Kabarlamongan.com:“Tidak akan terjadi hari kiamat sampai kalian melihat tanda:
terbitnya matahari dari tempat terbenamnya, Ya’juj dan Ma’juj, keluarnya
binatang, tiga khusuf (di Timur, di Barat dan Jazirah Arab), api yang
keluar dari negeri Aden (kota di Yaman) yang menggiring manusia atau
mengumpulkan manusia di malam dan di siang hari tetap bersama mereka
dimana pun mereka berada." (HR. At-Tirmidzi no. 2183)
Berakhirnya
kalender Suku Maya membuat sebagian orang di belahan dunia percaya
bahwa hari di mana bumi dan segala isinya digoncangkan, atau yang lebih
akrab kita sebut sebagai hari kiamat akan terjadi pada hari Jum'at
tanggal 21 Desember 2012. Di berbagai negara, segala persiapan pun telah
dilakukan guna mengantisipasi fenomena alam terdahsyat itu.
Sebagai
seorang muslim, kita memang harus meyakini bahwa hari kiamat itu pasti
terjadi karena percaya akan adanya hari kiamat merupakan rukun iman yang
ke–6. Namun, hal itu merupakan rahasia Tuhan. Tidak ada satu orang pun
yang mampu meramalkan kapan hari kiamat itu terjadi.
Kiamat
kecil, seperti halnya kematian dan bencana alam yang terjadi di
mana-mana, juga merupakan sebuah peringatan untuk kita sebelum akhirnya
giliran kita itu tiba. Bahwa segala yang ada di muka bumi ini akan
berpenghujung pada-Nya.
Tidak ada manusia yang mampu menandingi
kuasa-Nya. Buktinya, tanggal–tanggal yang diperkirakan terjadinya hari
kiamat berlalu begitu saja. Namun, setiap peristiwa memang selalu
terkandung hikmah di dalamnya. Dari gencarnya pemberitaan mengenai hari
kiamat ini kita dapat mengambil pelajarannya untuk memperbanyak lagi
amal baik.
Datangnya hari kiamat itu bukan untuk ditakutkan
melainkan untuk dipersiapkan. Berjaga-jaga manakala janji Allah akan
adanya hari kiamat itu benar-benar tiba.
“Ya Allah, aku
berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam dan siksa kubur, fitnah
kehidupan dan kematian, serta keburukan fitnah Dajjal.”(republika)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami