Kabarlamongan.com:Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku Indonesia akan bisa bersaing dengan dunia, khususnya negara maju, untuk memproduksi mobil listrik. Sebab, teknologi yang dipakai juga tidak kalah dengan asing.
"Soal
mobil listrik, kita bisa bersaing dengan Jepang, Eropa, maupun Amerika
Serikat," kata Dahlan saat ditemui di peluncuran mobil Ferrari di kantor
PSSI, Senayan, Minggu (23/12/2012).
Menurut Dahlan, teknologi mobil listrik yang dimotori oleh insinyur dari Tanah Air
juga tidak kalah bersaing dengan insinyur asing. Dahlan mencontohkan
mobil listrik dengan model Tucuxi bergaya mirip Ferrari ini hanya
dirakit di sebuah bengkel di Yogyakarta.
Dahlan menuturkan
pencipta desain tersebut adalah Danet Suryatama. Insinyur lulusan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dengan gelar doktor dari
Michigan, AS, ini sudah lebih 10 tahun menjadi engineer di pabrik mobil AS.
Cerita
dari Danet, Dahlan mengaku konsep mobil itu sudah dibuat sejak 2008
lalu. Model ini berbeda dengan model mobil mewah lain, seperti Ferrari
dan Lamborghini. Model Tucuxi inilah yang kini dipakai sebagai model
mobil listrik milik Dahlan Iskan. "Model mobil ini sebenarnya akan
ditawarkan ke Amerika Serikat. Namun, Danet ternyata bertemu saya dan
saya suruh buat mobil dengan model seperti ini di Indonesia," tambahnya.
Menurut
Dahlan, konsep mobil listrik ini untuk mengantisipasi konsumsi bahan
bakar minyak (BBM) yang terus melonjak setiap tahun. Padahal, Indonesia
harus memiliki alternatif mobil dengan bahan bakar lain atau energi lain
untuk menekan konsumsi BBM tersebut, misalnya dengan tenaga listrik,
air, atau gas.
Dahlan menilai Indonesia tidak akan mampu menyaingi
produsen mobil asing yang sama-sama memakai konsumsi BBM. Sebab,
produksi mobil mereka seperti Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat
tentunya sudah lama dan didukung oleh proses riset dan pengembangan yang
mumpuni. Sementara untuk mobil listrik ini, masing-masing negara di
dunia memang sedang mengembangkan proyek serupa. Mobil ini akan dijadikan kendaraan alternatif untuk bisa menekan konsumsi BBM di dunia.
"Kalau
dilihat secara maraton seperti mobil Jepang dan Amerika itu sudah
banyak di Indonesia. Kita mau baru mulai (produksi mobil dengan konsumsi
BBM), jadi tidak mungkin terkejar," tambahnya.
Sekadar catatan,
mobil listrik Ferrari milik Dahlan Iskan ini dirancang oleh Danet dan
perajin asal Yogyakarta, yaitu Kunto Wibisono. Kunto ini adalah manajer
marketing dari Kupu-kupu Malam Auto Fashion. Kupu-kupu Malam ini adalah
sebuah nama bengkel yang ada di Jalan Magelang km 4,5. Di sini, beragam
model mobil dirakit untuk memenuhi pesanan sang pemilik. "Karena sudah
memiliki rangka model mobil, sebulan kami bisa memproduksi model mobil
Tucuxi ini sekitar 2-3 mobil," kata Danet.
Hingga saat ini, mobil
listrik dengan model Tucuxi ini sudah dipesan oleh 40 orang. Salah
satunya adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Karena ingin
eksklusif, Danet pun akan memproduksi model mobil ini secara terbatas.
Dia ingin agar model mobil ini hanya dibatasi sebanyak 200 unit saja di
Indonesia. Setelah itu, stop produksi dengan model tersebut. Nantinya
bisa dikembangkan model lain.
Saat ini, sekitar 50 persen komponen
dari mobil listrik ini masih impor, khususnya dari baterai, motor, dan
beberapa sparepart kecil yang tidak mungkin dibuat di Indonesia. Namun,
pihak Kementerian BUMN meyakinkan agar motor dan baterai mobil listrik
ini bisa dibuat sendiri di Indonesia.
Dahlan Iskan sendiri telah
menunjuk PT Nipress Tbk di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, untuk membuat
baterai berjenis litium forre phosphat. Harapannya, Nipress dapat
memproduksi baterai litium tersebut pada Mei 2013. Dengan beberapa suku
cadang yang bisa diproduksi di Indonesia, harga mobil listrik ini
nantinya bisa ditekan.(Kompas)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami