Iklan

Iklan
Advertorial
News Update :

Main Buruk, Persela Sukses Tahan Gresik

Rabu, 10 April 2013

Pelatih Persela Lamongan, Didik Ludianto
Kabarlamongan.com: Gresik- Target untuk tidak kalah dari tetangga sebelah, rupanya sukses dipenuhi oleh skuat Persela Lamongan. Dalam derby Jawa Timur kontra tuan rumah Gresik United di Stadion Petrokimia, Selasa (9/4), Persela sukses mencuri satu poin usai mengakhiri pertandingan dengan skor imbang 1-1.

Caretaker Persela Didik Ludiyanto mengatakan, hasil ini tercipta berkat kesabaran dan kerja keras para pemainnya, dalam menguasai lini tengah. Hal itu juga dikatakan, sudah sesuai dengan instruksi yang ia berikan kepada para pemainnya sebelum pertandingan.
“Memang sejak awal, saya menginstruksikan kepada para pemain untuk sebisanya menguasai lini tengah. Karena itu kunci permainan dan lini vital. Usai menguasai lini tengah, saya juga instruksikan kepada para pemain untuk kemudian melakukan counter attack,” jelas Didik kepada para wartawan dalam sesi jumpa pers.
Namun di babak pertama, skema ini tampaknya takkan berjalan dengan mulus. Karena gawang Persela yang dikawal oleh Choirul Huda, harus bobol lebih dulu melalui eksekusi tendangan penalti yang dilakukan dengan baik oleh Matsunaga Shohei. Begitu halnya dengan awal-awal interval kedua, di mana skuat Gresik United masih menunjukkan dominasinya.
Persela kemudian lambat-laun mulai mengambil inisiatif perubahan. Di mana Didik melakukan perombakan komposisi tim, dengan memasukan beberapa pemain baru. Samsul Arif, Dedi Indra, dan Oh Inkyun, ditarik keluar lapangan. Mereka bertiga lantas digantikan oleh Mario Costas, Zaenal Arifin, dan Dhanu Rosade.
“Rupanya buah kesabaran kami menemui hasil. Tuan rumah mulai terpancing dengan skema yang kami terapkan, beberapa pemain mereka seperti Matsunaga (Shohei), Ahmad Sembiring, akhirnya ditarik keluar. Saya sendiri tidak menyimpan Costas, itu murni bagian dari strategi,” terangnya.
Apa yang dikatakan Didik ada benarnya. Sebab Costas sendiri menjadi aktor penting, dalam merubah skor akhir menjadi imbang 1-1. Dua menit jelang waktu normal berakhir, Costas mampu ‘membungkam’ seisi Stadion Petrokimia. Ia berhasil memaksimalkan umpan tendangan bebas yang dikirim Gustavo Fabian Lopez dengan sundulannya, untuk memperdaya kiper Gresik United Hery Prasetya.
Dengan hasil ini, otomatis belum merubah peringkat masing-masing tim di klasemen sementara. Persela tetap berada di peringkat ke-12 dengan donasi 14 poin. Sedangkan Gresik United tepat menguntit di bawahnya dengan raihan poin yang sama, hanya dibedakan oleh agretivitas mencetak gol.
Sebelum laga dimulai, Didik memang sempat mengatakan, bila Persela boleh saja kalah dari tim besar manapun, asalkan tidak kalah dari Gresik United. Hal itu dikarenakan, gengsi laga ini cukup tinggi, lantaran posisi kedua kota yang bertetangga.

“Kalah dari tim besar mana pun boleh. Yang penting jangan sampai kalah dari tetangga dekat (Gresik United, red), karena ini duel penuh makna,” tutur Didik sebelum pertandingan dimulai. (Goal)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkomentar di website kami

 

© Copyright Berita Lamongan Terkini 2010 -2011 | Design by Kabarlamongan.com | Published by Nirwana Digital Print | Powered by Blogger.com.