Seorang bayi dilahirkan ke dunia ini seperti kertas putih bersih. Kertas putih tersebut akan ditulisi atau dilukis seperti apa sangat tergantung pada siapa yang menulis atau melukisnya. Demikian juga dengan kepribadian individu manusia. Kepribadian individu manusia tidak dibawa sejak lahir, namun dibentuk oleh lingkungan sosialnya, yaitu keluarga, sekolah, tetangga, kelompok sebaya, organisasi, dan sebagainya. Pengaruh lingkungan sosial itulah yang membentuk kepribadian seseorang. Warisan biologis hanyalah menyediakan bahan mentah kepribadian. Misalnya manusia yang sehat dan normal mempunyai persamaan biologis tertentu, seperti panca indera, dan otak yang rumit. Persamaan biologis ini membantu menjelaskan beberapa persamaan dalam kepribadian. Manusia dilahirkan tidak sebagai makhluk yang tegas dan dengan susunan saraf yang telah sempurna, atau dengan kata lain manusia pada saat dilahirkan tidak memiliki insting-insting kodrati yang diwarisi secara biologis. Dalam kondisi demikian dibutuhkan lingkungan sosial yang membentuk atau mempengaruhi kepribadian manusia.
Binatang, pada umumnya begitu dilahirkan dari induknya dapat hidup sendiri. Seekor ular yang menetas di tengah semak-semak bisa bertahan hidup, meskipun diacuhkan oleh induknya. Tanpa hidup dalam kelompokpun seekor ular dapat bertahan hidup. Bagaimana dengan manusia ? Apakah dapat bertahanhidup tanpa kehadiran kelompoknya ? Bagaimana menurut pendapat kalian ? Manusia tidak dapat hidup tanpa kelompok. Dalam hidupnya ia selalu tergantung pada orang lain atau kelompoknya.
Demikian juga dalam pembentukan kepribadian, manusia sangat tergantung pada orang lain atau kelompoknya. Kepribadian seseorang dibentuk setelah ia dilahirkan ke dunia. Pembentukan kepribadiannya melalui dua proses, yaitu: Pertama, proses sosialisasi yang dilakukan tanpa sengaja melalui interaksi sosial, dan kedua, proses sosialisasi yang dilakukan secara sengaja melalui proses pendidikan dan pengajaran.
Proses sosialisasi tanpa sengaja terjadi jika seorang individu yang disosialisasi menyaksikan apa-apa yang dilakukan oleh orang-orang di lingkungan sekitarnya di dalam interaksi antar mereka, kemudian dengan menyaksikan tingkah laku mereka individu melakukan internalisasi pola-pola tingkahlaku dan pola-pola interaksi tersebut beserta norma-norma sosial yang mendasarinya ke dalam mentalnya.
Proses sosialisasi yang disengaja terjadi apabila seorang individu (yang disosialisasi) mengikuti pengajaran dan pendidikan yang dilakukan dengan sengaja oleh pendidik-pendidik yang mewakili masyarakat, dengan tujuan yang disadari agar norma-norma sosial bisa dipahami individu yang disosialisasi tersebut dan bisa tertanam baik-baik dalam batinnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami