Pangkalpinang: Masyarakat Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengeluhkan aliran listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Bangka Belitung yang sering byar-pet. Selain mengganggu kegiatan rutin warga, mati listrik dapat mengakibatkan kerusakan perangkat elektronik milik konsumen.
"Listrik PLN di Babel ini tidak stabil, sering mati dan hidup dalam waktu singkat sehingga banyak peralatan elektonik cepat rusak," ujar Sui, warga Kelurahan Gabek, di Pangkalpinang, Kamis (23/8).
Sui mengatakan, beberapa hari sebelum Lebaran ada pemberitaan bahwa PLN menjamin tidak ada pemadaman saat Lebaran. Tetapi kenyataannya listrik padam selama tujuh jam lebih.
Menurut warga, pemadaman listrik adalah hal wajar asal diberitahukan terlebih dahulu sehingga warga bisa mengantisipasi. "Kenyataanya tidak ada pemberitahuan yang jelas melalu radio atau media massa lainnya. Pemadaman listrik seanaknya saja," ujarnya.
Di samping itu, Sui berharap kepada PLN, ketika melakukan perbaikan jaringan hendaknya tidak melakukan penyambungan arus sebelum rangkaian tersebut terpasang sempurna, karena sangat berbahaya.
Sementara itu, warga lainnya, Deni, warga Kampung Opas mengeluhkan kinerja PLN yang kurang memperhatikan konsumen. "Sebab, jika kondisi listrik terus-terusan seperti ini, pasti barang elektronik masyarakat cepat rusak. Kalau rusak siapa yang bertanggung jawab?" tanya Deni.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami