JOMBANG–Bulog melakukan pengiriman beras untuk warga miskin
(raskin) berkualitas buruk di tiga desa, di Jombang. Akibatnya, pihak
desa menolak semua raskin tersebut, Selasa (13/11/2012). Ketiga desa
itu, Desa Banjardowo, Desa Kauman dan Desa Jasem. Seluruhnya di wilayah
Kecamatan Kabuh.
Di Desa Banjardowo misalnya, sebanyak
5,940 ton raskin yang dikirim untuk 8 dusun kondisinya meniran
(pecah-pecah) dan dipenuhi katul. Bahkan setelah warga membuka zak
tumpukan raskin itu, ternyata katul yang memenuhi beras itu seperti padi
yang tidak tergerus mesin penggilingan padi.
Sehingga
secara kasat mata, jelas beras tersebut masih banyak padinya. Bukan itu
saja, kerikil hitam dan putih juga banyak terlihat didalam beras
tersebut.
“Anda lihat, beras seperti ini kok dikirim
kepada kami. Jangankan kita makan, untuk makanan itik saja pasti mereka
tidak mau,” keluh Kades Banjardowo Sugeng Riyadi, sembari memperlihatkan
contoh raskin berkualitas buruk itu.
Melihat kondisi
raskin tak layak konsumsi itulah, kata Sugeng, pihaknya memutuskan
menolak menerima raskin tersebut. Apalagi, sebagian warga yang
sebelumnya sudah menerima raskin juga mengeluhkan kondisi beras yang
sama.
Begitu tumpukan zak beras diturunkan dari truk dan
dilihat kondisi beras yang begitu jelek kualitasnya, Sugeng langsung
menolak dan mengembalikan raskin tersebut kepada petugas yang mengirim.
Beberapa warga yang sudah datang ke Balai Desa setempat juga
dipersilahkan pulang.
Camat Kabuh, Heri Prayitno,
membenarkan banyaknya raskin tak layak konsumsi yang dikirim ke
wilayahnya. Begitu mendapat laporan, pihaknya melakukan pengecekan dan
ternyata ada tiga desa yang menerima raskin tak layak konsumsi. “Jadi
raskin di tiga desa itu langsung kita kembalikan,” tegasnya.
Pada
pengiriman Selasa, terang Heri, ada 16 desa di wilayahnya mendapat
raskin. Dari 16 desa itu ada tiga desa yang raskinnya dalam kondisi
sama, jelek. Selain banyak kerikil kecil, kondisi beras berwarna kuning,
berbau apek. Berasnya juga berkatul dan banyak campuran gabah.
Kepala
Sub Divre Bulog Surabaya Selatan (Mojokerto-Jombang), Wawan, mengakui
ada informasi tersebut. “Namun kami akan segera melakukan penggantian,”
kata Wawan, melalui sambungan ponsel.(Surya)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami