Jakarta: DPR menilai pelaksanaan Pekan Olahraga
Nasional (PON) XVIII Riau terkesan dipaksakan. Dewan menemukan banyak
kekurangan saat meninjau beberapa arena pertandingan.
Anggota Panitia Kerja (Panja) PON XVIII Ahmad Zainuddin menuding
anggaran Rp2,2 triliun tak digunakan efektif. Panja menemukan sejumlah
veneu yang tidak memadai. “Ruangannya sangat sempit dan tidak ada tempat
yang layak untuk supporter dan atlet,” kata Zainuddin di Kompleks
Parlemen, Jakarta, Kamis (13/9).
Zainuddin mengatakan, dana Rp2,2 triliun mestinya bisa digunakan untuk
pembinaan atlet yang terpadu. Ini jauh lebih bermanfaat. Arena billiard
misalnya, semula direncanakan berada di lantai dua. Karena belum jadi,
akhirnya dipaksakan dibuat di lantai 1 yang seharusnya untuk bowling.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini mengungkapkan, di arena softball
hanya arena bertanding yang siap. Itu pun dikeluhkan para atlet. Karena
lapangan tidak rata. Sedang tempat latihan memukul, tribun penonton,
tempat latihan melempar dan pemanasan belum siap sama sekali.
Temuan lainnya adalah di venue lapangan menembak. Menurut Zainuddin,
tempat pertandingan tidak sesuai standard dan arena menembak. Hal ini
dinilai akan mubazir karena bila ada rekor menembak yang terpecahkan
tidak dapat diakui sebagai rekor baru.
Karena itu, Panja akan mengevaluasi masalah ini dan meminta
pertanggungjawaban pemerintah. “Kalau tidak siap, harusnya jangan
dipaksakan karena hanya menghabiskan anggaran tanpa ada hasil yang
memadai. Itu mubazir namanya,” kata Zainuddin.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami