Kabarlamongan.com: Lamongan- Jumlah warga buta aksara di Kabupaten Lamongan mencapai 46.000 orang.
Mirisnya, masyarakat yang tidak bisa mambaca dan menulis itu adalah
mereka yang masih dalam usia produktif, yaitu antara 15 tahun hingga 50
tahun.
Menghadapi fonomena itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan segara
menggelar program Keaksaraan Fungsional (KF). Yakni kerjasama dengan
PKK, Dharwa Wanita Persatuan, dan Ormas seperti Aisyiyah, dan Muslimat
NU yang membuka kelompok warga belajar di masing-masing desa.
Untuk meningkatkan motivasi tutor KF dan keikutsertaan warga dalam
mengikuti pembelajaran, Dinas Pendidikan menggelar lomba. Seperti lomba
antar tutor KF, lomba warga belajar peserta Paket A, B, dan Paket C,
serta lomba antarwarga belajar peserta KF.
“Kami juga memberikan pelatihan pada tutor KF untuk meningkatkan mutu
pendidikan yang diberikan. Warga peserta tidak hanya diberikan
kemampuan baca tulis dan hitung namun juga diberi bekal keterampilan
menjahit,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Agus Suyanto,
Rabu (05/12/2012).
Dengan program itu Agus optimis, Lamongan akan terbebas dari buta aksara.(lensa)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami