Iklan

Iklan
Advertorial
News Update :

WWF Prihatin Orangutan Terbakar Mati

Kamis, 30 Agustus 2012

Jakarta: Aktivis lingkungan World Wildlife Fund (WWF) prihatin dan menyayangkan matinya orangutan yang terbakar di Kalimantan Barat. Padahal, sebelumnya kondisi hewan dilindungi tersebut sempat membaik.

"WWF prihatin dan tentunya menyayangkan, semestinya itu tidak perlu terjadi," kata Koordinator Konservasi WWF-Indonesia, Chaerul Saleh di Jakarta, Kamis (30/8).


Chaerul mengatakan, tadinya orangutan jantan yang berusia sekitar 16-17 tahun itu diharapkan segera sembuh setelah dipindah ke fasilitas Pusat Rehabilitasi dan Konservasi Internasional Rescue, Kabupaten Ketapang.

Kronologis kejadian terbakarnya orangutan tersebut berawal dari usaha masyarakat untuk mengusir orangutan yang memasuki perkebunan mereka pada Ahad (26/8) di Kampung Parit Wadongkak, Desa Wajok Hilir, Pontianak, Kalimantan Barat.

Berbagai upaya sudah dilakukan termasuk melaporkan ke Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) setempat yang berusaha membius orangutan untuk dievakuasi, tapi tidak berhasil. Masyarakat berinisiatif untuk mengasapi dengan menggunakan api, tapi malah pohon kelapa ikut terbakar dan turut membakar orangutan tersebut.

Koordinator WWF Kalbar, Hermayani Putra yang dihubungi juga mengaku bersedih dengan matinya orangutan tersebut karena berbagai upaya maksimal sudah dilakukan. "Orangutan itu mati sekitar pukul 22.30 WIB. Oleh tim gabungan diputuskan dibawa ke Pontianak untuk autopsi," kata Hermayani.

Menurut dia, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari dokter, sebenarnya kondisi luka bakar orangutan tersebut tidak begitu parah, tapi karena tingkat hidrasi dan stres yang tinggi bisa menjadi penyebab matinya satwa itu.

"Kemarin sore kondisinya semakin membaik. Tapi untuk memastikan penyebab kematian orangutan akan dilakukan autopsi," tambah Hermayani Putra.

Lebih lanjut dia menyatakan, WWF akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab keluarnya orangutan seberat 70 kg itu dari habitat aslinya sampai masuk ke perkebunan masyarakat.

Populasi orangutan saat ini semakin berkurang karena rusaknya habitat asli mereka disebabkan pembukaan lahan perkebunan maupun illegal logging. Diperkirakan saat ini populasi orangutan di Kalimantan hanya tersisa 50.000 ekor saja.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkomentar di website kami

 

© Copyright Berita Lamongan Terkini 2010 -2011 | Design by Kabarlamongan.com | Published by Nirwana Digital Print | Powered by Blogger.com.