Enam Ribu Guru Ikuti Upacara Hari Guru
Sabtu, 08 Desember 2012
Kabarlamongan.com: LAMONGAN - Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-67 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Lamongan tahun ini dilangsungkan lebih meriah dari biasanya. Baru di tahun ini, peringatan harinya pahlawan tanda jasa itu dilangsungkan dalam sebuah upacara yang dihadiri sekitar enam ribu guru di Alun-alun Kota Lamongan, Sabtu (8/12/2012).
Panitia juga menyiapkan ribuan porsi makanan untuk para guru. Diacara seremonial itu juga diberikan santunan sosial kepada tiga panti asuhan (PA) yaitu PA Wachid Hasyim, Siti Khodijah dan PA Al - Mizan. Juga diberikan penghargaan kepada Juhaeri dari SDN Jetis IV yang mendapatkan juara nasional Lomba Cipta Buku Kumpulan Puisi untuk SD dari Kemendikbud pada November lalu.
Namun dibalik kemerihaan itu, masih saja ada sebagian guru yang nakal, meski datang ke tempat upacara Alun – alun namun tidak mengikuti upacara. Mereka memilih nongkrong di warung - warung di lingkungan pasar kota dan lainnya sibuk berbelanja saat upacara yang diikuti teman – teman berlangsung. Padahal mereka tengah mengenakan seragam untuk upacara.”Mas bukan kami menghindar, tapi peserta upacara berjubel dan hampir Alun – alun tidak muat,”aku salah satu guru bersama sejumlah guru yang nongkrong di warung lingkungan Pasar Kota yang tak bersedia disebut namanya.
Diungkapkan kedatangannya dari rumah sudah diniati untuk mengikuti upacara, tapi karena kondisinya tidak memungkinkan, akhirnya memilih ngopi di warung dan menanti usai upacara berlangsung. “Kita tidak ikut upacara juga tetap menunggu teman – teman yang upacara,”tambahnya.
Alasan lain, meski tidak ikut upacara di Alun – alun, namun kedatangannya ke kota Lamongan sebagai bukti masih memiliki rasa nasionalisme dan ketaatan sebagai guru yang menghargai hari guru dan PGRI.
Sementara itu ribuan guru usai upacara terlihat semangat menyambut HUT guru yang diaktualisasikan dengan makan bersama lewat ribuan porsi makanan yang disediakan panitia.
Upacara pagi itu didesain serba semarak. Kelengkapan upacara seperti grup paduan suara yang biasanya diisi belasan orang, pagi itu diisi ratusan guru. Kemeriahan peserta grup drum band dan kesenian lainnya. Upacara itu kemudian ditutup dengan penampilan grup drum band dan disambung tasyakuran di Pendopo Lokatantra. Di sana telah disiapkan ribuan porsi makanan untuk para guru.(surya)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami