Iklan

Iklan
Advertorial
News Update :

Sidak Wapub Lamongan Kembali Menghasilkan

Sabtu, 12 Januari 2013

Temukan Ipal Pasar Tak Berfungsi
Kabarlamongan.com: Lamongan- Isntalasi Pengelolaan Air Lambah (Ipal) di UPT Pasar Ikan Lamongan senilai Rp 369.696.000 dari DAK 2012 yang baru tiga bulan selesai dibangun tidak berfungsi maksimal.

Bahkan IPAL yang dibangun Badan Lingkungan Hidup (BLH) itu hanya mampu mengola 40 persen total limbah Pasar Ikan.

"Saya kira semua limbah cair Pasar Ikan bisa total diolah. Tapi praktiknya paling - paling  hanya sekitar 40 persen dari keseluruhan volume air limbah pasar,"ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknik (UPT) Pasar Ikan, Nur Rohman di depan Wakil Bupati, Amar Saifudin bersama rombongan saat sidak ke Pasar Ikan, Jumat (11/01/2013) siang.

Nur Rohman juga mengakui jika keberadaan IPAL belum bisa menjawab dampak limbah Pasar Ikan  yang selama ini dikeluhkan warga lingkungan kota dan masyarakat yang melintas di kawasan jalan Laras liris dan jalan Kusuma Bangsa.

Limbah pasar masih banyak yang langsung terbuang ke kali dibanding yang masuk dikelola IPAL.   
Bahkan sampai detik ini menurutnya belum ada hasil sedikitpun pengolahan air limbah dari Pasar Ikan lewat instalasi IPAL tersebut.

Apalagi limbah Pasar Ikan tidak bisa total tertampung ke IPAL, karena volume limbah pasar lebih tinggi dibanding daya yang mampu ditampung di IPAL. 

Kelemahan lain menurut Nur Rohman, lantaran pembangunan IPAL tidak satu paket dengan saluran air limbah yang ada di lingkungan Pasar Ikan. Limbahnya tidak bisa semaunya masuk menjadi satu dalam tandon awal pengolahan IPAL sebelum dipompa masuk ke tangki IPAL yang terdapat bakteri pengurai. Bangunan saluran air tidak terkonsep untuk kepentingan pengolahan. 
 
Mendapati penjelasan itu, Wakil Bupti Amar Saifudin yang kini mulai rajin blusukan mengaku heran dengan awal perencanaannya. Mestinya harus ada keseimbangan bangunan antara saluran air dengan instalasi IPAL.

”Seharusnya ada study dulu, sehingga tidak terjadi seperti sekarang ini. IPAL sudah jadi tapi  nggak berfungsi. Lihat saja saluran air limbah menggenenag karena limbahnya tidak bisa mengalir,”ungkap Amar Saifudin.

Sementara itu Amar menyayangkan ketidak fahaman para pegawai Pasar Ikan soal bagaimana operasional IPAL  serta tidak adanya seorangpun staf dari Badan Lingkungan Hidup yang turut hadir saat dirinya sidak agar ada kejelasan pembangunan IPAL yang dinilainya tidak berfungsi.

Sementara itu Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Sukiman dikonfirmasi Surya menyatakan, belum maksimalnya IPAL. Itu karena saluran air yang ada dilingkungan Pasar Ikan tidak bisa  masuk ke satu saluran menuju tandon pertama IPAL.

”Karena saluran airnya dibangun oleh Dinas Perikanan dan Kelautan, sedang IPAL-nya oleh BDL,tidak menjadi satu paket dengan IPAL.

Makanya limbahnya sebagian besar masih terbuang langsung ke kali. Jadi salurannya memang belum sempurna,”kata Sukiman.

Seharusnya saluran air dari beberapa sudut pasar itu bisa menjadi satu pertemuan ke tandon pertaman pengolaan IPAL.  Ia tegas menolak statemen KUPT Pasar Ikan, Nur Rohman yang disampaikan kepada wakil bupati. Memang IPAL itu belum dioperasionalkan, tapi baru sebatas  mengurai bakteri di tangki pengurai.(Tribunnews)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkomentar di website kami

 

© Copyright Berita Lamongan Terkini 2010 -2011 | Design by Kabarlamongan.com | Published by Nirwana Digital Print | Powered by Blogger.com.