Kabarlamongan.com: Diminati sejumlah klub besar Eropa, eks pelatih Barcelona Pep Guardiola memilih ke Jerman untuk melatih Bayern Munich. Cukup di luar dugaan, tanda tanya pun mengemuka; tujuan utama Guardiola untuk sekadar main aman atau memang ingin mencari tantangan?
Barcelona menjadi titik awal karier Guardiola. Sempat menangani Barca B, nama pria 41 tahun itu lalu mencuat dengan luar biasa ketika menangani tim seniornya. Pada periode 1 Juli 2008-30 Juni 2012, Guardiola berhasil mengantar Barca meraih 14 gelar juara, belum termasuk titel-titel individu untuknya, seperti Pelatih Terbaik La Liga (2009, 2010, 2011, 2012) dan Pelatih Terbaik FIFA 2011. Guardiola pun serta merta digadang-gadang amat pantas masuk ke jajaran pelatih-pelatih terbaik dunia.
Di musim panas 2012, pelatih yang semasa aktif bermain sempat bertualang ke Italia (membela Brescia dan AS Roma), ke Qatar (Al Ahli), dan ke Meksiko (Dorados de Sinaloa) itu mundur sebagai pelatih Barca dan menyatakan beristirahat dulu dari sepakbola. Tapi istirahatnya seperti kurang tenang karena ia terus-menerus dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa.
Setidaknya ada Manchester City dan Chelsea dari Inggris, dan AC Milan dari Italia, yang beberapa kali dihubungkan dengan Guardiola. Tetapi kemudian diumumkan bahwa Bayern Munich-lah yang akan ditangani klub itu pada musim depan, memicu munculnya gelombang keterkejutan, di antaranya seperti diutarakan dua manajer Liga Primer Inggris.
"Dia sudah memilih Bayern, itu jadi kejutan buat saya juga. Cuma dia yang bisa menjawab pertanyaan itu," aku Arsene Wenger yang merupakan manajer Arsenal.
"Saya begitu terkejut sampai-sampai saya bertanya kepada penasihat media saya dari Tottenham apakah kabar itu benar," timpal Andre Villas-Boas yang memanajeri klub London lainnya, Tottenham Hotspur.
Jika uang yang jadi alasan, City dan Chelsea sudah pasti siap memagarinya dengan gelimang dan taburan poundsterling. Lantas apa alasan Guardiola memilih Bayern dan Jerman?
Salah satu dugaan yang muncul adalah bahwa pilihan Guardiola didasari satu alasan utama; main aman. Pasalnya, kendatipun prestasinya bersama Barca sudah luar biasa, ada saja yang masih meragukan kemampuan Guardiola di kursi pelatih. Opini itu dilontarkan juga disertai cibiran bahwa kesuksesan Barca sejauh ini lebih dikarenakan adanya sosok Lionel Messi, pemain yang digadang-gadang sebagai yang terbaik di dunia saat ini.
Mereka yang beropini Guardiola cuma mencari aman kemudian berargumentasi bahwa Liga Jerman, biar bagaimanapun kompetitifnya, tetap masih kalah sengit dari Inggris ataupun Italia saat ini. Hal itu didasari fakta bahwa Bayern, kendatipun dua musim terakhir dikalahkan Borussia Dortmund dalam perebutan gelar juara Bundesliga, tetap amat dominan di Liga Jerman dengan torehan 22 gelar juara, jauh meninggalkan pengejar terdekatnya, FC Nuremberg (9 gelar), yang bahkan baru satu kali juara di era Bundesliga.
Faktor media-media Inggris, yang dikenal acapkali nyinyir terhadap mereka yang berkiprah dalam sepakbola di negara itu, baik di dalam maupun di luar lapangan, juga diduga menjadi alasan Guardiola secara khusus menghindari Premier League karena tidak mau pekerjaannya terlalu direcoki media.
Dugaan 'main aman' Guardiola kemudian juga dibumbui dengan celetukan bahwa ia enggan berada di kompetisi sebuah negara yang sudah pernah diikuti oleh rivalnya di Spanyol dulu, Jose Mourinho. Sebelumnya Mourinho sudah pernah menangani Chelsea (Inggris) dan Inter Milan (Italia), dan mengantar kedua klub itu meraih kesuksesannya masing-masing. Guardiola pun dituding tak berani bersaing dengan "hantu" Mourinho karena sepak terjangnya nanti niscaya akan terus dibanding-bandingkan. Jerman pun kemudian dijadikan pilihan.
"Pep sudah lari dari tantangan, lari dari Mou, dan mengambil pilihan yang mudah. Liga Jerman adalah liga yang lebih rendah (persaingannya) dan Pep akan menang bahkan tanpa turun dari bus tim," tulis seorang kolumnis Spanyol yang dikutip Guardian.
Akan tetapi, benarkah Guardiola cuma sekadar 'main aman' dengan memilih Bayern dan Jerman? Di sinilah muncul dugaan selanjutnya; pilihan dijatuhkan Guardiola karena memang ingin membuktikan diri lewat tantangan yang dihadirkan Die Roten.
Faktanya, kendatipun dikenal sebagai salah satu klub besar Eropa, sudah lama berselang sejak Bayern benar-benar tampil meraih trofi penanda jawara Eropa. Setelah merengkuh gelar Liga Champions pada tahun 2001 lalu, Bayern belum lagi bisa menambah koleksinya. Dalam tiga tahun terakhir, dua kali Bayern sampai ke final tetapi harus puas cuma jadi runner-up.
Guardiola, yang mengantar Barca meraih dua trofi Liga Champions dalam empat tahun terakhir, sudah pasti akan diserahi tugas untuk kembali membawa Bayern berjaya di Eropa. Sebuah tugas yang jelas tidak enteng. Jika berhasil melakukannya, Guardiola niscaya selangkah lebih dekat untuk membuktikan dirinya memang pelatih hebat.
"Guardiola memiliki pelung untuk memilih dan ia memilih dengan baik," tulis kolumnis AS Alfredo Relano, yang juga menyebut bahwa Bayern sedikit banyak memiliki kesamaan nuansa dengan Barca, salah satunya karena sama-sama diisi oleh orang-orang yang sebelumnya pernah menggeluti sepakbola di atas lapangan.
Bayern juga dinilai memiliki kesamaan lain dengan Barca, yakni adanya akademi top dan fasilitas klub mumpuni, membuat Guardiola bisa dengan leluasa menciptakan tim "Barca" lain dari nol di sana, yang mana berisikan pemain-pemain muda lokal binaan klub sendiri. Hal ini diduga turut membuat Guardiola dengan cerdik memilih Bayern guna membuktikan kemampuan, bukan cuma sebagai pelatih hebat tetapi juga pemoles bakat jempolan.
Satu hal yang menarik, seperti dipaparkan Guardian, kepindahan seorang warga Spanyol ke Jerman sebenarnya sangat lazim terjadi pada dekade 1960-an dan 1970-an silam sehingga tidak mengundang pertanyaan. Disebutkan, ribuan orang Spanyol saat itu boyongan ke Jerman demi satu tujuan yakni mencari pekerjaan dan mendapat penghasilan. Saat ini, untuk Guardiola, ada sebuah tanda tanya yang cuma dia yang dapat menjawabnya, apakah tujuan utamanya bekerja di Jerman nanti cuma sekadar main aman atau memang ingin mencari tantangan dan membuktikan kemampuan.(Detik)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami