Kabarlamongan.com: Dari Jabir bin Abdillah RA, ia berkata, “Telah diriwayatkan kepada kami
bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Wahai Kaab bin Ujroh, aku mohonkan
perlindungan untukmu kepada Allah dari kepemimpinan orang-orang bodoh.’
Kaab bertanya, ‘Apakah itu, wa hai Rasulullah?’
Beliau
menjawab, ‘Setelahku akan ada para penguasa di mana siapa yang ikut
mereka dan membenarkan ucapannya serta mendukung kezalimannya maka
mereka bukanlah golonganku dan aku tidak termasuk golongannya dan mereka
tidak akan masuk dalam telagaku’.”
“Dan barang siapa yang tidak
mau ikut mereka, tidak membenarkan ucapannya dan tidak mendukung
kezalimannya, maka mereka termasuk golonganku dan aku termasuk
golongannya serta mereka akan masuk dalam telagaku.”
“Wahai Kaab
bin Ujroh, shalat adalah taqarrub, puasa adalah benteng, sedekah
menghapuskan kesalahan seperti air memadamkan api. Hai Kaab, tidak akan
masuk surga orang yang dagingnya tumbuh dari makanan haram karena neraka
lebih dekat dengannya.” (HR Muslim, Nasai, ad-Darami).
Allah
memerintahkan kita agar selalu makan makanan halal dan menjauhi yang
haram sebagai bentuk syukur untuk menambah keberkahan hidup. (QS
al-Baqarah [2]: 172). Orang yang memakan makanan halal akan dilindungi
dari api neraka.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA, ia
berkata, “Seseorang di bawah tanggungan Rasulullah SAW bernama Kirkiroh,
kemudian ia meninggal. Namun Rasul berkata, ia akan masuk ke neraka.
Maka, para sahabat pergi memeriksanya, ternyata mereka menemukan sebuah
baju jubah hasil tipuan.” (Shahih Bukhari, hadis No. 2845).
Di
antara bahaya memakan harta haram, pertama, pelakunya akan masuk neraka.
“Barang siapa yang mengambil hak milik orang Muslim dengan menggunakan
sumpah, maka Allah akan mewajibkannya masuk neraka dan diharamkan masuk
surga.”
Seorang bertanya, “Walaupun barang yang kecil, wahai
Rasulullah?” Beliau bersabda, “Walaupun sepotong kayu arok.” (HR Muslim,
Nasai, ad-Darami dari Abu Umamah).
Kedua, pemakan haram tidak
akan mencapai derajat takwa. Orang bertakwa adalah ahli surga. Dari
Atiyyah as- Sa’di, Rasulullah SAW bersabda, “Seorang hamba tidak akan
mencapai derajat muttaqin sampai meninggalkan sebagian yang halal karena
khawatir.(Republika)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami