Kabarlamongan.com: Lamongan- Penghasilan peternak itik di Desa Tawangrejo, Kecamatan Turi ,
Kabupaten Lamongan, Jawa Timur bisa melebihi Upah Minimum Kabupaten
Lamongan. Saat ini UMK Lamongan Rp 900.000 per bulan, mulai 2012
direncanakan naik menjadi Rp 1.025.000. Sementara, peternak yang
memiliki 100 ekor itik, bisa meraih penghasilan sedikitnya mencapai Rp
1,3 juta per bulan, belum termasuk dari menjual bibit itik .
Ketua
Kelompok Wanita Ternak Sumber Rejeki , Musyarofah, Selasa (16/10/2012)
mengatakan, populasi ternak itik di bawah binaan kelompoknya terus
meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2009, sebanyak 17.425 ekor, naik
menjadi 24.570 ekor di tahun 2010, dan pada 2011 mencapai 33.294 ekor.
Musyarofah
menyebutkan, anggotanya terdiri dari 120 orang ibu-ibu. Produksi pada
2011 terdiri dari 138.861 kilogram telur , 16.791 kg daging, dan 17.700
ekor bibit itik. Telur asin yang diproduksi sebanyak 20.762 butir serta
tepung ikan (abon bebek) sebanyak 3.500 kg.
Keuntungan ternak
itik di wilayah itu karena wilayahnya dikelilingi tambak dan sungai.
Mereka tidak kesulitan pakan jika harga pakan pabrik sedang naik. Banyak
genangan air yang memproduksi pakan itik secara alamiah, seperti cepret (anakan ikan/ikan kecil), besusul (keong) , dan lepok (sejenis ganggang).
Selain
di Kecamatan Turi yang memiliki populasi ternak itik terbesar di
Lamongan, ternak hewan penyuka air ini tersebar di seluruh wilayah
Lamongan. Yang terbesar selanjutnya di Pucuk ada 28.363 ekor, Brondong
14.201 ekor, Kedungpring 12.407 ekor dan Maduran 9.855 ekor.
Sejak
tahun 2009, ada berbagai bantuan dari Pemerintah Kabupaten Lamongan.
Bantuan itu diantaranya pengolahan pakan, mesin penetas, dan bantuan
itik serta pembinaan melalui Program Gerakan Membangan Ekonomi
Masyarakat Lamongan berbasis Pedesaan (Gemerlap ) tahun 2011.
Bupati
Lamongan, Fadeli mengungkapkan eksistensi kelompok peternak
mengantarkan Lamongan tersebut meraih berbagai penghargaan. Pada 2011,
Lamongan meraih Investment Government Award (IGA) tingkat nasional, dan
pada 2012 meraih Otonomi Award kategori khusus pemberdayaan ekonomi
lokal (perempuan produktif). Tahun ini, Lamongan juga masuk nominasi
Lomba Kelompok Agribisnis Peternakan tingkat nasional. Semua itu
diharapkan bisa semakin memacu peternak meningkatkan produktivitas
ternak sehingga juga menambah penghasilan mereka. (kompas)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami