Kabarlamongan.com: Lamongan- Tanggul utama Bengawan Solo di Desa Pesangrahan, Kecamatan Laren,
Kabupaten Lamongan, Jatim, mengalami lonsor sepanjang 250 meter dengan
kedalaman 1-2 meter (m) dalam sepekan terakhir.
Lonsoran juga memutus jalan desa dan mengancam pemukiman warga.
Akibatnya, warga resah sebab rumahnya terancam ambruk dalam masuk sungai
Bengawan Solo. Kondisi tersebut memaksa warga menutup akses jalan
penghubung antar kampung hingga dilakukan perbaikan.
Selain itu, lonsornya tanggul juga mengancam 40 keluarga yang
tinggal disepanjang bantaran sungai tersebut. Soalnya, rumah warga
tinggal berjarak sekitar 1-2 meter
dengan bibir sungai.
Kasmadi, salah satu warga setempat mengungkapkan, longsornya tanggul
utama Bengawan Solo dikampungnya terjadi dalam sekitar sepekan
terakhir. Menurutnya, longsor tanggul utama Bengawan Solo itu dpicu
karena naiknya debit air di permukaan Bengawan yang dipicu karena
tingginya curah hujan di wilayah tersebut.
"Lonsoran ini membuat kami resah. Apalagi, bibir sungai dengan
pemukiman kami tinggal berjarak antara 1-2 meter dengan Bengawan Solo,"
terangnya.
Dikatakannya, ada sebanyak 40 unit rumah yang terancam mengalami
ambruk akibat gerusan kuat arus sungai Bengawan Solo. Sedangkan, tanggul
utama yang mengalami longsor panjangnya antara 250-300 m dengan
kedalaman antara 1-2 m. Lonsoran tanggul, kata dia, juga memutuskan
akses jalan antar kampung.
Kondisi tersebut, membuat jalan penghubung kendaraan bermotor itu
terpaksa ditutup hingga adanya jangka waktu tidak tertentu. "Kami tutup
hingga adanya perbaikan," tambahnya.(mediaindo)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami