Kabarlamongan.com; Lamongan- PT LI tak lagi gandeng PT Djarum sebagai sponsor utama ISL 2012/2013. Klub-klub ISL siap gaet produsen rokok.
Sejak
1994, saat kompetisi sepakbola Indonesia melebur dari format 2 strata,
yakni Liga Sepakbola Utama (Galatama) dan Perserikatan, ajang sepakbola
nasional hampir selalu beroleh sponsor utama produk rokok.
Tercatat hanya 1 perusahaan di luar produk rokok yang sanggup
mendanai kompetisi tertinggi di Indonesia. Dalam kurun 1999-2004, Bank
Mandiri jadi pendukung utama Liga Indonesia.
Sekretaris PT Liga
Indonesia (LI) Tigorshalom Boboy mengungkap selama ini pihak
penyelenggara kerap mencari perusahaan produsen rokok sebagai sponsor
utama kompetisi sepakbola di Indonesia.
"Jujur saja, hanya
perusahaan rokok yang bersedia membuka diri dan mau berkomitmen jadi
sponsor utama sejak 2005 hingga musim 2011/2012," papar Tigorshalom.
Sebelum
sepakbola Indonesia dilanda kisruh, PT Djarum sejak 2005 hingga 2012
jadi satu-satunya produsen rokok yang konsisten merogoh kocek mendanai
Liga Indonesia. Itu karena sepakbola adalah olahraga paling popular dan
selalu ditonton banyak orang.
"Sepakbola jadi media luar biasa
bagi rokok. Soal aturan menyangkut tembakau, itu bukan wewenang kami.
Terpenting, kami tetap patuh dengan skema aturan dalam tayangan di
televisi," kata Tigorshalom.
Sayang, di musim 2012/2013, PT Djarum memilih menepli dulu. Mereka tak melanjutkan kerja sama dengan PT LI.
"Sudah
dipastikan selesai dengan PT Djarum. Kini, justru ada perkembangan
baru, yaitu beberapa klub ISL bakal menggaet perusahaan rokok sebagai
sponsor mereka. Dulu, aturannya, sponsor klub dilarang berhadapan dengan
sponsor utama. Kini, tak ada sponsor utama sehingga klub berhak gunakan
sponsor apapun, termasuk produsen rokok," jelas pria berusia 32 itu.
Meski
memilih bungkam soal detail klub yang bakal merangkul produsen rokok,
Tigorshalom tak menolak jika disebut klub asal Jawa Timur sebagai
kandidat kuat. "Dari sisi geografis, produsen rokok di wilayah Jawa
Timur cukup besar. Jadi, potensi kerja samanya memang lebih terbuka,"
ujarnya.
Terkait itu, Persela Lamongan dan Gresik United
disebut-sebut jadi tim terdekat pada kemungkinan jalin komitmen dengan
beberapa produsen rokok.(Sportiplus)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami