Iklan

Iklan
Advertorial
News Update :

Panja PON DPR: PON Riau Dipaksakan

Kamis, 13 September 2012

Jakarta: DPR menilai pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau terkesan dipaksakan. Dewan menemukan banyak kekurangan saat meninjau beberapa arena pertandingan.

Anggota Panitia Kerja (Panja) PON XVIII Ahmad Zainuddin menuding anggaran Rp2,2 triliun tak digunakan efektif. Panja menemukan sejumlah veneu yang tidak memadai. “Ruangannya sangat sempit dan tidak ada tempat yang layak untuk supporter dan atlet,” kata Zainuddin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (13/9).

Zainuddin mengatakan, dana Rp2,2 triliun mestinya bisa digunakan untuk pembinaan atlet yang terpadu. Ini jauh lebih bermanfaat. Arena billiard misalnya, semula direncanakan berada di lantai dua. Karena belum jadi, akhirnya dipaksakan dibuat di lantai 1 yang seharusnya untuk bowling.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini mengungkapkan, di arena softball hanya arena bertanding yang siap. Itu pun dikeluhkan para atlet. Karena lapangan tidak rata. Sedang tempat latihan memukul, tribun penonton, tempat latihan melempar dan pemanasan belum siap sama sekali.

Temuan lainnya adalah di venue lapangan menembak. Menurut Zainuddin, tempat pertandingan tidak sesuai standard dan arena menembak. Hal ini dinilai akan mubazir karena bila ada rekor menembak yang terpecahkan tidak dapat diakui sebagai rekor baru.

Karena itu, Panja akan mengevaluasi masalah ini dan meminta pertanggungjawaban pemerintah. “Kalau tidak siap, harusnya jangan dipaksakan karena hanya menghabiskan anggaran tanpa ada hasil yang memadai. Itu mubazir namanya,” kata Zainuddin.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkomentar di website kami

 

© Copyright Berita Lamongan Terkini 2010 -2011 | Design by Kabarlamongan.com | Published by Nirwana Digital Print | Powered by Blogger.com.