Kabarlamongan.com: Lamongan- Penyidik Polres Lamongan belum berhasil mengungkap motif pembakaran Gedung Dakwah Muhammadiyah Cabang Brondong, Kamis (22/08/2013). Meski seorang pelaku, Rudiono (33), warga Sedayulawas berhasil ditangkap.
Pemuda berperawakan tinggi, ganteng dan bersih itu benar-benar merepotkan penyidik saat dimintai keterangannya, baik penyidik Polsek Brondong maupun Polres Lamongan.
Penyidik polsek belum bisa mendapatkan keterangan apapun dari pelaku. Akhirnya, Kamis tadi malam (22/8/2013) pelaku dibantarkan ke Polres.
Rudiono adalah pelaku yang tertangkap saat hendak kabur dari lokasi Gedung Muhammadiyah yang dibakarnya. Akibat ulah pelaku, sebagian bangunan gedung dan sebanyak 233 kuris milik persyarikatan Muhammadiyah habis terbakar.
Tertangkapknya pelaku, Rudiono semula diharapkan bisa menguak latar belakang aksi yang dilakukannya. Apakah atas suruan orang lain atau atas kehendaknya sendiri.
Namun, upaya para petugas untuk mengorek keterangan dari mulut Rudiono belum membuahkan hasil apapun. Kecuali kalimat yang muncul dari bibir belaku hanyalah.
”Wis-wis ojo ngganggu aku wae. Aku tak turu,”jawab Rudiono yang secara maraton diperikas polisi.
Ada dugaan, pelaku mengidap penyakit jiwa alias gila. Namun kesimpulan itu belum bisa menjadi dasar bagi polisi kalau pelaku memang gila. “Kelihatannya gangguan jiwa,”kata Kapolsek Brondong AKP Sunaryo.
Lantaran tidak mendapatkan hasil pemeriksaan apapun dari pelaku, akhirnya Rudiono yang juga warga Sedayulawas tadi malam dikirim ke polres. Hal serupa juga dialami penyidik polres, beberapakali pelaku dicoba untuk diajak dialog tidak ada respon. Apa yang ditanyakan penyidik selalu dijawab ngelantur tidak ada ujung pangkalnya.
Namun, sejumlah warga ada yang curiga, pemuda itu membakar Gedung Muhammadiyah lantaran diperintah. Sementara pelaku yang tertangkap hanya berpura-pura gila untuk menghilangkan jejak sesungguhnya.
Kasat Reskrim AKP Hasran dikonfirmasi Surya, Jumat (23/08/2013) mengungkapkan, jawaban pelaku memang tidak bisa dijadikan dasar berita acara pemeriksaan. Meski begitu, polisi hendak memeriksakan kejiwaan pelaku.
”Ada tetangga pelaku yang mengatakan kalau dia itu stres. Tapi keterangan itu tidak bisa menjadi landasan penyidik untuk menyimpulkan kalau pelaku benar-benar gila. Makanya, secepatnya akan dikirim ke RSJ Menur Surbaya,”tandas Hasran.
Petugas baru bisa menyimpulkan kalau sudah ada keterangan dari dokter tentang kebenaran diagnose kejiwaan pelaku.”Kalau secara medis diketahui benar gila, tentu perkaranya tidak bisa diproses. Tapi kalau sampai saat ini segala kemungkinan terhadap pelaku bisa saja terjadi,”ungkap Hasran.
Sekedar diketahui, Gedung Dakwah Muhammadiyah Cabang Brondong Kecamatan Brondong dirusak dan dibakar pada Kamis dini hari. Gedung tak sampai terlumat habis si jago merah lantaran berhasil dilokalisir warga.
Namun sebagian sudut gedung dan ratusan kursi hancur terbakar. Saat kejadian ternyata pelaku masih ada di dalam gedung dan berhasil ditangkap warga saat hendak kabur dari TKP. (zie/Sry)
Pelaku Pembakaran Lembaga Dakwah MD Orang Gila
Sabtu, 24 Agustus 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami