Iklan

Iklan
Advertorial
News Update :

Sosialisasi

Jumat, 23 Maret 2012

Kalian masih ingat, sejak kecil hingga sekarang pun kita  diajari oleh orangtua kita tentang perilaku yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan, yang baik dan yang buruk, yang sopan dan yang tidak sopan, hak dan kewajiban, dan sebagainya. Kalian mungkin juga pernah mengajari adik-adikmu bila menerima sesuatu pemberian dari orang lain tidak boleh menggunakan tangan kiri dan harus menggunakan tangan kanan. Adikmu juga harus mengucapkan terima kasih kepada orang tersebut. Di rumah orangtua selalu mengajarkan kepada kalian  bahwa kalian harus menghormati orang yang lebih tua, sebelum makan harus mencuci tangan dan berdoa terlebih dahulu, bila bertamu ke rumah teman harus mengucapkan salam, tidak boleh mengambil barang milik orang lain tanpa ijin, dan sebagainya. Di sekolah kalian diajari oleh guru untuk mentaati semua peraturan sekolah, untuk mengucapkan salam kepada setiap guru, harus berbakti kepada orangtua, menghormati guru, berdoa sebelum dan setelah pelajaran, dan sebagainya. Guru memberi hukuman kepada kalian bila datang terlambat, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, tidak tertib selama mengikuti pelajaran, dan sebagainya. Guru di sekolah mengajak kepada kalian semua untuk menjadi anak yang pandai, taat dan patuh, sopan dan santun, hormat kepada orangtua dan guru. Di lingkungan masyarakat kalian diharapkan untuk menjadi anggota masyarakat yang baik. Di lingkungan masyarakat kalian tidak diperbolehkan minum-minuman keras, mengkonsumsi obat-obatan terlarang, ngebut, berkelahi, dan sebagainya. Sebaliknya kalian diharapkan hidup rukun, saling tolong menolong, saling menghormati, gotong royong, dan sebagainya.

Dari bacaan di atas, apa yang dapat kalian simpulkan ? Apa yang diajarkan oleh orangtua, kakak, guru, teman, dan masyarakat kepada kalian, dan proses belajar yang kalian lakukan sendiri tidak lain agar kalian menjadi anggota keluarga, siswa, teman, dan anggota masyarakat yang baik. Orang yang baik adalah orang yang berperilaku sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat itu. Orang menghidari dan menjahui apa yang menjadi larangan dari masyarakat. Bila semua orang baik maka akan tercipta masyarakat yang tertib. Ketertiban masyarakat tidak lahir dari proses yang bersifat kodrati atau bersifat alamiah, melainkan lahir melalui  proses belajar. Proses belajar seperti itu berlangsung secara terus menerus sepanjang hayat dan sepanjang masyarakat itu masih ada.Proses belajar seperti itulah yang dalam sosiologi disebut dengan sosialisasi. Melalui sosialisasi individu-individu masyarakat belajar mengetahui dan memahami perilaku apakah yang boleh dilakukan dan perilaku apakah yang tidak boleh dilakukan dalam masyarakat.

Proses pembelajaran yang diberikan oleh lingkunagn keluarga , sekolah, dan masyarakat kepada individu, dan proses belajar peran yang dilakukan secara perorangan seperti digambarkan di atas disebut dengan sosialisasi Melalui sosialisasi anggota masyarakat akan saling mengetahui peranan masing-masing dalam masayarakat, dan karena itu anggota masayarakat dapat berperilaku sesuai dengan peranan sosial masing-masing itu, tepat sesuai yang diharapkan oleh norma-norma sosial yang ada. Selanjutnya antar anggota masyarakat dapat saling menyerasikan dan menyesuaikan perilakunya ketika melakukan interaksi sosial . Bila demikian, apa sebenarnya yang dimaksudkan dengan sosialisasi ?

PENGERTIAN
Sosialisasi adalah suatu proses belajar yang seseorang menghayati (internalisasi) norma-norma sosial di mana ia hidup sehingga menjadi individu yang baik. Atau sosialisasi adalah suatu proses mempelajari kebiasaan dan tata kelakukan untuk menjadi bagian dari suatu masyarakat.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkomentar di website kami

 

© Copyright Berita Lamongan Terkini 2010 -2011 | Design by Kabarlamongan.com | Published by Nirwana Digital Print | Powered by Blogger.com.