Kabarlamongan.com: Lamongan- Dalam rangka pemerataan pembangunan, grand strategi percepatan
pembangunan Lamongan disosialisasikan kepada seluruh SKPD dan Camat.
Karena satu masalah besar pembangunan di Lamongan adalah soal
pemerataan.
Itu diungkapkan staf ahli Mendagri, Ketut
Puspawati ketika sebagai pembicara, Senin (14/01/2013) di Sasana
Nayaka. Ditegaskan, program grand strategy ini diharapkan bisa membantu
Kabupaten Lamongan melakukan lompatan. Sehingga bisa berbanding lurus
dengan kenaikan rata-rata indek pembangunan manusia (IPM) Jawa Timur.
Secara
garis besar, strategi pembangunan yang akan dilakukan adalah melakukan
reorientasi anggaran belanja daerah, dan menerapkan proporsionalisasi
anggaran belanja pembangunan, dan memaksimalkan penyertaan sumberdaya
masyarakat dan pihak swasta.
Selanjutnya, meningkatkan peran
aparat kecamatan, desa, kelurahan dengan sasaran program pembangunan
pada kecamatan, desa, kelurahan, penduduk tertinggal, serta simplifikasi
dan optimalisasi program kegiatan pembangunan daerah.
“Dengan
penetapan target dari grand strategi bisa menjadikan indek pembangunan
manusia (IPM) Lamongan pada posisi 15 keatas. Dimana saat ini Lamongan
masih peringkat 21 di Jatim,”ungkapnya.
IPM yang harus dikejar
terdiri dari tiga komponen utama. Yakni kesehatan, pendidikan, dan
ekonomi atau urusan pilihan. Sementara Lamongan dengan IPM 70.13 masih
dibawah rata-rata Jawa Timur. Karena salah satu masalah besar di
Kabupaten Lamongan adalah pemerataan. Dengan grand strategi percepatan
pembangunan bisa meningkatkan IPM di Lamongan sebagai tolak ukur
keberhasilan program pembangunan.
Sosialisasi ini menurutnya
dalam rangka akselerasi pembangunan daerah Lamongan dan sebagai salah
satu upaya percapaian efisiensi pembangunan daerah.
Sementara itu
Bupati Fadeli dalam sambutannya menambahkan, jika IPM masih rendah,
berarti program pembangunan belum tepat dan masih ada kelemahan. “Bila
kita lakukan bersama-sama dengan berbagai program yang ada saya yakin
untuk menuju Lamongan yang tambah sejahtera dan tambah makmur bisa
tercapai, “ ujarnya.
Lebih penting lagi adalah kondisi riil di
masyarakat, yakni potensi SDM maupun SDA Lamongan yang belum
dioptimalkan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat.
“Grand
Strategy ini harus menjadi komitmen dan kebutuhan yang kuat dari semua
SKPD. Sekali lagi, program yang telah dirumuskan dalam Grand Strategy
ini harus dijadikan kebutuhan dan prestasi kerja yang harus dilaksnakan
dan menjadi target individual maupun kelompok, “ tegasnya.(Surya)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami