.120.000).
Seterusnya, Tulungagung (Rp.1.107.000), Bondowoso (Rp.1.105.000), Bangkalan (Rp.1.102.000), Pamekasan (Rp.1.090.000), Sumenep (Rp.1.090.000), Situbondo (Rp.1.071.000), Kota Madiun (Rp. 1.066.000), Kabupaten Madiun (Rp.1.045.000), dan Ngawi (Rp.1.040.000).
Selain itu, ada enam kabupaten/kota dengan nilai UMK terendah yang masing-masing sebesar Rp. 1 juta. Yakni Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, Magetan. (Jr/Ding)

Gubernur Resmikan UMK Jatim

Golput Di Lamongan Tembus 32 Persen

Sabtu, 31 Agustus 2013

Kabarlamongan.com: Lamongan- Kekhawatiran semua pihak, kalau warga yang tidak memilih dalam pilgub Jatim di Lamongan diperkirakan tembus 50 persen akhirnya tidak terjadi.

Bahkan warga yang tidak menggunakan hak suaranya pada Kamis (29/8) kemarin, lebih kecil bila dibandingkan dengan pilgub 2008 silam, dan pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2010 yang mencapai 30,97 persen.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua KPUD Lamongan Khoirul Huda pada Jum'at (30/8) mengatakan, pihaknya memang belum resmi melakukan rekapitulasi tingkat kabupaten, namun dari berbagai sumber yang ia dapatkan, warga yang tidak menggunakan hak suaranya dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur di Lamongan hanya 30,82 persen.

"Partisipasi masyarakat dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jatim tergolong cukup tinggi, karena sebelumnya semua kalangan memprediksi warga yang tidak menggunakan hak pilihnya bisa tembus 50 persen," katanya.

Kekhawatiran itu lanjut Huda, karena dua bulan sebelumnya Lamongan punya gawe menggelar pemilihan kepala desa massal, yang syarat dengan politik uang yang sudah menjadi bagian dari adat yang tidak bisa dihilangkan begitu saja di tingkat desa.

Namun, berbeda dengan pemilihan gubernur yang diyakini tidak sampai menggunakan politik uang dalam meraup simpati dan suara, namun masyarakat teryata masih berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara TPS-TPS. Fakta yang demikian ini lanjut Huda membuktikan kalau pemilih di Lamongan sudah cukup dewasa dalam berpolitik dan berdemokrasi.

Karena itu, ia sangat bersyukur warga Lamongan yang telah menggunakan hak pilihnya di TPS-TPS terdekat."Kami sangat bersyukur warga yang memutuskan untuk tidak memilih atau memutuskan sebagai golongan putih hanya 30,82 persen,"katanya. 

Sementara itu data yang dilansir oleh Desk Pilgub Pemkab Lamongan menyebutkan, kalau hasil final pilihan gubernur dan wakil gubernur di Lamongan, pasangan Khofifah - Herman unggul dengan meraup suara 281.790 atau 46,37 persen, atau unggul di 22 kecamatan dari jumlah total 27 kecamatan.

Sedangan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) berada diurutan kedua dengan meraup suara 225.923 atau 37,18 persen. Pasangan petahanan ini unggul di lima kecamatan yakni Sukorame 5.712 atau 51,83 persen, Ngimbang 10.916 atau 45,29 persen, Brondong 11.524 atau 43,91 persen, Sambeng 11.418 atau 41,63 persen, dan Kec Mantup 10.276 atau 42,14 persen.

Pasangan BDH-Said Abdullah harus puas berada diurutan ke 3 dengan perolehan suara 87.601 atau 14,42 persen, dan pasangan terakhir Eggi-Moh Sihat memperoleh 12.364 atau 2,03 persen. (Zie/SP)

Lomba Karya Tulis, Selamatkan TKI Dari Intimidasi

Kabarlamongan.com: KEDIRI – Setelah sukses menggelar Lomba Cipta Puisi bertema Mesir, Palestina dan Rohingya dengan jumlah 571 naskah yang masuk, kali ini Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia membuka event berikutnya, yaitu Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional bertema “TKI: Hujan Emas di Negeri Orang, Hujan Batu di Negeri Sendiri”. 

Lomba ini dibuka pada 1 September 2013 dan berakhir pada tanggal 25 September 2013. Sementara pemenang akan diumumkan pada 1 Oktober 2013. 

Pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Aliya Nurlela yang juga sebagai penyelenggara lomba ini menyebutkan, cerpen yang dilombakan bercerita tentang problematika dunia Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri dengan segala suka dukanya. 

“Bila pada lomba cipta puisi bertema Mesir, Palestina dan Rohingya menyerukan ‘Perdamaian Dunia’, maka pada lomba cipta cerpen ini membawa misi ‘Selamatkan TKI dari Intimidasi’,” ujar Aliya Nurlela, Jumat (30/8). 

Dia menyebutkan, kasus-kasus pelecehan terhadap TKI hingga penindasan hak-hak azasinya masih sering didengar dan dibaca di media massa. Satu-dua kasus muncul ke permukaan, tetapi lebih dari itu banyak kasus-kasus lain yang tidak terungkap atau luput dari pantauan media dan pihak-pihak yang bertanggung jawab melindungi para ‘pahlawan devisa’ itu. 

“Jika Anda seorang TKI, atau calon TKI, atau mantan TKI, atau yang mempunyai sanak saudara yang bekerja sebagai TKI, atau tertarik mengamati kehidupan para TKI, maka Anda adalah orang yang tepat mengikuti event ini,” sebut penulis buku “100% Insya Allah Sembuh” dan buku cerpen “Flamboyan Senja” itu. 

Dijelaskan, lomba cipta cerpen ini terbuka untuk semua kalangan, baik anggota maupun non-anggota FAM Indonesia, baik muslim maupun non-muslim, baik berstatus TKI maupun non-TKI. Pendaftaran lomba tanpa pungutan biaya apa pun alias gratis. 

Cerpen yang diikutkan harus asli, bukan hasil terjemahan maupun plagiat dan mengandung pesan-pesan moral yang dapat memberikan manfaat kepada pembaca serta mencerahkan. Naskah cerpen diketik di komputer dengan program microsof word 2003 atau 2007, rapi, kertas kuarto A4, ketikan 1 spasi, jenis font times new roman, ukuran huruf 12. Bentuk cerpen bebas namun tetap terikat pada tema dengan panjang minimal 1 (satu) halaman dan maksimal 3 (tiga) halaman. 

“Jumlah cerpen yang diikutkan dalam lomba ini maksimal dua judul. Bagi penulis yang mengirim naskah lebih dari dua judul, maka FAM akan mengambil dua cerpen yang dikirim pada kiriman yang pertama,” ujarnya. 

Ketentuan lain, tambah Aliya, di bagian akhir naskah harus membubuhkan identitas penulis yang terdiri dari: NAMA LENGKAP (bukan Nama Pena), NOMOR IDFAM (hanya khusus anggota FAM, non-anggota FAM tanpa ID), ASAL DAERAH, ALAMAT EMAIL, NOMOR HP, NAMA/LINK AKUN FACEBOOK. 

Naskah cerpen diposting di Grup “Forum Aishiteru Menulis” dengan alamat grup: https://www.facebook.com/groups/forumaishiterumenulis/. Postingan langsung di wall (dinding) grup, bukan dalam bentuk lampiran/dokumen. Selain diposting di grup “Forum Aishiteru Menulis”, naskah yang dilombakan juga dikirim ke email: lombafamindonesia@gmail.com, dengan Subjek Email: “LOMBA CIPTA CERPEN_NAMA PENULIS”. 

Sementara itu, naskah cerpen yang dikirim ke email dilampirkan di attach file(lampiran email), tidak diposting di badan email, dan kiriman email membubuhkan surat pengantar yang menyebutkan bahwa naskah cerpen adalah asli (original), belum pernah diterbitkan, dan bersedia didiskualifikasi jika diketahui telah diikutkan pada event lain ataupun telah terbit di media massa. 

“Tim FAM akan meng-update judul cerpen dan nama peserta. Hasil update Tim FAM merujuk pada naskah yang dikirim ke email FAM,” tambahnya. 

Sebagai tanda apresiasi dan penghargaan, kepada seluruh pemenang, FAM Indonesia memberikan hadiah berupa uang, paket buku, piagam penghargaan dan naskah dibukukan. Sementara seluruh peserta yang mengikuti lomba ini mendapat piagam penghargaan dari FAM Indonesia. (REL)

Quick Count Kalah Dari Karsa, Berkah Masih Tunggu Real Count

Jumat, 30 Agustus 2013

Kabarlamongan.com: Meskipun secara real count alias penghitungan manual dan belum disahkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) Jawa Timur, namun berdasarkan hasil quick count dari lembaga survey yang ditayangkan oleh seluruh media elektronik, bisa dipastikan pasangan incumbent Soekarwo-Saifullah Yusuf melenggang manis menuju kursi Jatim 1, Kamis (29/8).

Pasangan nomer urut 1 menduduki peringkat atas dalam perolehan suara berdasarkan hasil dari quick count, KarSa meraup sekitar 48,14% dari tiga kandidat lainnya. Sementara pasangan Khofifah-Herman yang diprediksi bisa menjegal kemenangan Karsa hanya meraup 38,02%.

Sedangkan pasangan calon dan wakil gubernur dari nomer urut 3, Bambang DH dan Said Abdullah menempati urutan ketiga dengan meraup suara sekitar 11,47%. Dan urutan terakhir dalam hal perolehan suara ditempati oleh pasangan Eggy-Sihad yang hanya meraup 2,37%.

Kemenangan pasangan incumbent Soekarwo-Saifullah Yusuf ini sebelumnya sudah diprediksi untuk melenggang manis menuju grahadi, maklum dari survey sebelum pemilihan dilakukan oleh lembaga survey, KarSa unggul dibeberapa daerah. Setidaknya hampir semua kantong suara yang diprediksikan bisa meraup suara mutlak berjalan mulus.

Surabaya yang selama ini dikenal dengan kantong suara dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yang akan menjadi tulang punggung suara dari pasangan Bambang-Said akhirnya milik KarSa. Pasangan nomer uut 1 menang mutlak di kota Pahlawan.

Lembaga survey juga menyatakan bahwa KarSa menang di beberapa daerah. Sementara pasangan Khofifah-Herman hanya menguasai empat daerah yang menjadi kantong pundi-pundi suaranya dalam meloloskan Pilgub Jatim ini. Berdasarkan survey pasangan Khofifah-Herman hanya unggul dibeberapa kabupaten yang bukan merupakan basis perolehan pasangan KarSa.

Soekarwo sendiri saat diwawancarai oleh salah satu stasiun televisi swasta menyatakan sangat berterima kasih karena masih dipercaya oleh masyarakat Jatim. Bahkan seandainya kembali memimpin Jatim, KarSa akan berkolaborasi dengan ketiga pasangan lainnya untuk bersama-sama memajukan Jatim.

“Semua pasangan mempunyai program yang sangat bagus, alangkah baiknya jika kita semua para pemimpin bekerja sama untuk memajukan masyarakat Jatim lebih baik lagi,” ungkapnya.

Dan dari pantauan tim litbang Surabaya Pagi, KarSa unggul di dapil Bangkalan, Pamekasan, Sampang dan Sumenep dengan 47,93 persen suara. (lihat grafik di bagian lain halaman ini). Selanjutnya unggul juga di Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Pasuruan, Probolinggo dengan 51,01 persen suara. Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo dengan 53,04 persen suara.

Jember, Lumajang 44,69 persen. Batu, Kota Malang dan Malang 52,27 persen suara. Blitar, Kediri, Kota Blitar, Kota Kediri, Tulungagung dengan 40,21 persen suara. Jombang, Kota Madiun, Kota Mojokerto, Madiun, Mojokerto, Nganjuk 49,03 persen suara.

"Keunggulan didapil paling besar berada di Magetan, Ngawi, Pacitan, Ponorogo dan Trenggalek dengan 60,65 persen suara," ujarnya.

Sementara, pasangan yang dapat menggunguli KarSa didapil adalah Khofifah Indar Parawansa - Herman Sumawiredja. Di dua dapil pasangan tersebut berhasil mengungguli sang incumbent.

Dua dapil itu adalah Sidoarjo, Surabaya dengan 43,60 persen suara dan dapil Bojonegoro, Gresik, Lamongan dan Tuban dengan 44,77 persen.

Pakde: Kedepan, Komunikasi ke Masyarakat Diperluas!
Sementara itu, cagub incumbent Soekarwo menanggapi kemenangan sementara versi hasil quick count (QC) sebagai informasi manifestasi awal bahwa program pembangunan pemprov selama ini ternyata on the track alias cocok di hati rakyat Jatim.

"Tetapi juga masih banyak kekurangannya, kekurangan inilah yang memberi mandat kita kembali agar KarSa diteruskan. Tapi juga diperkuat ke depan komunikasi ke masyarakat," kata Pakde.

Quick count (QC) adalah hasil keputusan masyarakat yang harus dihargai bersama semua kandidat. "Bukan soal puas atau tidak puas dengan hasil itu, selisih 1 persen atau 10 persen pun harus dihargai sebagai mandat dari rakyat. Program calon nomor 2, 3 dan 4 itu juga bagus-bagus," imbuhnya.

Namun, berdsarkan penghitungan suara yang dilakukan secara Real Count, pasangan Khofifah-Herman mempunyai estimasi untuk menang. Dalam Real Count yang dilakukan oleh PKB, pasangan ini memperoleh 44% suara, Bambang-Said 11,8% suara, Eggy-Sihat 2,02% suara, dan KarSa 38,47% suara. Untuk itu, pihaknya menyarankan tim Jatim Berkah dan relawan untuk mengawal setiap proses perhitungan suara. Jika perlu, para relawan tidur di balai desa untuk mengetahui kelanjutannya.

Meski Telat, Akhirnya Atribut Pilgub Dibersihkan

Rabu, 28 Agustus 2013

Kabarlamongan.com: Lamongan- Meski terlambat dari jadwal yang ditentukan dalam penertiban atribut cagub dan cawagub Jatim, Panwaslu kabupaten Lamongan bersama dengan aparat gabungan, Selasa (27/8) akhirnya membersihkan atribut kampanye secara serentak di seluruh wilayah Lamongan.

Ketua Panwaslu Kabupaten Tony Wijaya mengatakan, penertiban sejumlah atribut kampanye itu dilakukan, setelah melakukan koordinasi dengan KPUD pasca surat himbauan yang disampaikan ke tim pemenangan para cagub dan cawagub tidak direspon sama sekali, dan atribut kampanye masih bertebaran dimana-mana.

"Kita menertibkan ini semua karena selain batas waktu kampanye sudah habis, penertiban ini dilakukan karena pihak tim pemenangan dari 4 cagub dan cawagub tidak menertibkan alat peraga seperti yang sudah kita himbau melalui surat pada Sabtu (24/8) lalu," Tony menjelaskan.

Saat didesak kenapa tidak ditertibkan pada malam harinya sesuai dengan batas waktu yang ditentukan, mantan aktifis GMNI Lamongan ini berkilah kalau pihaknya masih memberikan waktu dan kesempatan kepada tim pemenangan untuk menertibkan sendiri.

Apalagi menurutnya, panwaslu tidak mempunyai kewenangan untuk menertibkan atau membredel, panwaslu hanya memberikan rekomendasi kepada Satpol PP , mana atribut kampanye yang melanggar dan harus ditertibkan.

"Ini yang harus dipahami oleh masyarakat, kalau Panwaslu itu bukan tukang bredel atribut atau alat peraga lainnya, Panwaslu hanya memberikan rekomendasi dan yang menertibkan adalah Satpol PP," kata Tony menegaskan.

Dalam penertiban atribut kampanye, petugas gabungan tidak hanya menertibkan atribut kampanye 4 cagub dan cawagub, melain atribut parpol atau caleg yang ada kaitannya dengan kampanye cagub dan cawagub. "Kalau atribut parpol tapi ada kaitannya dengan kampanye cagub tetap kita tertibkan," terangnya.

Sementara itu, selama pemasangan ribuan atribut kampanye, semua tim pemasangan 4 cagub dan cawagub melanggar semua, mulai dari tata cara pemasangan hingga tempat-tempat yang sudah dilarang namun tetap dipasang sejumlah atribut."Semua melanggar mas," pungkasnya. (Gus/SP)

Andre Dewanto Dituntut Mundur dari KPU Jatim

Jumat, 23 Agustus 2013

Kabarlamongan.comSinyalemen Ketua KPU Jatim Andry Dewanto SH, memihak cagub Khofifah, mulai terkuak. Menjelang debat Cagub di MetroTV, Rabu malam yang lalu, Andry mengirim Broadcast Message (BM) yang isyaratkan mendukung kampanye Khofifah, calon Gubernur yang diusung PKB Jatim. Elemen seperti Pemuda Pancasila, PPP, PDIP Golkar, akademisi Unair serta Komunitas anak muda Paul (Pakde Gaul), mendesak KPU Pusat mencopot Andry Dewanto. Bahkan komunitas Paul malah melaporkan tindakan Andry yang dinilai menyalahgunakan jabatan ke Polda Jatim.

Pihak Polda sudah menerima laporan namun justru Polda mengarahkan laporan ke Bawaslu. Terutama ada tidaknya tindak pidana yang dilakukan Ketua KPU Jatim kelahiran Lamongan, 1973 yang lama berkenalan dengan seorang bandar judi Malang yang dicurigai sering mendanai beberapa calon bupati dan walikota di Jatim.

"Polda harusnya memilah mana yang pelanggaran pemilu dan mana yang penyalahgunaan jabatan. Ketua KPU itu setara dengan penyelenggara negara. Ketua KPU itu disumpah dan ditugaskan untuk menjadi wasit yang netral, agar pilkada berjalan demokratis. Tapi kali ini Andry Dewanto, mengirim BM yang memihak salah satu cagub. Secara hukum, ini masuk dalam penyalahgunaan jabatan, bukan pelanggaran pemilu semata. Jadi Polda wajib memproses Andry. Apalagi alat bukti ada, aturan KPU juga ada, selain saksi ahli," ingat Koordinator Komunitas anak muda Paul (Pakde-Gus Ipul Gaul), usai diterima petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Jatim, Kamis sore (22/8).

Bunyi BM ANDRY DEWANTO itu disebarkan pada pukul 15.39 WIB, menjelang siaran langsung debat cagub Jatim di Gramedia Expo, yang disiarkan secara langsung oleh MetroTV. Bunyi broadcast Andy Dewanto :"Saksikan keunggulan Cagub PKB Khofifah IP dlm debat kandidat di Metro TV live dr Gramedia Expo malam ini jam 19.00 WIB. Sebarkan..:)". Baru satu jam menit kemudian, tepatnya 16.40 Andry meralat broadcastnya tersebut. Dalam ralatnya, Andry kemudian menyebut empat nama pasangan calon gubernur Jawa Timur. “Broadcast itu membenarkan sinyalemen jika selama ini Ketua KPU Jatim pendukung khofifah," kata pengacara muda yang kini menjadi caleg (Calon Legislatif Partai Gerindra) M Sholeh, Kamis (22/8).

Mengenai alasan Andry yang katanya lalai atau tidak sengaja, Sholeh mengatakan alasan tersebut tidak masuk akal. "Dalam hukum tidak dikenal lalai atau khilaf. Khilaf itu bahasa agama. Salah tetap salah, komisioner KPU Jatim Nadjib Hamid saja nulis opini di media cetak yang hanya bicara aturan main persyaratan pilgub dinilai DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, red) tidak etis dan tidak netral, sehingga dia diberhentikan sementara. Maka perlakuan harus disamakan untuk Andry, dia harus mundur. Jika tidak ya harus dipecat," tegasnya.

Sebab, lanjut Sholeh, nanti jika Khofifah menang pilgub, kasus ini pasti dibawa oleh pasangan calon yang kalah ke Mahmakah Konstitusi (MK). "Mumpung pemilihan tanggal 29 Agustus masih ada waktu, maka KPU Jatim harus dibersihkan dari orang-orang yang tidak netral," desak Sholeh.

Ulah Andry Dewanto itu juga dikecam sejumlah petinggi partai politik. Andry bahkan disebut tidak jujur dalam bertindak sebagai penyelenggara pilgub Jatim. “Jujurlah kepada diri dan istiqamah (konsisten, red) pada tugas dan etika profesi. Jangan sekali-kali nyimpang. Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga," kata Sirmadji Tjondropragolo, Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim.

Sedangkan Plt Ketua DPD Partai Golkar Jatim Zainuddin Amali melihat ulah Andry itu sebagai kesengajaan. "Pasti ini disengaja untuk menguntungkan pasangan calon tertentu, maka sudah selayaknya tiga pasangan lainnya yang merasa dirugikan mengadukan hal ini ke DKPP. Karena ini sudah menyangkut pelanggaran etika penyelenggara Pemilu,:" katanya.

Pengaduan pada DKPP itu sekaligus untuk melihat sejauh mana respon dari DKPP, apakah akan sama perlakuannya seperti keputusan DKPP saat memutuskan sanksi kepada tiga komisioner KPUD Jatim lainnya. "Kita lihat, DKPP bisa adil nggak dalam menangani sebuah kasus pelanggaran etika penyelenggaraan pemilu," katanya.

Ia menegaskan, seharusnya KPU Jatim sebagai penyelenggara Pemilu bersikap netral karena amanat yang diemban itu adalah kepercayaan rakyat melalui perwakilannya (DPR RI) yang telah memilih KPU Pusat dan selanjutnya KPU Pusat memilih KPUD Provinsi melalui Pansel. “Dengan perilaku Ketua KPU Jatim seperti itu, maka akan menimbulkan kecurigaan rakyat terutama bagi pendukung 3 pasangan lainnya di luar Khofifah-Herman, terhadap netralitas penyelenggara Pemilukada di Jatim," pungkasnya.

Dampak lain, pleno daftar pemilih tetap (DPT) Pilgub Jatim di Hotel Singgasana kemarin siang (22/8) yang diikuti seluruh tim dari empat pasangan cagub Jatim berlangsung gaduh. Koordinator Monitoring dan Evaluasi Tim Kampanye pasangan Bambang DH-Said Abdullah, Didik Prasetyono melakukan aksi walk out (WO). "Tanpa mengurangi rasa hormat, saya ingin walk out keluar dari ruangan ini, sampai ada penjelasan tertulis dari Ketua KPU Jatim Andry Dewanto Ahmad. Saya minta Ketua KPU Jatim mengklarifikasi hal itu, karena sudah menjadi headline di media mana-mana," tegas Didik Prasetyono di depan seluruh peserta rapat pleno terbuka KPU Jatim.

Menurut mantan anggota KPU Jatim ini, persoalan broadcast BBM dari Andry itu tidak main-main, dan hal yang perlu diseriusi. Diakui Didik, dirinya sudah menghubungi Ketua KPU Pusat via telepon menyangkut integritas KPU Jatim sebagai penyelenggara pemilu, khususnya terhadap sikap ketua KPU Jatim, Andry Dewanto yang telah menunjukkan referensi politik melalui broadcast BBM terhadap sejumlah orang.

Di singgung soal sanksi, kembali Didik menyatakan akan menyerahkan sepenuhnya kepada aturan yang berlaku. Termasuk jika ada toleransi itu terserah tapi secara etika itu tidak bisa dilanjutkan lagi. "Secara etika apa yang telah diperbuat Andry Dewanto itu tidak bisa dilanjutkan atau pantas dipecat," tambah Didik menegaskan.

Hanya Ngaku Khilaf

Andry Dewanto saat dikonfirmasi tidak sedikitpun merasa bersalah. Ia tampak santai dan cuek dengan ramainya pemberitaan tentang pesan massal yang dikirimnya. "Tidak usah terlalu serius. Tidak perlu pernyataan maaf tertulis, karena itu kan broadcast BBM. Saya kan sudah langsung kirim broadcast BBM kedua untuk meralatnya. Semua manusia pasti pernah salah tulis atau copy paste. Anda wartawan kan juga pernah salah tulis dan meralatnya," kilahnya kepada wartawan.

Andry mengaku saat mengirim pesan tersebut sedang nyetir dari Pasuruan menuju Surabaya untuk menghadiri debat publik calon Gubernur di Gramedia Expo, Surabaya.

Terpisah, Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti mengecam keras langkah yang dilakukan Ketua KPUD Jatim Andry Dewanto yang terang-terangan mendukung Calon Gubernur Khofifah Indar Parawansa dengan menyebarkan (broadcast message) melalui Blackberry miliknya.

"Ini semua Allah SWT yang menunjukkan. Sekarang kita semua tahu bagaimana sikap dia (Andry Dewanto, red). Sejak awal Pemuda Pancasila sudah menyatakan Ketua KPU Jatim bermain kotor. Sekarang sudah jelas. Pemuda Pancasila tidak terima dengan kasus ini. Jangan salahkan kalau massa mencari dia untuk meminta dia mundur," ujar La Nyalla M Mattalitti melalui siaran pers Pemuda Pancasila Jatim, Kamis (22/8).

Dikatakan La Nyalla, seharusnya DKPP aktif menyikapi kejadian serius ini. Karena ini bukti nyata bahwa ternyata dugaan publik Jatim selama ini benar. Selama ini masyarakat Jatim sudah merasakan gelagat bahwa Ketua KPU Jatim ini tidak netral. "Sekarang bagaimana sikap DKPP? Seharusnya langsung nonaktifkan dia (Andry Dewanto, red)," tukasnya.

Ditambahkan La Nyalla, sikap terbuka Andry yang juga mantan aktivis PMII itu dalam mendukung pasangan Khofifah-Herman adalah perbuatan tabu bagi penyelenggara pemilukada. Maka wajar apabila PP Jatim meminta DKPP memberhentikan Andry. "Kalau DKPP lambat atau membiarkan, berarti DKPP juga tidak netral. Maka kader PP akan bertindak dengan caranya sendiri," tuturnya.

Khofifah Merasa Dirugikan

Sementara itu, Khofifah menganggap broadcast yang disebar Andry Dewanto justru menyesatkan dirinya. Ketua PP Muslimat NU ini menuding ada niatan untuk mengacaukan simpati masyarakat yang sudah bagus kepada dirinya. "Jangan dianggap itu menguntungkan kami. Justru bagi saya sangat merugikan," tandas Khofifah.

Di saat simpati masyarakat yang sudah terbangun, lanjut Khofifah, KPU merusaknya dengan menyebar pesan yang seolah-olah dikemas dengan masker dan bahasa indah. "Ada BBM (BlackBerry Messenger) yang sepertinya pujian, padahal sebenarnya menjerumuskan," ungkapnya.

Bawaslu Periksa Andry Dewanto

Tak ketinggalan, Bawaslu Provinsi Jawa Timur langsung mengirim undangan klarifikasi ke Ketua KPU Jatim Andry Dewanto Ahmad terkait keberpihakan KPU kepada Khofifah-Herman. Ketua Bawaslu Jatim Sufianto, hal tersebut diputuskan dalam pleno Bawaslu Rabu (21/8) malam lalu. ’’Hasilnya, yang bersangkutan (Andry, Red) akan kami undang pada Minggu (25/8) untuk klarifikasi,’’ papar Sufianto, kemarin (22/8).

Menurutnya, keputusan ini diambil melihat banyak aspek. Salah satunya adalah reaksi di masyarakat. Selain itu, Sufianto mengingatkan bahwa ada indikasi permainan elit politik yang ingin mengganggu Pelaksanaan Pilgub Jatim.’’Pertarungannya melalui Pilgub Jatim. Ini yang tak kami inginkan. Karena itu bisa merongrong demokrasi di Jatim,’’ tegasnya.

Pengamat politik Unair Haryadi mengatakan bahwa bila memang benar seperti itu, maka patut diduga Ketua KPU Jatim Andry Dewanto Ahmad tak netral. ’’Ini bisa berbahaya dan menjadi tak fair. Apa maksudnya dengan “keunggulan” cagub PKB Khofifah dalam broadcast-nya? Jangan-jangan, sudah ada bocoran sehingga bisa unggul,’’ katanya.

Senada, anggota Bawaslu Jatim, Andreas Pardede menyatakan akan menindaklanjuti maraknya pemberitaan media menyangkut broadcast BBM Andry Dewanto Ahmad itu dengan pemanggilan pada 24 Agustus nanti. "Tapi kami berharap pihak-pihak yang mempersoalkan juga mengirim surat protes resmi ke Bawaslu untuk memperkuat," jelasnya.

Bahkan, mantan hakim dan wakil ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof. A. Mukthie Fajar SH, MS, mengatakan, dugaan ketidaknetralan Ketua Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur Andry Dewanto bisa dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Andry Dewanto Diduga ‘Boneka’ Preman Malang

Siapa sebenarnya Andry Dewanto Ahmad, Ketua KPU Jawa Timur ini? Nama Andry sudah sangat akrab di kalangan aktivis Nahdlatul Ulama (NU). Maklum pria kelahiran Lamongan 8 Desember 1971 itu sudah aktif di organisasi Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sejak menjadi mahasiswa fakultas hukum di Universitas Brawijaya Malang.

Saat menjadi mahasiswa, Andry dikenal sebagai figur yang kritis dan bandel. Akibatnya, pria yang selalu memakai peci hitam di setiap kesempatan ini drop out dari Universitas Brawijaya. Sehingga harus melanjutkan kuliah ke Universitas Widyagama Malang untuk mendapatkan ijazah S1-nya.

Saat mahasiswa itulah, Andry kerap kali melakukan komunikasi dengan Iwan Kurniawan alias Iwan Laguna alias Iwan 52 alias Nawi 52, pengusaha Tionghoa ‘penguasa proyek’ di Malang dan sekitarnya. Bahkan, kabar yang beredar, Iwan ini menjadi funding utama untuk membereskan biaya-biaya kuliahnya.

Andry ‘dirawat’ Iwan karena dianggap berpotensi dan mau membantu melakukan aksi-aksi massa dalam rangka melancarkan proyek-proyek besar. Iwan sendiri, sejauh ini dikenal sebagai preman proyek yang mengendalikan dan jadi bandar pemilihan kepala daerah (Pilkada) di wilayah Malang Raya.

“Iwan 52 ini sangat besar pengaruhnya di Malang, Bupati Malang Rendra Kresna dan Walikota Batu Edy Rumpoko menang setelah ada campur tangan materi dan kekuatan jaringan yang dimiliki Iwan,” kata sumber politisi asal Malang yang minta namanya tidak disebutkan itu.

Lanjut sumber tersebut, besar kemungkinan Andry Dewanto dalam menjalankan tugasnya di KPU Jawa Timur ini atas peran besar Iwan Malang. Terlebih, hubungan Iwan dengan Gubernur Soekarwo belakangan ini kurang harmonis. Karena Gubernur Soekarwo enggan proyek-proyek infrastruktur milik pemprov Jatim ataupun pemerintah pusat diatur-atur oleh genk yang dikendalikan Iwan.

Akibatnya saat ini, dugaan keberpihakan Andry Dewanto Ahmad mendukung pasangan Khofifah juga tidak lepas dari peran Iwan Malang. “Andry ini bersama istrinya juga santri dari KH Hasyim Muzadi kyai Asal Malang yang dikenal sebagai salah satu tim sukses Khofifah,” ungkap sumber tersebut.

Istri Andry yang bernama Hikmah Bafaqih merupakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Hikmah pernah duduk sebagai anggota komisi B DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi PKB tahun 2004-2009. Hingga kini, Hikmah merupakan Pengurus DPW PKB Jawa Timur. Selain itu, Hikmah sampai saat ini tercatat sebagai Ketua Fatayat NU cabang Malang.

“Banyak latar belakang Andry yang sangat dekat dengan orang-orang Khofifah-Herman, wajar saja jika akhirnya dia mendukung Khofifah,” sahut sumber tersebut. (Zie/SP)

Hasyim Muzadi Kritik Penempelan stiker Pada Kertas Suara Pilgub Jatim

Rabu, 21 Agustus 2013


Kabarlamongan.com: Lamongan- Keputusan KPU Jatim menempel stiker di formulir C1 dinilai tidak adil, dan memicu adanya kerawanan yang akan membuka kecurangan dalam pelaksanaan pilgub yang akan dihelat pada 29 Agustus mendatang.

Peryataan itu disampaikan oleh KH Hasyim Muzadi disela-sela menghadiri kampanye terbuka pasangan Khofifah-Herman (Berkah) yang dihadiri ribuan ibu-ibu mayoritas jamaah dan nggota Muslimat di Gedung Olahraga (GOR) Lamongan Selasa (20/8).

Dikatakannya, penempelan stiker di C1 menurut pengasuh Ponpes Al-Hikam Malang ini, dapat dikategorikan keputusan yang tidak adil, dan penempelan stiker adalah bagian dari upaya KPU Jatim tidak netral dalam pelaksanaan Pilgub ini.

"Penempelan stiker rawan kecurangan karena stiker ditempel terkadang juga bisa lepas, karena stiker adalah tambahan, tapi beda kalau dicetak hingga ada nomor urut empat," ujarnya.

Terkait alasan KPU yang keberatan mencetak karena tidak ada uang, menurut Hasyim itu alasan yang tidak masuk akal. Penyelenggaraan pilgub adalah gawe Pemprov dan ini adalah bagian dari kewajiban KPU untuk memperlakukan para kontestan sama.

"Sebenarnya ini kewajiban, jadi tidak boleh sampai bilang tidak punya uang yang katanya menghabiskan anggaran Rp 2,8 Miliar, lah wong diecer kemana-mana puluhan miliar saja bisa kok, nyetak C1 tidak bisa," kritik mantan keta PBNU ini. 

Tapi kata Hasyim, pihaknya sudah menyiapkan seluruh tim pemenangan Berkah di TPS-TPS, setiap ada hasil rekap dari masing-masing TPS, untuk segera difoto biar dimsukkan do call center Berkah, tim sukses hal itu nanti bisa dihitung, dari hasil itu tidak lagi Quick Count, tapi sudah Real Count, setelah itu dicocokan dengan rekapan dari Polri.

Sementara itu dalam kampanye di Lamongan, meski para cagub dan cawagub pasangan Berkah tidak hadir, namun kedatangan KH Hasyim Muzadi dan sekjen DPP PKB Imam Nahrowi mengobati kerinduan jamaah. Bahkan dalam kampanye tersebut para jamaah dan anggota muslimat suka rela merelakan sebagian uangnya disumbangkan untuk kepentingan kampanye untuk pemenangan Berkah. (Gus/*)

Fatayat & Muslimat Lamongan Galang Dana Dukung BerKah

Selasa, 20 Agustus 2013

Kabarlamongan.com: Lamongan- Ribuan pendukung pasang Cagub-Cawagub Khofifah Indar Parawansa- Herman S (Berkah) dari kalangan Muslimat dan Fatayat serta NU di Lamongan menggalang saweran untuk membiaya kebutuhan logistik kampanye dan kebutuhan lain pasangan Berkah.

Spontanitas ribuan warga Nahdliyin itu nampak saat kampanye Berkah yang dihadiri KH Hasyim Muzadi, Imam Nachrawi, Sekjen PKB, Andi Muawiyah pengurus DPP PKB dan Kartika Hidayati, anggota DPRD 1 Jatim dari FPKB yang juga Ketua Muslimat Lamongan yang digelar di pelataran Gedung Olah Raga (GOR) jalan Basuki Rahmad Selasa (20/08/2013).

Adat dan pola saweran itu semula digambarkan oleh KH Hasyim Muzadi yang menceritakan kekagumannya kepada pendukung pasangan Cagub-Cawagub Berkah yang ada du Lumajang, Jember, Pasuruan dan hampir merata di Jatim dengan sukarela merogoh sakunya  untuk menyumbangkan dana demi kepentingan kemenangan Berkah.

”Berkah jelas tidak bisa memakai dana rakyat lewat APBD dan Berkah memang  tidak boleh memakai uang haram walau sekecil apapun demi kemenangan dalam Pilgub ini,” tegas Hasyim Muzadi yang disambut antusias umat Nahdliyin.

Saweran itu tidak hanya dilakukan oleh umat NU ditingkat bawah, para Kiai, ulama, tokoh nasional, pimpinan partai politik termasuk dirinya juga telah banyak menyumbang untuk keperluan pasangan Berkah.
Hasyim Muzadi yang datang sebagai jurkam Berkah di Lamongan siang tadi juga turut nyawer  ketika melihat semangat warga Nahdliyin yang datang memberikan sumbangan  yang langsung dimasukkan lewat  sejumlah kardus bekas air mineral yang diedarkan di depan jamaah. Hasyim Muzadi membuka dompetnya yang ada dalam tasnya dan semua rupiah yang ada dikuras dimasukkan dalam kardus saweran.

Saat di Jember, kata Hasyim Muznyadi, para pemuda rela urunan seribuan per orang untuk menyumbang kepentingan Berkah. Potret itu tentu menjadi kebanggaannya, teruma bagi warga NU.

Hasyim Muzadi menegaskan, Cagub Khofifah Indar Parawansa merupakan miqod perjuangan  warga NU. Jika dulu pada 2008  pernah dikalahkan, maka sekarang harus dimenangkan.”Meski kemarin sempat dipotong ujungnya oleh Syaitonirrojim saat proses pencalonan. Tapi dengan kebenaran, yang batil itu ternyata bisa dikalahkan,” tegasnya.

Saweran yang digalang Selasa siang itu terkumpul uang sebanyak Rp 60 juta. Tampak di antaranya, Kartika Hidayati Rp 10 juta, Ketua DPRD Lamongan, Makin Abbas Rp 6 juta, Andi Muawiyah Rp 15 juta dan dari jamaah yang datang.

Singgung C1 dan C6

Hasyim Muzadi juga menyinggung dugaan peluang kecurangan yang tersistimatis. Saat ini saja, KPU enggan mencetak ulang kartu untuk meletakkan foto pasangan Berkah.

KPU Jatim lebih memilih menempelkan stiker dengan alasan dana.”Kalau dana APBD dibuat foya –foya diberikan masyarakat untuk kampanye tidak kerepotan, sementara dana kecil untuk  mencetak ulang kartu saja tidak mampu,” tandasnya.

Menjaga kemungkinan munculnya kecurangan, pihaknya telah menyiapkan strategi untuk memrotek jika ada praktik curang. Untuk kepentingan itu, NU dan Tim Berkah sudah menyiapkannya.

Soal lembar  C1 dan C6 ada juga menjadi peluang kecurangan karena kalau  hanya ditempel stiket foto Cagub Berkah , maka akan sangat mungkin kecurangan itu dilakukan. Menyinggung C1 dan C2, Cagub Khofifah, secara live melalui sambungan ponselnya  kemudian disambungkan melalui microfon sound system menyapa warga yang datang. Sekitar 20 menit Khofifah menyampaikan berbagai hal, termasuk lembar C 1 dan C6 senada dengan penjelasan Hasyim Muzadi. (Gus/Sry)

Dampak Pilgub Jatim, Laga Persela Di ISL Tertunda

Sabtu, 17 Agustus 2013

Kabarlamongan.com: Lamongan- Pesta rakyat Jawa timur pada tahun 2013 yaitu Pemilihan Gubernur Jatim tampaknya akan berimbas pada pagelaran Indonesia Super League. Hal tersebut mengakibatkan sejumlah pertandingan tim di seluruh Jawa Timur harus mengalami penundaan.

Begitu pula dengan jadwal Persela Lamongan, anak asuh didik ludiyanto harus bersabar untuk menghadapi laga penting menghadapi Persipura Jayapura yang sebelumnya dijadwalkan pada 22 Agustus 2013 akhirnya ditunda.

Hal tersebut dikarenakan petugas keamanan dalam hal ini Kepolisian Daerah Jawa Timur tidak memberikan izin dengan alasan lebih fokus pada Pilgub Jatim.

Persela sendiri masih harus fokus untuk memenangkan tiga laga sisa, mengingat posisi persela masih belum sepenuhnya aman dari zona degradasi. (Zen)

Berikut Jadwal tunda pertandingan Persela Lamongan pada sisa kompetisi ISL 2012/2013:

Persela

More on this category »

Berita Islam

More on this category »

Hukum

More on this category »
 

© Copyright Berita Lamongan Terkini 2010 -2011 | Design by Kabarlamongan.com | Published by Nirwana Digital Print | Powered by Blogger.com.