Iklan

Iklan
Advertorial
News Update :

Lamongan Online

More on this category »

Politik

More on this category »

Teknologi

More on this category »

Tergoda Tawaran Istri Cantik, Seorang Tertipu Puluhan Juta

Sabtu, 01 Maret 2014

Kabarlamongan.com : Lamongan – Seorang pemuda pengangguran asal Tasikmalaya menipu warga Lamongan hingga 60juta, setelah ditawari calon istri berwajah cantik.
Adalah Yosep Supriyatna (23), yang menipu Bambang, warga Made, Kecamatan Lamongan.
Tak hanya Bambang yang menjadi korban Yosep. Ia juga menipu Ningsriwigati Rp 9 juta dan Endang, istri mantan Lurah Tumenggungan.
Awalnya, Yosep indekos di depan rumah Bambang. Melihat keluguannya, Bambang meminta Yosep pindah ke rumahnya sembari membantu pekerjaan rumah, dan tidak ditarik biaya kos.
Selama ikut Bambang, Yosep melancarkan aksinya dengan menawarkan perempuan yang diakui sebagai kakaknya untuk diperistri Bambang.
Ternyata, modus Yosep dipercaya korban. Bambang juga meminjamkan uang hingga sebesar Rp 60 juta padanya.
”Saya waktu itu ya percaya. Selain saya juga kasihan terhadapnya,” aku  Bambang saat dimintai keterangan di Polres Lamongan, Jumat (28/2/2014).
Namun, Bambang mulai curiga saat tetangganya Ningsriwigati bercerita kalau Yosep berhutang padanya Rp 9 juta. Pelaku juga membawa kucing-kucing mahal milik Endang.
Bambang bersama dua korban lainnya melaporkan Yosep, yang dalam perjalanan pulang menuju Tasikmalaya, Kamis (27/2/2014). Polisi pun berhasil menangkapnya di Bojonegoro.
AKP Efendi Lubis, Kasat Reskrim mengatakan, tersangka dijeratpasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan.
”Kita tahan mulai tadi pagi. Karena sudah jelas dan tersangka mengakui semua perbuatannya,” katanya. (surya/ding)

Tasya : Lamongan Pantas Raih Adipura Kencana

Kabarlamongan.com : Lamongan – Bersamaan dengan Hari Peduli Sampah 2014, Senin (24/2) dilakukan Peresmian Koperasi Sentral Bank Sampah dan Pencanangan 100.000 Biopori Mandiri di Lamogan. Kegiatan itu dihadiri oleh Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Pengelolaan Bahan Beracun Berbahaya (B3) Limbah B3 dan Sampah, Rasio Ridho Sani bersama Ketua Dewan Pertimbangan Adipura, Sarwono Kusumaadmadja.
Kehadiran Rasio Ridho Sani sore itu mewakili Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya yang berhalangan hadir karena dipanggil Presiden RI untuk mengikuti rapat bersama DPR RI. Sebelum meresmikan Koperasi Produksi Bank Sampah yang dilaksanakan di Koperasi Produksi Bank Sampah Harapan Jaya RT 2 RW 2, Demangan Tengah, Kelurahan Sidoharjo, rombongan disambut Bupati Fadeli di Guest House setempat.
Tak sendiri, Rasio Ridho Sani didampingi oleh Duta Lingkungan Hidup Tasya Kamila, Miss Earth Indonesia 2013 Nita Sofiana serta Walikota Kendari, Asrun dan Pekan Baru, Firdaus.
Fadeli menyampaikan bahwa di tahun 2013 ini Lamongan telah mencapai banyak kemajuan dan penghargaan.
“Pada tahun 2013 pertumbuhan ekonomi Lamongan naik dari 7,02% menjadi 7,12%, di bidang pendidikantingkat kelulusan mencapai 100 % pada SD dan SMP, serta 99,96% pada SMA. Sedangkan indeks pembangunan manusia atau (IPM) menjadi 70,76 naik dari sebelumnya yang 70,13. Dan di bidang lingkungan hidup Kabupaten Lamongan menjadi satu-satunya kota kecil perah penghargaan Adipura Kencana”, ungkapnya saat di Guest House.
Fadeli juga mengungkapkan targetnya di tahun 2014 yakni menjadikan Kabupaten Lamongan sebagai kota warna-warni bunga dan merdeka dari sampah yang didukung dengan ruang terbuka hijau (RTH) privat 30-40%, kader lingkungan sebanyak 7.445 orang, bank sampah sebanyak 525 unit dan pengelolaan sampah dengan 3R (reduce, reuse, recycle) sebanyak 40%.
Ditambahkannya, meskipun sampai saat ini biopori mandiri yang sudah terpasang masih berkisar 3.387 unit, dengan sumur resapan sejumlah 179 unit, dia menargetkan akan ada 100.000 biopori mandiri sampai akhir tahun 2014 ini.
Rasio Ridho Sani dalam sambutannya sangat mengapresiasi gaya kepemimpinan Fadeli yang disebutnya sebagai Leading by Example.
“Bapak Bupati Lamongan telah mengajarkan kepada kita bagaimana cara memimpin dengan memberikan contoh (Leading by example) yang mampu mengubah perilaku masyarakat sehingga peduli dengan lingkungan”, ujarnya.
Menurut dia, Kabupaten Lamongan menjadikan sampah sebagai komoditas untuk membangun daerahnya. Melalui bank sampah, dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakatnya. “ Dengan lingkungan, air dan udara yang bersih akan meningkatkan kesehatan dan pendidikan rakyatnya yang dapat dilihat dari IPM. Dan beliau yakin program Indonesia bersih tahun 2020 akan tercapai 100% di Lamongan”, imbuhnya.
Sementara terkait ditunjuknya Kota Soto ini sebagai wakil Indonesia di ajang the 3rd ASEAN Environmentally Sustainable City (ESC) Award, Rasio Ridho Sani mengaku cukup optimis. Yakni Sebuah kompetisi bidang lingkungan hidup untuk kota yang menerapkan konsep green city tingkat Asean. Dia menyebut Lamongan punya keunikan tersendiri.
Setelah dari Guest House rombongan diajak menuju Koperasi Produksi Bank Sampah Harapan Jaya untuk secara simbolis menyerahkan akte pendirian badan hokum kepada koperasi bank sampah secara cuma-cuma . Disana Tasya Kamila menghibur masrarakat sekitar dengan menyanyikan lagu Aku Bisa dan Anak Gembala.
“Aku tresno karo Lamongan. Di sini ternyata lingkungannya apik tenan.Saya rasa lamongan memang pantas jadi Kota Adipura Kencana. Tetap semangat, tetap yakin bisa pertahankan adipura kencana, menuju lamongan kota Green and Clean”, katanya. (gus)

PNS Terlibat Aktif Pada Pemilu, Kena Sanksi Tegas

Selasa, 18 Februari 2014

PNS Terlibat Aktif Pada Pemilu, Kena Sanksi Tegas

Kabarlamongan.com : Lamongan – Besarnya potensi pegawai negeri sipil (PNS) ikut terlibat dalam politik menjelang, dan pada saat pemilihan legislatif 9 April 2014 mendatang, terutama pada penggunaan fasilitas negara untuk mendukung calon tertentu, langsung disikapi oleh Pemerintah daerah.
Untuk mecegah hal itu terjadi, Bupati Lamongan H Fadeli melalui Sekkab Yuhronur Efendi mengingatkan semua PNS tidak terlibat aktif dalam politik. Jika dilanggar, ia akan memberi sanksi peringatan, teguran hingga penundaan gaji.
“Kami ingatkan lebih awal, jangan sampai PNS ikut campur dalam urusan pemilu legislatif. PNS juga dilarang menggunakan anggaran dan fasilitas negara. Kalau sampai ada PNS melakukan hal itu, akan menerima sanksi berupa peringatan, teguran dan penundaan gaji,” kata Yuhronur Efendi, kemarin.
Dikatakannya, agar himbahuan ini benar-benar diperhatikan, pihaknya juga sudah mengirimkan surat edaran larangan PNS terjun dalam politik praktis. Hal itu agar PNS bisa menjaga netralitas, dan lebih berkonsentrasi pada pekerjaan dan meningkatkan profesionalkerja, sehingga pelayanan kepada masyarakat berjalan secara maksimal.
“Surat edaran agar PNS tidak ikut politik sudah kami kirimkan ke semua kepala SKPD, camat untuk selanjutnya supaya ditindaklanjuti ke bawahnya. Prinsipnya PNS tidak boleh berpolitik agar bersungguh-sungguh menunjukan profesionalismenya dalam melaksanakan tugas,” tegasnya.
Meski demikian, pihak pemerintah juga tidak melarang para PNS untuk menentukan pilihanya dalam pileg mendatang, karena mereka masih mempunyai hak untuk memilih siapa diantaranya calon yang dianggap mumpuni untuk menduduki kursi baik di DPD, DPRD, DPRD Propinsi hingga DPR RI.
“Dalam surat edaran itu lebih menitikberatkan pada netralitas seorang PNS dalam pileg, untuk tidak terlibat dukung mendukung calon, tapi kita juga menghimbau mereka untuk menetukan pilihanya dalam pilihan legislatif mendatang, karena mereka punya hak berpolitik,” pungkasnya. (SP/gus)

Benarkah Kutukan Lembu Sura Terbukti di Kelud Saat Ini?

Sabtu, 15 Februari 2014

Benarkah Kutukan Lembu Sura Terbukti di Kelud Saat Ini?

“Yoh, Kediri mbesuk bakal pethuk piwalesku sing makaping-kaping, yaiku Kediri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, lan Tulungagung dadi kedung” ~Lembu Sura~
Kabarlamongan.com : Kediri – Kalimat di atas adalah “sepatan” alias kutukan yang diucapkan Lembu Sura, tokoh legenda yang mewarnai sejarah Kabupaten Kediri di Jawa Timur. Juga, sejarah kerajaan Majapahit.
Ada beragam versi soal Lembu Sura yang berakhir dengan kutukan dan menjadi sejarah lisan kehadiran Gunung Kelud ini. Meski demikian, semua bertutur tentang cara seorang perempuan cantik menolak lamaran Lembu Sura.
Satu versi, adalah cerita dengan perempuan cantik Dewi Kilisuci yang adalah anak Jenggolo Manik. Versi lain, ini adalah kisah tentang Dyah Ayu Pusparani, putri dari Raja Brawijaya, penguasa tahta Majapahit. Ada versi-versi lain tetapi inti cerita sama.
Kisah ini bermula dari kecantikan yang bersohor, mendatangkan para pelamar, sayangnya yang datang tak sesuai harapan. Tak enak menolak, maka cara sulit diterapkan. Tak beda dengan kisah Rorojonggrang dan legenda candi Prambanan.
Namun, dalam legenda Gunung Kelud, pelamar sang putri ini masih pula bukan manusia. Dia makhluk berkepala lembu. Itulah Lembu Sura.
Untuk menolak lamaran Lembu Sura, dibuatlah syarat pembuatan sumur sangat dalam hanya dalam waktu semalam. Tak dinyana, Lembu Sura ini punya kekuatan dan kemampuan untuk mewujudkan syarat itu.
Melihat perkembangan tak menggembirakan, sang putri pun menangis. Ayahnya, dalam versi kisah yang mana pun, kemudian memerintahkan para prajurit untuk menimbun Lembu Sura yang masih terus menggali di sumur persyaratan itu.
Batu demi batu dimasukkan ke lubang sumur, menjadi sebentuk bukit menyembul karena ada Lembu Sura di dalamnya. Saat batu dilemparkan, Lembu Sura masih memohon untuk tak ditimbun.
Begitu menyadari bahwa permohonannya akan sia-sia, keluarlah “sepatan” sebagaimana menjadi kutipan di atas. Sejak saat itulah legenda Gunung Kelud dan kedahsyatan letusan maupun dampaknya mengemuka.
Hancurnya Majapahit
Terlepas dari mitos Lembu Sura, tiga wilayah yang disebut dalam kutukannya itu memang kemudian luluh lantak. Para ahli sejarah memperkirakan letusan pada1586 yang menewaskan lebih dari 10.000 orang adalah akhir dari sejarah kekuasaan Kerajaan Majapahit.
Betul, catatan sejarah menyebutkan Kerajaan Majapahit diperkirakan runtuh pada kisaran angka tahun 1478. Namun, para sejarawan hari ini pun mengakui masih banyak yang belum terkuak soal sejarah kerajaan itu, seperti misalnya dugaan ada dua Majapahit pada satu masa.
Apa kaitannya dengan Gunung Kelud? Tentu saja letusannya.
http://www.vsi.esdm.go.idPeta rawan bencana letusan Gunung Kelud, yang dirilis Badan Geologi Kementerian Energi, Sumber Daya Alam, dan Mineral menyusul peningkatan status kegunungapian Gunung Kelud menjadi Awas, Kamis (13/2/2014) malam. Gunung ini kembali meletus pada Kamis dengan letusan pertama terjadi pada pukul 22.50 WIB.
Sebelum letusan pada 2007, setidaknya sejak awal abad 1900-an diketahui bahwa kawah Gunung Kelud memiliki danau. Kecuali letusan pada 2007, letusannya pun diketahui bertipe eksplosif, termasuk letusan pada Kamis (13/2/2014) malam.
Dalam sebuah wawancara mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi, Sumber Daya Alam, dan Mineral (ESDM) Surono mengatakan keberadaan danau di kawah ini sama bahayanya dengan lontaran material padat dari letusan gunung.
Surono yang pada Jumat (14/2/2014) diangkat menjadi Kepala Badan Geologi, mengatakan lontaran air dari danau kawah, bila masih ada, bisa mencapai sekitar 37,5 kilometer. Sudah air panas, bercampur magma, masih dipadukan dengan seratusan juta ton material padat yang terlontar.
Kira-kira, karena tak ada catatan sejarahnya, itulah yang terjadi pada letusan 1586. Namun, bukan pula letusan itu saja yang menyebabkan korban jiwa mencapai lebih dari 10.000 jiwa. Dampak sesudah letusan, tak kurang buruknya.
Diduga, kematian puluhan ribu orang itu juga disebabkan kelaparan. Dengan muntahnya air danau kawah, lontaran material padat, dan abu vulkanik yang mematikan tanaman, dapat diduga tak ada pasokan makanan yang bisa disediakan dalam jumlah besar untuk jumlah warga pada saat itu.
Inilah yang kemudian diduga sebagai penyebab benar-benar paripurnanya sejarah kerajaan Majapahit, menutup beragam konflik politik internal zaman itu, maupun legenda kutukan Lembu Sura.
Sebagai gambaran, letusan pada 1919 yang notabene relatif lebih modern dibandingkan kondisi pada 1586, juga menewaskan ribuan orang. Angka yang tercatat adalah 5.160 orang. Letusan pada 1919 inilah yang mengawali dilanjutkannya upaya pembangunan terowongan di kaki gunung berketinggian 1.731 meter tersebut.
Terowongan-terowongan tersebut berfungsi mengurangi volume air di kawah danau. Catatan tertua tentang upaya mengurangi dampak dari lahar cair, gabungan magma dan air danau yang mendidih, adalah “kelahiran” Sungai Harinjing yang sekarang dikenal sebagai Sungai Sarinjing di Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kediri. Sungai ini merupakan sudetan dari Sungai Konto.
Kehadiran Sungai Serinjing tercatat dalam prasasti Harinjing di Desa Siman. Dalam prasasti yang dikenal pula sebagai Prasasti Sukabumi itu, tertera angka tahun 921 M. Di situ diceritakan soal pembangunan bendungan dan sungai yang dimulai pertama kali pada 804 M.
Terowongan pengalir air dari danau kawah buatan 1926, setelah letusan pada 1919, masih berfungsi sampai sekarang. Namun, setelah letusan 1966, Pemerintah Indonesia membangun terowongan baru yang lokasinya 45 meter di bawah terowongan lama.
Terowongan baru yang rampung dibangun pada 1967 ini diberi nama Terowongan Ampera. Fungsinya menjaga volume air danau kawah tak lebih dari 2,5 juta meter kubik. Volume air di kawah Gunung Kelud susut dan hanya menyisakan genangan pada letusan efusif 2007.
Pada letusan Kamis (13/2/2014) malam, air danau bisa jadi bukan lagi ancaman. Namun, terbukti pada malam itu bawa Gunung Kelud masih memiliki ciri letusan eksplosif. Lontaran material padat vulkanik pada letusan terbesar pada pukul 23.30 WIB mencapai ketinggian 17 kilometer, ketika letusan pertama melontarkan material hingga setinggi 3 kilometer.
Jangkauan abu vulkanik letusan Gunung Kelud pada malam itu pun menyebar luas mengikuti arah angin, menyebar luas di Jawa Tengah dan menjangkau Jawa Barat. Bisa jadi gabungan antara pembangunan saluran-saluran air yang telah menghadirkan 11 sungai berhulu di gunung itu, letusan efusif yang menyurutkan air danau kawah, dan persiapan yang lebih baik menjadi faktor yang meminimalkan jumlah korban.
Namun, barangkali pekerjaan rumah tetap belum habis. Berdasarkan catatan sejarah, Gunung Kelud memiliki pola letusan berjeda pendek, antara 9 sampai 25 tahun. Walaupun korban jiwa yang jatuh dalam dua hari ini bukan karena dampak langsung letusan, tetapi fakta pendeknya waktu antara peningkatan status Awas sampai terjadi letusan pada Kamis malam, tetap merupakan sebuah catatan baru.
Jarak waktu peningkatan status hingga terjadinya letusan tersebut, terjadi tak sampai dua jam. Kalaupun kutukan Lembu Sura tak lagi relevan sebagai mitos, barangkali perlu dibaca ada simbol-simbol budaya dalam sejarah tradisi lisan sebagai “kode” mitigasi bencana.
Percaya atau tidak, hari ini selain 11 sungai ada di Kediri, di Tulungagung pun ada Bendungan Wonorejo, dan Blitar menjadi sebidang tanah datar di kawasan yang dikelilingi danau dan sungai itu. Agak terdengar familiar? Betul, kalimat dalam legenda Lembu Sura. (*)

Amar : Saya Kurang Diperankan Oleh Bupati

Amar : Saya Kurang Diperankan Oleh Bupati

Kabarlamongan.com : Lamongan – Wakil Bupati Lamongan Amar Saifudin  sendiri merasa kecewa dengan suasana  yang dihadapinya.
Mantan Ketua DPD PAN Lamongan ini tidak menyangka kongsi politik bernama Fadeli-Amar Saifudin (Faham) dalam Pilkada 2010 tersebut hanya seumur jagung. Tapi ia mengaku tidak bisa berbuat banyak.
“Paket  bupati dan wakil bupati itu ibarat kepala dan leher. Namanya leher (wabup), tentua  apa kata kepala (bupati),” katanya.
Amar merasa tidak mendapatkan peran maksimal alias porsinya dikurangi.
Ini jelas berbeda dibanding saat melakukan kerja politik dalam kampanye pemenangan Pilbup 2010 silam. Porsinya sama-sama ngebut meraup suara.
“Jika saja ingat, proses terpilihnya kepala daerah itu  tidak lepas dari wakil, tentu keharmonisan tetap akan berjalan,” tutur Amar.
Amar  mengaku tidak tahu pasti penyebab dirinya ditalak bupati. Yang pasti, ia mulai merasakan itu  saat adanya mutasi pertama di Pemkab Lamongan.
Sebagai wakil bupati, Amar hanya disodori oleh Kepala Badan KepegawaianDaerah (BKD) tentang daftar sejumlah nama PNS yang sudah dalam keputusan untuk dimutasi.
Amar tidak pernah diajak bicara dalam proses sebelumnya.
“Saya sebagai wakil kepala daerah tidak diberi ruang untuk menjalankan amanat UU sebagaimana amanat yang diatur dalam UU,” keluhnya.
Menurut Amar, kepala  daerah dan wakil itu dipilih oleh rakyat langsung. Mestinya, amanat  dari rakyat dijalankan bersama. “Itu harapan saya,” ujarnya.
Ditambahkan,  selama ini ia tidak pernah mendapatkan kewenangan secara maksimal.
Contohnya,  proses penyusunan RAPBD di tingkat eksekutif,  wakil bupati  tidak pernah dilibatkan.
”Mulai dadi sampek sakiki gak tahu blas. ( Mulai dilantik sampai sekarang, tidak pernah sama sekali -dilibatkan menyusun APBD),” ungkapnya.
Bupati Fadeli tidak berhasil ditemui. Dalam tiga hari, agendanya cukup padat.
Namun Kabag Humas dan Infokom Pemkab Lamongan  M Zamroni bersedia menjawab.
Zamroni membantah pengakuan Wabup Amar yang menyatakan tidak pernah dilibatkan dalam kerja-kerja pemerintahan.
Menurut Zamroni, wakil bupati selalu dilibatkan. Termasuk  dalam kegiatan penyusunan RAPBD yang berulangkali dibahas  di DPRD.
“Seluruh kegiatan, Pak Bupati  melibatkan wakil bupati,”ungkapnya.
Zamroni menambahkan, di dinas-dinas, Bupati Fadeli juga memerintahkan, agar semua kegiatan dilakukan dengan mengundang wakil bupati.
“Soal datang atau tidak, itu menjadi urusannya sendiri. Intinya semua tetap melibatkan wakil bupti, apapun bentuk kegitannya. Bahkan acara rutin coffe morning, wakil bupati juga diundang,”tambahnya. (surya/ding)

Hujan Debu Kelud, Laga Persela vs Psm Resmi Ditunda

Jumat, 14 Februari 2014

Hujan Debu Kelud, Laga Persela vs Psm Resmi Ditunda

Kabarlamongan.com : Lamongan – PT Liga Indonesia memutuskan untuk menunda sejumlah pertandingan Indonesia Super League yang berlangsung di wilayah Jawa Timur maupun melibatkan tim asal Jatim yang menjalani laga tandang akibat terjadinya erupsi Gunung Kelud.
“Melihat kondisi yang terjadi saat ini, Liga memutuskan untuk menunda semua pertandingan di Jawa Timur dan tempat yang terkena dampak erupsi Gunung Kelud, paling tidak sampai tanggal 17 Februari,” kata CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono dalam keterangan tertulis melalui surat elektronik diterima Antara di Surabaya, Jumat (14/2).
Joko menerangkan PT Liga Indonesia dalam posisi menunggu dan memantau perkembangan dampak dari erupsi Gunung Kelud untuk menentukan langkah selanjutnya. “Kami mencoba melakukan simulasi untuk perubahan dan penentuan jadwal baru tersebut,” tambahnya.
Sejumlah pertandingan yang sudah resmi ditunda adalah laga antara Persela Lamongan melawan PSM Makassar di Stadion Surajaya Lamongan pada Minggu (15/2), Arema Cronus menghadapi Barito Putra di Malang (16/2) dan Persita Tangerang melawan Persik Kediri (17/2).
Sementara laga tuan rumah Persepam Madura United menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bangkalan pada Jumat sore, masih menunggu perkembangan lebih lanjut. “Liga sudah menjalin komunikasi dengan pengawas pertandingan (PP) dan wasit yang bertugas untuk laga Persepam MU lawan Persebaya. Informasi terakhir hingga pukul 10.30 WIB, PP akan menuju Dinas Kesehatan setempat terkait adanya imbauan untuk seluruh warga Jawa Timur mengenakan masker,” ujar Joko.
Jika benar seperti itu, lanjut Joko, bisa disimpulkan kondisinya sudah membahayakan kesehatan dan masuk dalam “force majeur”, sehingga laga Persepam MU melawan Persebaya bisa ditunda. “Secepatnya kami akan informasikan info terbarunya,” tambah Manajer Administrasi Kompetisi PT Liga Indonesia, Darwis Satmoko.
Erupsi Gunung Kelud yang terjadi pada Kamis (13/2) malam, mengakibatkan sejumlah kota di Jatim dan Jawa Tengah terdampak abu vulkanik yang terbawa embusan angin. (rep/fbi)

Sempat Ditertibkan, PKL RSUD Nekad Jualan Lagi

Selasa, 11 Februari 2014

Sempat Ditertibkan, PKL RSUD Nekad Jualan Lagi

Kabarlamongan.com : Lamongan – Meski sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di depan RSUD dr Soegiri ditertibkan, namun para PKL yang menggunakan lahan trotoar untuk berdagang, masih saja nekad buka pada siang harinya.
Karuan saja, penertiban oleh sejumlah anggota Satpol PP pada Senin (10/2) pagi nya dipertanyakan. Karena penertiban sebelumnya tidak menjadikan para PKL jera, malah sebaliknya, mereka kembali mendirikan tenda yang sebelumnya dibongkar untuk kembali berjualan.
Dari pantauan Surabaya Pagi diketahui pada siang nya sekitar pukul 14.00 wib, terdapat seorang PKL dari lima PKL yang biasa berjualan di depan RSUD kembali beraktifitas.
Mereka sepertinya tidak menghiraukan upaya Satpol PP untuk mensterilkan trotoar di depan RSUD hingga Pasar Ikan bebas dari pedagang kaki lima. Tidak diketahui pasti kenapa pedagang tersebut kembali membuka dagangnya dengan peralatan tenda lengkap dengan terpalnya.
Padahal keberadaan PKL di depan rumah sakit umum Soegiri ini, belakangan dikeluhkan oleh warga Kelurahan Temenggungan Kec Lamongan kota. Apalagi sekitar makam dijadikan tempat penitipan barang-barang PKL ini sudah kelewat batas.
“Kami warga sudah beberapa kali melayangkan surat ke kelurahan, namun belum ada tindakan kongkri. Tadi pagi saya sudah cukup respek adanya penertiban oleh Satpol PP, namun anehnya siang harinya PKL ini masih nekad berjualan, saya minta Satpol PP untuk menindak tegas,” kata Rais.
Terpisah Kepala Satpol PP Tony Tamtama Jati mengatakan, jika penertiban yang dilakukan adalah kegiatan rutin untuk menegakan Perda No 4 Tahun 2007, tetang Trantib dan larangan perjualan di jalan dan trotoar, seperti di depan RSUD Soegiri.
Bahkan dalam penertiban kali ini pihaknya menyita sejumlah perelengkapan besi terop, dan kini diamankan di kantor Satpol PP. Kalapun dalam penertiban teryata masih ada saja yang kembali buka, tentu pihaknya segera menertibkan kembali. “Kami akan menertibkan kembali para PKL yang mokong, dan setelah itu kita pantau, kita terjunkan 2 anggota untuk memantau pasca penertiban disekitar lokasi,” pungkasnya. (sp/gus)

Ratusan Anggota TNI Perbaiki Jalan Pantura Yang Rusak

Ratusan Anggota TNI Perbaiki Jalan Pantura Yang Rusak

Kabarlamongan.com : Lamongan - Ratusan Anggota TNI Kodim 0812Lamongan memperbaiki jalan rusak di jalur poros pantura Lamongan-Surabaya, Senin (10/2/2014). Perbaikan jalan ini dilakukan wujud keprihatinan TNI melihat akses jalan utama pantura rusak parah.
Meski tidak melakukan perbaikan jalan permanen, namun diharapkan perbaikan jalan ini bisa meminimalisir tingkat kecelakaan dan kemacetan yang disebabkan jalan berlubang tersebut. Perbaikan jalan meliputi pengurukan dengan material.
Komandan Kodim 0812 Lamongan, Letkol Inf Ade Rizal mengatakan, untuk wilayah pantura Lamongan pihaknya mencatat ada 270 titik jalan yang menjadi perhatian TNI untuk dilakukan perbaikan. Anggota TNI dari Kodim 0812Lamongan ini bekerja dengan bahu-membahu memperbaiki sepanjang jalanan yang berlubang.
“Data awal kami ada sebanyak 270 titik jalan yang rusak tetapi ternyata saat ini berkembang menjadi 300 titik lebih,” jelasnya.
Ade Rizal mengatakan, kegiatan ini dilakukan atas perintah Panglima TNI yang prihatin dengan kondisi jalan utama, akibat banjir dan curah hujan tinggi. Diharapkan, kata Ade Rizal, dengan sedikit perbaikan bisa membantu warga yang melintas dan memperlancar jalur utama tersebut.
“Prioritas kami adalah jalur lalu lintas yang menjadi pusat perekonomian warga,” katanya.
Untuk personel yang dilibatkan dalam perbaikan jalan ini, Ade Rizal mengaku lebih dari 300 personel terdiri dari Kodim dan Koramil jajaran serta pasukan dari Yon Zipur dan Yonif 516 Surabaya.
Kegiatan memperbaiki jalur pantura Lamongan ini, kata Ade Rizal, sudah dilakukan sejak 3 hari yang lalu dan direncanakan berlangsung selama 6 hari. “Jalur ganda di wilayah pantura menjadi titik perhatian utama kami,” pungkasnya. (dtk/gus)

Persela vs Persebaya, Joko Tingkir Bungkam Ambisi Bajul Ijo

Persela vs Persebaya, Joko Tingkir Bungkam Ambisi Bajul Ijo

Kabarlamongan.com : Lamongan – Pelatih kepala Persebaya Surabaya, Rachmad Darmawan (RD), mengaku siap bertanggungjawab atas kekalahan timnya 0-3 dari tuan rumah PerselaLamongan di laga kompetisi Indonesia Super League (ISL).
Menurut mantan pelatih timnas itu, kekalahan 0-3 atas Persela lebih disebabkan faktor non teknis saja. Pasalnya, sesuai strategi dirinya telah menempatkan 3 pemain belakang OK Jhon, Ambrizal, dan Ricardo Salampessy untuk meredam keagresifan pemain Persela.
“Saya akui babak pertama pemain saya sulit mengembangkan permainan mengingat tekanan pemain Perselacukup gencar. Sehingga, pemain mudah panik dan tercipta tiga gol di babak pertama,” katanya kepada wartawan, Senin (10/02/2014).
Ditambahkan Rachmad Darmawan, imbas pemainnya yang bermain panik menyebabkan banyak melakukan long passing ke pertahanan Persela dan mudah digagalkan.
“Sebenarnya tidak perlu melakukan long passing. Baru babak kedua ada setelah ada evaluasi kami mampu keluar dari tekanan Persela meskipun agak terlambat,” tambahnya.
Ditanya duet Greg Nwokolo dan Emamnuel Kenmogne yang dinilai kurang padu di lini depan. Dijelaskan Rachmad Darmawan, hal itu lebih banyak faktor non teknis saja.
“Apapun hasilnya kekalahan telak 0-3 dari Persela menjadi evaluasi kami mengingat kompetisi masih panjang,” paparnya.
Sementara itu, pelatih Persela Lamongan, Eduard Tjong menuturkan, dirinya bersyukur bisa mengalahkan Persebaya di kandang sendiri dengan skor menyakinkan.
“Kemenangan ini patut disyukuri karena anak-anak bermain dengan fighting spirit tinggi,” ujarnya.
Diakui Eduard Tjong, kemenangan perdana di kandang sendiri sebenarnya sudah diprediksi. Sebab, setelah pulang dari laga away di Papua. Dirinya, sudah menyiapkan tim secara khusus menghadapi Persebaya maupun PSM Makasar.
“Saya salut sama perjuangan keras anak-anak,” ungkapnya.
Hal yang sama dikemukakan pencetak tiga gol (hatrick), Bijahil Calwa. Menurutnya, dirinya tidak menyangka bisa cetak tiga gol.
“Saya tidak menyangka mas bisa buat hatrick di tim Persela,” tandasnya.
Sementara itu, tiga gol tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu diborong oleh Bijahil Calwa masing-masing pada menit ke 27, 35 dan 39.
Dalam pertandingan itu, kedua tim langsung bermain menyerang sejak wasit membuka pertandingan. Persebaya yang dimotori sejumlah pemainnasional lebih unggul dalam permainan bola-bola pendek.
Namun, keasyikan menyerang tim berjuluk “Bajul Ijo” itu dimanfaatkan Persela untuk melakukan serangan balik. Hasilnya, pada menit ke-27 gol terjadi setelah Zaenal Arifin melakukan umpan yang disambut Bijahil Calwa.
Unggul satu gol membuat pemain Persela bersemangat melakukan serangan. Pada menit ke-35, Bijahil Calwa kembali merobek jala Fery Rotinsulu yang mengubah skor menjadi 2-0.
Tertingal dua gol, Persebaya coba bangkit dengan melakukan serangan melalui Greg Nwokolo. Namun, tendangan kerasnya masih melenceng di sisi kanan gawang Persela.
Sementara itu, Persela kembali mendapatkan peluang pada menit ke 39 dan Bijahil Calwa membuat hattrick dengan mencetak gol ketiganya setelah memanfaatkan kesalahan penjaga gawang Persebaya. Skor pun semakin jauh menjadi 3-0.
Memasuki babak kedua, Persebaya mencoba kembali bangkit untuk melakukan serangan dari berbagai sektor. Namun, serangan itu kembali gagal dan menemui jalan buntu.
Hingga wasit Muslimin asal Makasar meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, skor masih berpihak pada tuan rumah Persela 3-0.(ant/rep/gus)
Susunan Pemain
Persela Lamongan: Choirul Huda, Taufiq Kasrun, Arif Ariyanto, Dodok Zuanto, Suroso, Zainal Arifin/Fery Ariawan (62’), Srdan Lopicic, Catur Pamungkas, Addison Alves/Eky Taufik Febriyanto (90+1′), Roman Golian, Bijahil Chalwa/Jusmadi (77’).
Persebaya Surabaya: Ferry Rotinsulu/Yandri Pitoy (46’), Ricardo Salampessy/Leo Saputra (79’), Ambrizal, Alfin Tuasalamony, Greg Nwokolo, Patrice Nzekou/Muhammad Ilham (56’), Hasyim Kipuw, Fandi Eko Utomo, Manahati Lestusen, Emmanuel ‘Pacho’ Kenmogne, Onorionde Kughegbe.

Persela

More on this category »

Berita Islam

More on this category »

Hukum

More on this category »
 

© Copyright Berita Lamongan Terkini 2010 -2011 | Design by Kabarlamongan.com | Published by Nirwana Digital Print | Powered by Blogger.com.