Iklan

Iklan
Advertorial
News Update :

Jakarta Harus Punya Karakter

Minggu, 23 Desember 2012

Kabarlamongan.com:Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengeluh tentang Jakarta yang tidak memiliki karakter atau jiwa. Jokowi, sapaan akrabnya, membandingkan suasana yang sangat hidup melekat pada Bali dengan ciri khasnya yang sangat kontras.

"Kalau kita masuk ke sebuah kota, misalnya ke Bali, orang akan langsung terasa Bali-nya bagaimana. Bandingkan kalau kita masuk ke Jakarta," ungkap Jokowi saat didaulat menjadi Keynote Speaker dalam acara Musyawarah Daerah Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) di Hotel Grand Mercure, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12).

Lalu karakter atau jiwa seperti apa yang diinginkan mantan Wali kota Surakarta itu untuk Jakarta? Menurutnya, Jakarta adalah pusat kebudayaan nusantara selain menjadi Ibu Kota negara Indonesia. Kerena itu, kata Jokowi, sungguh ironis kalau Jakarta tidak memiliki identitas yang menjadi roh atau jiwa.

"Jangan lupa bahwa karakternya (Jakarta) adalah Betawi. Jadi itu yang kita munculkan," pesan Jokowi dihadapan sekitar 1.000 arsitek yang hadir.

Menurut Jokowi, jika salah satu identitas atau karakter budaya Betawi seperti bentuk rumah model bapang dan gudang dimunculkan pada gedung perkantoran, sekolah, pasar, dan lainnya, akan menghadirkan jiwa Jakarta seperti yang diinginkannya.

Menurutnya, profesi arsitek adalah profesi yang pandai dan memiliki kapasitas menghadirkan karakter Jakarta yang dia maksud. Arsitek, tukasnya, berperan penting sekaligus bertanggung jawab terhadap arah pembangunan Jakarta ke depannya. "Saya pikir arsitek itu serba bisa. Gedung yang tinggi sekalipun kalau diotak-atik nanti akan muncul juga karakter itu."

Penerapan karakter yang ada di rumah Betawi pada gedung-gedung di Jakarta mungkin tidak seluruhnya diterapkan. Kalau memang tidak memungkinkan, pemunculan karakter itu bisa diambil dari bagian manapun. "Ya, entah itu lis plangnya, pagarnya, bentuk rumahnya, macem-macem. Kenapa tidak," ujar Jokowi.

Selain budaya Betawi, kata Jokowi, penampilan karakter Jakarta juga bisa digali dari budaya daerah lain yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun tentunya porsi budaya Betawi sebagai tuan rumah harus lebih dominan.

Menurutnya, upaya menghadirkan karakter Jakarta tersebut mulai dilakukan tahun depan. "Ini akan kita mulai tahun depan. Saya sudah perintahkan terutama untuk kantor pemerintahan, lurah, camat, sekolah, pasar, yang dibangun pemerintah daerah DKI sudah saya wajibkan memakai karakter-karakter Betawi yang ada," jelas Jokowi.

"Tetapi untuk arsitek tentu saja bisa memilih karakter-karakter dari daerah-daerah yang ada di seluruh Indonesia," imbuhnya.

Hadirnya karakter atau jiwa pada Jakarta sebagai sebuah Ibu Kota negara dan pusat kebudayaan, menurut Jokowi adalah upaya untuk membuat setiap orang yang datang betul-betul merasakan Indonesia. "Saya enggak tahu bagaimana (cara menampilkan itu), tapi arsitek ngertilah bagaimananya," paparnya.

Selain gedung, penampilan karakter serta 'wajah' Indonesia pada Jakarta bisa juga dilakukan lewat penanaman pohon atau tanaman. "Begitu juga dengan tanaman. Yang ditanam itu harus tanaman yang mencirikan Indonesia, apakah kelapa, atau apalah. Ini harus mulai kita pikirkan bersama-sama."

Jokowi menyatakan akan tegas menerapkan kebijakan yang dia sampaikan mengenai karakter Kota Jakarta. Dia tidak segan-segan membuat peraturan gubernur (Pergub) khusus jika ada yang tidak mengindahkan perintahnya.

"Kalau nanti (karakter Jakarta) tidak muncul-muncul juga bila perlu saya buat Pergubnya sekalian. Tapi lebih baik muncul dari kesadaran lah," kata Jokowi disambut tepuk tangan para undangan.(metro)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkomentar di website kami

 

© Copyright Berita Lamongan Terkini 2010 -2011 | Design by Kabarlamongan.com | Published by Nirwana Digital Print | Powered by Blogger.com.