Lamongan - Keluarga Marianto, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Lamongan yang terancam hukuman mati di Malaysia merasa resah. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan agar Marianto tidak dihukum mati.
Ibu kandung Marianto, Mar'atun warga Desa Sidomukti, Kecamatan Brondong, Lamongan terlihat termenung di rumahnya. Mar'atun resah setelah mendengar kabar jika anaknya terancam hukuman mati. Bahkan, Mar'atun mengaku sudah beberapa hari ini tidak bisa tidur karena memikirkan nasib anaknya tersebut.
"Sejak mendengar kabar itu, saya tidak bisa tidur memikirkan nasib anak saya," kata Mar'atun, saat berbincang dengan wartawan di rumahnya, Selasa (9/10/2012).
Pihak keluarga ujar Mar'atun, tidak mengetahui secara pasti penyebab Marianto sampai terancam hukuman mati di Malaysia. Menurut Mar'atun, anaknya sudah 15 tahun bekerja di Malaysia sebagai kuli bangunan.
"Marianto mengadu nasib ke Malaysia untuk memperbaiki nasib karena keluarganya yang tak mampu," katanya.
Pihak keluarga hanya berharap kepada pemerintah agar segera turun tangan membebaskan Marianto agar bisa kembali pulang ke Lamongan.
"Marianto selama ini menjadi tulang punggung keluarga," jelas Mar'atun dengan menitikan air mata.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami