Media sosialisasi merupakan tempat di mana sosialisasi itu terjadi. Paling tidak ada tiga media sosialisasi, yaitu: keluarga, sekolah, dan lingkungan bermain.
a. Keluarga
Dalam kehidupan sehari-hari kalian tidak hanya hidup di rumah. Selain di rumah kalian paling tidak selama enam sampai tujuh jam, bahkan ada yang lebih dari tujuh jam tinggal di sekolah. Pulang dari sekolah kalian bergabung dengan teman-teman di kampung untuk bermain bersama. Cobalah hitung berapa jam rata-rata kalian tinggal di rumah ? Selama tinggal di rumah, siapa saja anggota keluarga yang juga tinggal serumah dengan kalian ?
Cobalah ingat-ingat selama di rumah kalian pernah mengalami kebiasaan, teguran, nasihat, perintah, atau larangan apa saja yang diberikan, baik oleh orangtua atau anggota keluarga lain ? Bagaimana sikap kalian ketika ditegur, dinasihati, diperintah atau dilarang melakukan sesuatu oleh orangtua atau anggota keluarga lain ? Ketika pulang sekolah kalian tidak langsung pulang ke rumah tetapi bermain ke rumah teman terlebih dahulu tanpa seijin orangtua, tentu kalian akan ditegur dan dinasihati oleh orangtua. Pernahkan kalian melakukan tindakan itu ? Apa yang dilakukan oleh orangtuamu ketika waktunya belajar kalian bermain play station atau kalian justru ke luar rumah bermain dengan teman ? Tentu kalian akan mendapatkan teguran dan nasihat. Selama berada di rumah tindakan-tindakan apa saja yang tidak boleh kalian lakukan?
Keluarga merupakan tempat pertama seorang anak yang baru lahir mengalami proses sosialisasi. Di keluarga inilah seorang anak mengenal lingkungan sosial dan budayanya, dan juga mengenal anggota keluarganya: ayah, ibu, kakak, kakek, dan nenek. Pembentukan kepribadian anak sangat dipengaruhi oleh bagiamana keluarga itu memberikan pendidikan kepada anak-anaknya baik melalui kebiasaan, teguran, nasihat, perintah, atau larangan.
Dengan demikian, keluarga merupakan lembaga yang paling penting pengaruhnya dalam sosialisasi manusia. Kepribadian anak ditentukan oleh bagaimana orangtua dan anggota keluarga lain memotivasi anak agar mau mempelajari pola perilaku yang diajarkan kepadanya. Motivasi bisa positif, bisa juga negatif.
Motivasi positif dengan memberikan ganjaran (hadiah) kepada anak bila berhasil melakukan sesuatu yang bermanfaat. Sedangkan motivasi negatif adalahn memberikan hukuman bila anak tidak mentaati perintah atau melanggar larangan. Pernahkan kalian mendapatkan hadiah atau hukuman dari orangtua ? Bila pernah mengapa kalian diberi hadiah dan mengapa kalian dihukum?
b. Sekolah
Kalian saat ini sedang belajar di sekolah. Selama di sekolah juga dididik dan dibimbing oleh guru-guru agar kalian menjadi anak yang baik dan pandai. Di sekolah kalian diminta untuk mentaati seluruh peraturan sekolah, seperti memakai seragam, datang ke sekolah tepat waktu, mengerjakan tugas-tugas dan pekerjaan rumah, dan sebagainya. Di sekolah kalian juga dididik untuk rajin belajar, jujur, kerja keras, disiplin, menghormati guru, dan sebagainya.Pernahkah kalian atau temanmu melanggar peraturan sekolah ? Bila pernah hukuman apa yang kalian dan temanmu terima dari sekolah ? Tahukah kalian mengapa kalian dihukum ? Selain hukuman, pernahkan kalian atau temanmu menerima hadiah dari sekolah ? Alasan apa sekolah memberi hadiah kepada kalian atau temanmu ? Dan bagaimana sikapmu ketika menerima hadiah dari sekolah tersebut?
Sekolah akan menjatuhkan hukuman kepada siswa yang melanggar peraturan sekolah. Hukuman tersebut bisa berupa teguran hingga seorang siswa dikeluarkan dari sekolah, sekolah akan memberikan hadiah kepada siswa yang mempunyai prestasi, misalnya, menjadi juara kelas, prestasi di bidang olahraga, prestasi di bidang kesenian, dan sebagainya. Hadiah yang diberikan sekolah bisa berupa uang, piala, piagam, pujian, dan sebagainya.
c. Kelompok Bermain
Pada hari libur atau pulang sekolah kalian memanfaatkan waktu luang untuk bermain dengan teman-temanmu di luar umah. Siapa teman-teman yang kalian ajak bermain? Tentu kalian mempunyai teman sekolah, teman dari tetangga, dan teman dari kerabat. Jenis mainam apa yang kalian mainkan bersama-sama dengan temanmu? Pernahkan kalian bermain menjadi seorang guru atau murid ? Bila pernah apa yang kalian pelajari dari peran seorang guru atau murid ?
Di dalam kelompok bermain seorang anak memperoleh berbagai pengetahuan dan pengalaman, yang tidak didapatkannya di keluarga maupun sekolah. Di dalam kelompok bermain, seorang anak mempelajari norma, nilai, budaya, dan peran yang dibutuhkan individu untuk memungkinkan keterlibatannya dalam kelompok permainannya. Misalnya, seorang anak mempelajari nilai kerjasama, gotongroyong, kebersamaan, saling menolong, dan sebagainya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami