Kabarlamongan.com: Malang- Malam ini akan tersaji duel tim yang musim lalu menjadi kuda hitam ISL, Persela Lamongan menghadapi Persiwa Wamena. Pada Musim lalu persela menempati peringkat ke-4 sedangkan Wamena satu strip diatasnya yaitu posisi ke-3.
Dua tim ini menuai hasil negatif pada
laga perdananya. Persela kalah 3-0 atas tuan rumah Arema, sementara
Persiwa dibantai sesama kontestan asal Papua Persipura Jayapura, juga
dengan skor yang sama.
“Ini ibaratnya duel tim terluka, karena kedua tim sama-sama menelan
kekalahan di laga pertama, juga dengan skor yang sama pula. Tapi sekali
lagi yang saya tekankan di sini adalah, ini turnamen pra-musim, jadi
jangan dilihat dari hasil pertandingannya. Sebab kami menilai, kerjasama
dan pematangan tim lebih utama ketimbang hasil saat ini,” ungkap
asisten pelatih Persela Lamongan Didik Ludiyanto, saat dikonfirmasi GOAL.com Indonesia.
Didik menjelaskan, meskipun timnya kalah telak pada saat meladeni
Arema, namun ada satu nilai lebih yang ditampilkan oleh skuatnya. “Meski
kalah, kami tetap tampil menyerang dan sempat mengimbangi permainan
Arema. Koordinasi dan kerjasama antar pemain juga sudah mulai kelihatan,
walau masih banyak terdapat kekurangan,” sambungnya.
Ia pun tak menampik, jika timnya memang masih lemah di sektor
belakang. Banyaknya pemain lama yang hengkang, belum mampu ditutupi
dengan baik oleh para pemain yang baru bergabung. Ini pula yang membuat
gawang Choirul Huda, dengan mudah dibombardir oleh para penyerang Arema
pada matchday pertama Grup C.
“Pembelajaran ini yang coba kami ambil hikmahnya, bersama dengan
pelatih kepala (Gomes de Oliviera, red) kami akan coba benahi. Saya
yakin pelatih kepala sudah mempunyai pandangan dan strategi lawan
Persiwa, sebab ia musim sebelumnya juga melatih di sana. Sama halnya
dengan kami, Persiwa juga dilatih oleh pelatih baru dengan banyak dihuni
oleh skuat baru, jadi peluangnya fifty-fifty,” jelasnya.
Saat disinggung mengenai sosok pemain Persiwa yang berpotensi
merepotkan skuat Persela dalam laga nanti, Didik menyebut figur Erick
Weeks. Meski ia juga memaparkan, para pemain tim berjuluk Badai
Pegunungan-julukan bagi Persiwa yang lain, juga mempunyai potensi
merepotkan.
“Kalau dibilang menonjol, Erick Weeks punya potensi itu. Tapi bukan
berarti kami menyepelekan para pemain Persiwa lainnya, semua pasti
mempunyai potensi merepotkan lini pertahanan kami. Jadi intinya, kami
akan lebih berhati-hati pada laga nanti, meski bukan berarti akan tampil
bertahan,” papar Didik.
Asisten pelatih yang juga menjadi partner Miroslav Janu saat masih
menukangi Persela musim lalu itu menjelaskan, pihaknya memang tak begitu
berambisi mengincar tahta juara pada turnamen IIC kali ini.
“Apalah artinya juara di IIC ini, apabila di kompetisi nantinya tak
sesuai dengan harapan. Jadi kami memandang, turnamen IIC ini sebagai
persiapan dan pembentukan kerangka tim, karena kami lebih fokus menatap
kompetisi resmi (Indonesia Super League, red),” pungkasnya.(goal)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami