Kabarlamongan.com; Lamongan- Tunggakan beras untuk rakyat miskin (Raskin) di tiga Kabupaten yakni Bojonegoro, Tuban dan Lamongan hingga bulan Agustus ini, mencapai angka cukup memprihatinkan, hingga mencapai Rp 5 miliar.
Jumlah tersebut terdiri dari Raskin reguler sebesar Rp 2,6 miliar sedangkan untuk Raskin pemberian tambahan ke-13 dan 14 mencapai angka Rp 2,4 miliar. Sehingga tunggakan keseluruhannya mencapai Rp 5 miliar.
Hal ini disampaikan oleh wakil Kepala Bulog Subdivre Bojonegoro, Agus Setiawan kepada RRI, Jum'at (16/8). Pihaknya mengatakan, tunggakan pembayaran Raskin tersebut sudah barang tentu akan menambah beban hutang Bulog. Hal itu dikarenakan Bulog harus mengganti uang Raskin tersebut, yang belum dibayarkan.
“Dikarenakan uang dari warga penerima yang sudah diberikan ke perangkat Desa belum disetor kepada Bulog,” kata Agus.
Sedangkan tunggakan tertinggi di wilayahnya terjadi di Kabupaten Tuban dengan jumlah hutang mencapai Rp 2,5 miliar. Sedangkan di Lamongan tunggakan Raskin sebesar Rp81 juta dan di Bojonegoro hutang Raskin Rp 27 juta.
Sesuai data tunggakan Raskin di Tuban sudah cukup lama sekali. Sedangkan di Bojonegoro dan Tuban adalah tunggakan berjalan. Sedangkan tunggakan Raskin tersebut banyak nyantol di perangkat Desa.(Zie/RRI)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami