Seperti dikemukakan di atas bawa peta mental akan mudah dijelaskan kepada orang lain bila diwujudkan dalam bentuk gambar nyata, yang berupa sketsa.
Sketsa juga dapat dibuat berdasarkan obyek nyata yang terdapat di muka bumi, seperti sketsa kenampakan bentang alam, sketsa route perjalanan siswa dari rumah hingga sekolah, sketsa tentang lokasi gedung pertemuan, pernikahan, dan lain-lain. Sketsa bukanlah peta. Oleh karena itu tidak terlalu mempertibangkan skala. Obyek yang tergambar pada sketsa hanya obyek penting sesuai tujuan pembuatannya. Misal: sketsa tentang letak gedung pertemuan untuk hajatan perkawinan. Sketsa tersebut hanya memuat obyek penting dan jalan-jalan penting menuju gedung itu, agar para tamu dengan mudah bisa menemukan lokasi gedung pertemuan perkawinan yang dimaksud, dan tidak tersesat, terutama bagi tamu yang berasal dari luar kota.
Berdasarkan sketsa pada Gambar para tamu undangan diberitahu bahwa gedung pertemuan perkawinan yang terletak di Jl. Merdeka berada di sebelah Pasar Minggu. Bagi tamu yang belum paham betul daerah itu, ditun- jukkan tanda-tanda khas kota ini (Landmark) yaitu Simpang Lima, dan Kebun binatang. Dimanapun Anda berada, bila sudah sampai di Landmark tersebut akan dengan mudah untuk menuju ke gedung pertemuan perkawinan, dengan mengikuti arah anak panah.
Gambar obyek dan tulisan dalam sketsa hendaknya tidak terlalu banyak, serta dibuat sesederhana mungkin, jelas dan tidak membingungkan. Obyek yang tidak sesuai dengan tujuan pembuatan sketsa harus dihilangkan. Contoh: sketsa pada Gambar bertujuan mengarahkan para tamu undangan menuju ke gedung pertemuan perkawinan di Jl. Merdeka sebelah timur Pasar Minggu. Obyek lain (rumah makan, toko kelontong, dll) yang tidak berkaitan dengan tujuan ditiadakan.



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami