Kabarlamongan.com: Lamongan- Acara Pencanangan Hari Kesatuan Gerak PKK- KB- Kesehatan di Pendopo
Kecamatan Modo, Kamis (06/12/2012) yang dihadiri istri Bupati Lamongan
Hj. Makhmudah Fadeli diwarnai insiden mengharukan.
Peritiwa pilu itu terjadi saat Desi Duariyah, seorang ibu menggendong anaknya yang menderita Hydrocephalus ditolak panitia ketika mencoba menemui Makhmudah Fadeli.
Desi berniat menemui isti Bupati Lamongan, karena Hydrocephalus yang bersarang di kepala Nurcahyono (9) semakin membesar dan segera mendapat pengobatan.
“Saya ke sini pingin ketemu istri Bupati. Biar tahu kondisi anak saya
ini. Tapi kok panitia tidak memperbolehkan,” keluh ibu muda itu kepada
LICOM di halaman Pendopo Kecamatan Modo. Agar tak tampak rapuh, Desi
berkali-kali terlihat membendung air matanya yang akan tumpah.
Desi mengungkapkan, selama ini, keluarganya telah berjuang sekuat
tenaga untuk mencari biaya pengobatan Nurcahyono. “Kami pernah membawa
Nur berobat ke Rumah Sakit dr Soetomo di Surabaya dengan biaya sendiri,”
ujarnya.
Namun oleh dokter, ujar lanjur Desi, penyakit yang diderita
Nurcahyono hanya bisa sembuh melalui oprasi. “Kami tak punya biaya,”
ucap wanita asal Dusun Ngebok, Desa/Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan
itu.
Desi berharap, pemerintah daerah mau mamberi perhatiaan dan membantu biaya oprasi anak semata wayangnya itu.
Sementara itu, acara bertajuk “Menjadikan Masyarakat Lamongan Sehat
Terutama Bagi Anak-Anak Balita” di dalam pendopo berlangsung sangat
meriah. Ratusan ibu-ibu PKK begitu nampak bahagia sebab Makhmudah Fadeli
yang menjadi tamu utama sangat mendukung program gerak PKK dan KB.
Suasana di dalam pendopo tersebut, tentu sangat bertolak belakang
dengan apa yang dirasakan oleh Desi
Duariah. Ia hanya kembali pulang
sambil memendam perasaan kecewa.(lensaindo)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami