Kabarlamongan.com: Lamongan- Hari keempat kampanye Pilgub Jawa Timur, Calon Gubernur Bambang DH menggebrak Lamongan dan Bojonegoro. Ia menemui warga di pedesaan, bertemu para kepala desa, serta meresmikan jembatan dan menghadiri tasyakuran warga. Dalam kampanye ini, giliran isu pedesaan mendapat prioritas penting dari kandidat nomor 3 itu.
Di Lamongan, Bambang DH bertemu dengan 1.500 kepala desa. Setelah mendapatkan penjelasan tentang program 500 juta per desa, tiap tahun, para "petinggi" (sebutan untuk kepala desa) itu berikhtiar akan memenangkan pasangan Bambang-Said dalam Pilgub Jawa Timur 2013, tanggal 29 Agustus nanti.
"Distribusi anggaran Rp 500 juta itu merupakan strategi kami, pasangan Bambang-Said, untuk mengubah Jawa Timur menjadi lebih baik. Selama ini desa dibiarkan terbengkalai. Pembangunan desa bertumpu pada kabupaten. Sedang anggaran kabupaten terbatas," kata Bambang DH kepada para kepala desa, di Desa Deket Agung, Kecamatan Sugio, Lamongan, Kamis (15/8/2013).
Seorang kepala desa bertanya, "Mengapa Mas Bambang DH berani memberi anggaran itu, sementara calon-calon lain tidak?"
Mantan Walikota Surabaya itu menjelaskan, bahan bakar dari pembangunan adalah dana. "Kalau desa tidak diberi anggaran, selamanya desa akan tertinggal. Warga berpindah ke kota, urbanisasi, karena kota lebih maju. Ini fakta dibalik kesenjangan antar-wilayah selama ini," kata Bambang DH.
Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak akan bangkrut kalau mengalokasikan Rp 500 juta per desa, tiap tahun. Tahun 2013 ini APBD Jawa Timur Rp 16 triliun. Dengan jumlah desa 8.500, maka diperlukan dana sekitar Rp 5 triliun. "Jadi, jika program itu dilaksanakan, maka di desa-desa seluruh Jawa Timur akan bergulir dana Rp 5 triliun, yang akan berdampak luas pada perubahan di sektor ekonomi, infrstaruktur, dan lainlainnya," kata Bambang DH.
Jika terpilih menjadi gubernur, Bambang DH berkomitmen tidak akan mengelola anggaran besar, karena dana pembangunan didistribusikan ke daerah-daerah. "Pendapat Asli Daerah Jawa Timur berasal dari daerah, melalui Pajak Kendaraan Bermotor. Mestinya itu dikembalikan ke daerah untuk memacu pembangunan," kata Bambang DH.
Mendengar penjelasan itu, seorang kepala desa menghampiri Bambang DH. Ia menyatakan akan menggalang dukungan dari warganya untuk mencoblos Bambang-Said. "Rekan-rekan kepala desa yang lain juga bersikap sama. Sejak Mas Bambang DH meluncurkan program itu dalam debat di televisi lalu, para kepala menyambut positif program itu," kata kepala desa tersebut.
Dari Lamongan, Bambang DH berpindah ke Bojonegoro. Ia mengunjungi Desa Sukodadi, Kecamatan Sukosewo. Kedatangan dia disambut reog dan gamelan. Suasana di desa itu menjadi riuh. Warga datang berduyun-duyun. "Baru kali ini ada calon gubernur yang berkunjung dan menemui warga desa. Sebelumnya tidak ada. Semoga Mas Bambang DH terpilih," ujar Suprapto, warga setempat.
Di Sukodadi, Bambang DH diminta meresmikan jembatan, dan menghadiri tasyakuran. Selesainya pembangunan jembatan sangat disyukuri warga setempat dan sekitar. "Desa saya berada di seberang sungai. Biasanya kami harus naik gethek untuk sampai di sini. Kalau air sungai sedang tidak kering, sulit untuk pergi ke sini," kata Suro, warga desa sebelah.
Dalam tasyakuran itu, Bambang DJ diminta memotong tumpeng. Ia pun menikmati bersama warga dengan lesehan. "Wah, nikmatnya. Makan tumpeng dengan urap-urap panas. Pas lapar begini," kata Bambang DH.
Selesai mengikuti selamatan, Bambang DH mendatangi warga desa, dan menyalami mereka satu per satu. "Mohon doa restunya, Pak, Bu. Saya Bambang DH. Jangan lupa tanggal 29 Agustus datang ke TPS, coblos nomor 3. Mudah-mudahan desa bapak-ibu lebih maju lagi. Monggo angkat jempol," ajak Bambang DH.
Disapa begitu, warga pun menyambut. "Jempol Mas Bambang. Semoga nanti terpilih menjadi gubernur. Kalau jadi gubernur, jangan lupa ke sini lagi ya Mas," kata seorang ibu. "Jempol, jempol, nomor 3 jempol," teriak warga yang lain.
Selesai dari Sukodadi, Bambang DH bersama rombongan melanjutkan kampanye ke tempattempat lain di Bojonegoro. Ia berpesan kepada kekuatan PDI Perjuangan setempat. "Kita menang di Bojonegoro. Jangan lengah," pesan dia. (Gus/Jatim)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami