London: Salat Id di KBRI London, Inggris, Ahad (19/8) berjalan khidmat. KBRI menyelenggarakan salat Idul Fitri 1433 Hijriah dimulai pada pukul 10.00 GMT.
Namun, sejak pukul 08.00, umat Islam asal Indonesia mulai berdatangan dari berbagai daerah untuk mengikuti salat Id di gedung KBRI London yang terletak di Grosvenor Square, dekat Kedutaan Amerika Serikat.
Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia, Lastry Thayeb bersama ratusan warga Indonesia - termasuk para pekerja, mahasiswa di Inggris - melaksanakan salat Id yang dipimpin oleh imam Hamim dan khatib Muhammad Muhtar Arifin Sholeh.
Dosen di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menyampaikan khotbah yang bertema 'Membangun Bangsa dengan Taqwa, Mengisi Kemerdekaan dengan Ketaqwaan'.
Doktor filosofi Universityy of Sheffield itu mengatakan membangun bangsa dengan ketaqwaan, mengisi kemerdekaan dengan ketaqwaan dapat diperhatikan dengan memperhatikan angka 17 Agustus, 17 Ramadan, dan 17 rakaat.
"Umat Islam Indonesia hendaknya berpartisipasi dalam membangun dan mengisi kemedekaan dengan 17 Ramadhan artinya berpedoman pada AL Qur'an dalam kehidupannya yaitu dengan cara mengimaninya, membacanya, mempelajarinya, mengamalkan dan mendawakan," katanya.
Usai salat, KBRI juga menyelenggakan open house untuk bersilaturahmi dengan umat Muslim lainnya. KBRI London juga tak lupa menyediakan makanan kecil untuk seluruh peserta peserta yang dibagikan usai salat Id.
Uniknya, makanan yang disediakan asli makanan Indonesia. Beberapa di antaranya berupa lemper, risoles, pastel, dan lapis legit. Makanan tersebut disediakan dalam sebuah kotak dus yang berjumlah 500 kotak.
Memet P Hasan dari Indonesia Islamic Centre London mengatakan bahwa umat Muslim Indonesia di London makin berkembang dan jumlahnya terus bertambah.
"Kami masih mencari dana bagi pembangunan IIC yang saat ini baru mempunyai rumah sederhana di Colidale yang kurang memadai untuk menampung umat Muslim di London.Saya harapkan ada pengusaha yang tergerak untuk menyumbangkan dana membangun mesjid yang dapat digunakan untuk tempat beribadah," ujar Memet P Hasan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami