Iklan

Iklan
Advertorial
News Update :

Menpora Baru Rela PSSI Di Banned, Johar Menentang

Sabtu, 12 Januari 2013

Kabarlamongan.com: Menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Roy Suryo mengungkapkan, jatuhnya sanksi (banned) dari FIFA jangan dianggap sebagai bencana bagi persepakbolaan nasional, dan sebaiknya menjadikan sanksi itu sebagai kebangkitan prestasi.

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono hari ini telah menunjuk Roy Suryo sebagai Menpora menggantikan Andi Mallarangeng yang gterlibat kasus korupsi proyek Hambalang.

Dalam keterangannya kepada wartawan di Istana Merdeka, Roy mengatakan, ada tiga tugas pokok yang harus dijalani sebagai Menpora, yakni terkait kasus korupsi yang membelit kantor Menpora, meningkatkan prestasi olahraga nasional, serta menuntaskan dualisme di organisasi persepakbolaan Indonesia (PSSI).

Roy mengakui penuntasan kisruh sepakbola nasional tidak mudah, mengingat waktu yang tersedia sangat pendek. Sebelumnya, berdasarkan hasil rapat komite eksekutif (Exco) FIFA, Indonesia diberi kesempatan hingga Maret 2013 untuk menyelesaikan konflik. Jika tidak, maka akan dikenakan sanksi.

“Selama ini kan sanksi untuk PSSI di-pending (tunda) terus. Andai nanti tidak bisa diselesaikan, maka Indonesia bisa di-banned. Begitu juga kalau pemerintah intervensi, karena tidak boleh di statuta. Tak masalah jika PSSI di-banned. Saya akan langsung komunikasi dengan FIFA, berkonsultasi dengan KONI/KOI,” ujar Roy.

“Jangan anggap banned ini sebagai kehancuran, tapi sebagai awal kebangkitan. Kita lihat negara-negara yang pernah di-banned seperti Yunani dan Brunei Darussalam. Sepakbola mereka justru maju setelah kena sanksi.”

Sementara itu, Ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein mengatakan, menteri pemuda dan olahraga (Menpora) yang baru Roy Suryo tak perlu repot menyelesaikan konflik di persepakbolaan nasional, karena sudah ada undang-undang yang mengaturnya.

Menanggapi terpilihnya Roy, Djohar mengatakan, pakar telematika itu merupakan pilihan terbaik dari Presiden. Djohar berharap Menpora baru bisa membantu menyelesaikan polemik sepakbola Indonesia. 

“Dia merupakan pilihan terbaik dari Presiden. Mudah-mudahan bisa secepatnya membantu menyelesaikan masalah, karena kita merupakan salah satu warga sepakbola terbesar di dunia,” ujar Djohar.

“Menpora tidak perlu repot mencari jalan keluar penyelesaian polemik sepakbola Indonesia, karena sudah ada undang-undang. Menpora hanya perlu merujuk kepada peraturan perundang-undangan [sistem keolahragaan nasional] untuk menyelesaikan semua permasalahan olahraga nasional.”(Goal)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkomentar di website kami

 

© Copyright Berita Lamongan Terkini 2010 -2011 | Design by Kabarlamongan.com | Published by Nirwana Digital Print | Powered by Blogger.com.