Jangan Impor Gula
Senin, 10 Desember 2012
Kabarlamongan.com: Hampir 95 persen kebutuhan tebu untuk produksi gula di sebuah PG dipasok dari petani. Dengan jumlah 62 pabrik dari 51 PG di bawah badan usaha milik negara (BUMN) dan 11 lainnya PG swasta, kapasitas produksi gula Indonesia mencapai 3,1 juta ton. Dengan demikian sebenarnya negeri ini sudah tak butuh impor gula.
Sekretaris Perusahaan (Sekper) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X, Mochamad Cholidi dikonfirmasi terkait upaya PTPN X meningkatkan produksi gulanya, Senin (10/12) mengatakan target produksi gula PTPN X tidak akan tercapai tanpa ada dorongan dari petani sebagai pemasok terbanyak kebutuhan tebu. Sebab, PTPN X bersama 11 PG di wilayah kerjanya telah mematok produksi gula dengan target 538 ribu ton pada 2013.
“Selain usaha-usaha lainnya, kesejahteraan petani memang menjadi fokus PTPN X dalam pengembangan usaha,” ujarnya.
Apakah dengan mensejahterakan petani, target swasembada gula juga akan tercapai ? Menjawab hal ini, Direktur Utama (Dirut) PTPN X, Subiyono mengungkapkan, sebenarnya Indonesia maupun Jawa Timur pada khususnya sudah tidak lagi impor. “Kenapa harus menunggu 2014 ? Sekarang pun bisa kalau mau,” katanya terpisah.
Dikatakan, sejumlah PG yang tersebar di Indonesia sudah sangat cukup memenuhi kapasitas gula secara nasional. Ia juga memastikan, dari 62 pabrik dengan 51 PG di bawah badan usaha milik negara (BUMN) dan 11 lainnya PG swasta kapasitas produksinya mencapai 3,1 juta ton.
“Dengan masa giling 160 hari dan rendemen mencapai 9. Saya yakin, produksi gula nasional akan terpenuhi hingga 3.136.000 ton. Dengan begitu, kesejahteraan petani akan ikut meningkat,” tuturnya.
Kondisi ini, lanjut Subiyono, juga tidak lepas dari keberadaan pabrik yang juga memiliki tiga kebun tembakau ekspor dan tiga rumah sakit dengan satu unit industri ‘cutting bobbin’ serta satu anak perusahaan itu selalu menjadi pemasok gula secara nasional sebanyak 2,56 juta ton atau sekitar 20% dari total kebutuhan.
Menurutnya, target ‘tradisi’ terkait realisasi produksi gula nasional akan terus ditingkatkan dari produksi tahun ini yang mencapai 494 ribu ton gula. “Ini lebih besar dari produksi gula PTPN lainnya. Untuk tahun depan (2013, red) kami lebihkan menjadi 538 ribu ton,” paparnya di Media Gathering di Inna Simpang Hotel, Sabtu (8/12) lalu.
Agar realisasi tersebut bisa terpenuhi sesuai dengan target yang ditetapkan, PTPN X akan memperluas area tanam tebu hingga 76 ribu hektare dari total lahan tahun ini seluas72 ribu hektar. Sebaran areal tanam tebu tersebut, 3 ribu hektar berada di Lamongan, Tuban serta Bojonegoro. Sedangkan seribu hektare lainnya adalah lahan baru yang dikembangkan di Madura dengan memanfaatkan lahan tidur.
“Ini untuk mendongkrak jumlah giling tebu hingga 6.449.000 ton dari 6.072.000 ton pada tahun 2012,” katanya.
Sekadar tahu, dari 11 PG yang dinaungi PTPN X, ditarget bisa memaksimalkan kapasitas giling sebesar 42 ribu ton ceen day (TCD) dari produksi saat ini yang hanya mampu memroduksi 37 ribu TCD. “Kalau kapasitas naik, sudah barang tentu laba ikut terdorong naik. Tahun depan bisa mencapai Rp 324 miliar dari laba tahun ini sebesar Rp 250 miliar,” ungkap Cholidi.
Sebelumnya, pada 2010, perseroan ‘plat merah’ ini mampu membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp188,22 miliar. Setahun kemudian, laba tersebut ikut terkerak naik dengan total capaian sebesar Rp 210,8 miliar. “Karena, kami juga menerapkan optimalisasi dengan efisiensi energi bahan bakar yang memanfaatkan limbah ampas tebu. Setiap tahunnya ada penurunan pemakaian BBM dari Rp 133,3 miliar pada 2007, sekarang bisa diefisienkan mejadi Rp 4 miliar, tahun depan jadi Rp1,5 miliar,” ungkapnya.(surabayapost)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami