Kabarlamongan.com: Lamongan- Unit Donor Darah (UDD) PMI Lamongan belum mampu memenuhi permintaan kantong darah di daerah tersebut.
Ketua
PMI Lamongan Sudjiman mengungkapkan, pada tahun 2012, UDD Lamongan
hanya mampu memproduksi sebanyak 5.434 kantong darah, padahal kebutuhan
kantong darah mencapai 9.164 kantong. Artinya kekurangannya mencapai
3.730 kantong darah dalam setahun.
“Masih banyaknya kebutuhan
kantong darah yang harus diimpor dari UDD lain, terutama UDD Surabaya.
Akibatnya beban biaya PMI Lamongan bertambah,“ kata Sudjiman Ketua PMI
Lamongan saat pembukaan Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) di Ruang
Sabha Nirbawa Pemkab Lamongan, Rabu (9/1/2013).
Untuk
mengatasinya, UDD PMI membuat solusi dengan membentuk lebih banyak
Paguyuban Donor Darah Indonesia (PDDI). Saat ini sudah ada lima PPDi di
Lamongan. Yakni PPDI Lamongan, Kedungpring, Mantup, Babat dan Paciran.
Setidaknya dengan adanya paguyuban ini kekurangan stok darah bisa
teratasi, meski tidak seratus persen.(Surya)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami