Kabarlamongan.com: Lamongan -
Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo yang merendam 3 kecamatan di
Lamongan merendam ratusan rumah dan hektaran sawah. Selama 10 hari
dilanda banjir, petani mengalami kerugian hingga Rp 4,3 Miliar. Kerugian
sebesar itu belum termasuk kerugian di bidang infrastruktur.
Berdasarkan
data dari Badan Penanggulangan Bencana Daera (BPBD) Lamongan, Senin
(14/1/2013) sedikitnya 600 hektar sawah di Kecamatan Babat, Laren dan
Maduran terandam banjir. Sebagian tanaman petani yang terendam banjir
tersebut memasuki masa panen.
Kabag Humas dan Protokol Pemkab
Lamongan, M Zamroni kepada wartawan mengatakan, dalam catatan BPBD
Lamongan kerugian mencapai Rp 4,3 Miliar lebih. Sedangkan infrastruktur
yang rusak diantaranya adalah gedung sekolah dan juga rumah-rumah milik
warga. "Selain itu, banyak jalan yang rusak akibat banjir luapan Sungai
Bengawan Solo ini," jelasnya.
Lebih jauh, Zamroni mengatakan,
untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir tersebut,
Pemkab Lamongan masih melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait
untuk melakukan perbaikan. "Untuk perbaikan infrastruktur kami masih
berkoordinasi," tandasnya.
Hingga Senin ini, berdasarkan
pengamatan yang dilakukan BPBD Lamongan, debit air di Bengawan Solo
sudah mengalami penurunan yang tajam. Saat ini, kondisi air di papan
ukur yang ada menunjukkan masih di bawah garis siaga.(Detik)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami