Kabarlamongan.com: Lamongan - Tingginya curah hujan dan besarnya kiriman air dari hulu membuat air Bengawan Solo yang melintas di wilayah Lamongan meluap. Luapan sungai terpanjang di Jawa tersebut mengakibatkan rumah dan desa di Lamongan ikut tergenang banjir.
Data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan menyebutkan ada 2 kecamatan di Lamongan yang terendam banjir. Dua kecamatan yang tergenang banjir adalah Kecamatan Laren dan Babat. Di Kecamatan Laren ada 9 desa, sementara di Kecamatan Babat terdapat 3 desa yang ikut tergenang air luapan sungai Bengawan Solo tersebut.
Kepala BPBD Lamongan Rudiyanto mengatakan, data BPBDLamongan menyebutkan, 1.157 rumah ikut tergenang di 2 kecamatan. Rinciannya di Kecamatan Laren ada 613 rumah di 9 desa, sedangkan di Kecamatan Babat ada 544 rumah di 3 desa. Ketinggian air yang merendam desa-desa tersebut bervariasi antara 20 cm hingga 50 cm.
"Air mulai masuk sejak kemarin sore," kata Rudiyanto kepada wartawan, Rabu (10/4/2013).
Sementara debit air Bengawan Solo yang melintas di Lamongan hingga kini masih berstatus siaga 3. Papan ukur debit air di kawasan Babat menunjukkan masih di 8.35 skala pheiscal dengan status siaga 3. Hal sama dengan papan ukur di wilayah Pelangwot yang juga masih siaga 3 dengan ketinggian air mencapai 5.90 skala pheiscal.
"Untuk papan ukur yang di kawasan Karanggeneng ketinggian air masih 4.38 dengan status juga siaga 3," terang Rudiyanto.(Detik)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


1 komentar:
Kita harus antisipasi terhadap banjir
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami