Kabarlamongan.com: Lamongan- Ribuan pendukung pasang Cagub-Cawagub Khofifah Indar Parawansa- Herman S (Berkah) dari kalangan Muslimat dan Fatayat serta NU di Lamongan menggalang saweran untuk membiaya kebutuhan logistik kampanye dan kebutuhan lain pasangan Berkah.
Spontanitas ribuan warga Nahdliyin itu nampak saat kampanye Berkah yang dihadiri KH Hasyim Muzadi, Imam Nachrawi, Sekjen PKB, Andi Muawiyah pengurus DPP PKB dan Kartika Hidayati, anggota DPRD 1 Jatim dari FPKB yang juga Ketua Muslimat Lamongan yang digelar di pelataran Gedung Olah Raga (GOR) jalan Basuki Rahmad Selasa (20/08/2013).
Adat dan pola saweran itu semula digambarkan oleh KH Hasyim Muzadi yang menceritakan kekagumannya kepada pendukung pasangan Cagub-Cawagub Berkah yang ada du Lumajang, Jember, Pasuruan dan hampir merata di Jatim dengan sukarela merogoh sakunya untuk menyumbangkan dana demi kepentingan kemenangan Berkah.
”Berkah jelas tidak bisa memakai dana rakyat lewat APBD dan Berkah memang tidak boleh memakai uang haram walau sekecil apapun demi kemenangan dalam Pilgub ini,” tegas Hasyim Muzadi yang disambut antusias umat Nahdliyin.
Saweran itu tidak hanya dilakukan oleh umat NU ditingkat bawah, para Kiai, ulama, tokoh nasional, pimpinan partai politik termasuk dirinya juga telah banyak menyumbang untuk keperluan pasangan Berkah.
Hasyim Muzadi yang datang sebagai jurkam Berkah di Lamongan siang tadi juga turut nyawer ketika melihat semangat warga Nahdliyin yang datang memberikan sumbangan yang langsung dimasukkan lewat sejumlah kardus bekas air mineral yang diedarkan di depan jamaah. Hasyim Muzadi membuka dompetnya yang ada dalam tasnya dan semua rupiah yang ada dikuras dimasukkan dalam kardus saweran.
Saat di Jember, kata Hasyim Muznyadi, para pemuda rela urunan seribuan per orang untuk menyumbang kepentingan Berkah. Potret itu tentu menjadi kebanggaannya, teruma bagi warga NU.
Hasyim Muzadi menegaskan, Cagub Khofifah Indar Parawansa merupakan miqod perjuangan warga NU. Jika dulu pada 2008 pernah dikalahkan, maka sekarang harus dimenangkan.”Meski kemarin sempat dipotong ujungnya oleh Syaitonirrojim saat proses pencalonan. Tapi dengan kebenaran, yang batil itu ternyata bisa dikalahkan,” tegasnya.
Saweran yang digalang Selasa siang itu terkumpul uang sebanyak Rp 60 juta. Tampak di antaranya, Kartika Hidayati Rp 10 juta, Ketua DPRD Lamongan, Makin Abbas Rp 6 juta, Andi Muawiyah Rp 15 juta dan dari jamaah yang datang.
Singgung C1 dan C6
Hasyim Muzadi juga menyinggung dugaan peluang kecurangan yang tersistimatis. Saat ini saja, KPU enggan mencetak ulang kartu untuk meletakkan foto pasangan Berkah.
KPU Jatim lebih memilih menempelkan stiker dengan alasan dana.”Kalau dana APBD dibuat foya –foya diberikan masyarakat untuk kampanye tidak kerepotan, sementara dana kecil untuk mencetak ulang kartu saja tidak mampu,” tandasnya.
Menjaga kemungkinan munculnya kecurangan, pihaknya telah menyiapkan strategi untuk memrotek jika ada praktik curang. Untuk kepentingan itu, NU dan Tim Berkah sudah menyiapkannya.
Soal lembar C1 dan C6 ada juga menjadi peluang kecurangan karena kalau hanya ditempel stiket foto Cagub Berkah , maka akan sangat mungkin kecurangan itu dilakukan. Menyinggung C1 dan C2, Cagub Khofifah, secara live melalui sambungan ponselnya kemudian disambungkan melalui microfon sound system menyapa warga yang datang. Sekitar 20 menit Khofifah menyampaikan berbagai hal, termasuk lembar C 1 dan C6 senada dengan penjelasan Hasyim Muzadi. (Gus/Sry)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami