Kabarlamongan.com:Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengeluh
tentang Jakarta yang tidak memiliki karakter atau jiwa. Jokowi, sapaan
akrabnya, membandingkan suasana yang sangat hidup melekat pada Bali
dengan ciri khasnya yang sangat kontras.
"Kalau kita masuk ke sebuah kota, misalnya ke Bali, orang akan langsung
terasa Bali-nya bagaimana. Bandingkan kalau kita masuk ke Jakarta,"
ungkap Jokowi saat didaulat menjadi Keynote Speaker dalam acara
Musyawarah Daerah Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) di Hotel Grand Mercure,
Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12).
Lalu karakter atau jiwa seperti apa yang diinginkan mantan Wali kota
Surakarta itu untuk Jakarta? Menurutnya, Jakarta adalah pusat kebudayaan
nusantara selain menjadi Ibu Kota negara Indonesia. Kerena itu, kata
Jokowi, sungguh ironis kalau Jakarta tidak memiliki identitas yang
menjadi roh atau jiwa.
"Jangan lupa bahwa karakternya (Jakarta) adalah Betawi. Jadi itu yang
kita munculkan," pesan Jokowi dihadapan sekitar 1.000 arsitek yang
hadir.
Menurut Jokowi, jika salah satu identitas atau karakter budaya Betawi
seperti bentuk rumah model bapang dan gudang dimunculkan pada gedung
perkantoran, sekolah, pasar, dan lainnya, akan menghadirkan jiwa Jakarta
seperti yang diinginkannya.
Menurutnya, profesi arsitek adalah profesi yang pandai dan memiliki
kapasitas menghadirkan karakter Jakarta yang dia maksud. Arsitek,
tukasnya, berperan penting sekaligus bertanggung jawab terhadap arah
pembangunan Jakarta ke depannya. "Saya pikir arsitek itu serba bisa.
Gedung yang tinggi sekalipun kalau diotak-atik nanti akan muncul juga
karakter itu."
Penerapan karakter yang ada di rumah Betawi pada gedung-gedung di
Jakarta mungkin tidak seluruhnya diterapkan. Kalau memang tidak
memungkinkan, pemunculan karakter itu bisa diambil dari bagian manapun.
"Ya, entah itu lis plangnya, pagarnya, bentuk rumahnya, macem-macem.
Kenapa tidak," ujar Jokowi.
Selain budaya Betawi, kata Jokowi, penampilan karakter Jakarta juga bisa
digali dari budaya daerah lain yang tersebar di seluruh Indonesia.
Namun tentunya porsi budaya Betawi sebagai tuan rumah harus lebih
dominan.
Menurutnya, upaya menghadirkan karakter Jakarta tersebut mulai dilakukan
tahun depan. "Ini akan kita mulai tahun depan. Saya sudah perintahkan
terutama untuk kantor pemerintahan, lurah, camat, sekolah, pasar, yang
dibangun pemerintah daerah DKI sudah saya wajibkan memakai
karakter-karakter Betawi yang ada," jelas Jokowi.
"Tetapi untuk arsitek tentu saja bisa memilih karakter-karakter dari daerah-daerah yang ada di seluruh Indonesia," imbuhnya.
Hadirnya karakter atau jiwa pada Jakarta sebagai sebuah Ibu Kota negara
dan pusat kebudayaan, menurut Jokowi adalah upaya untuk membuat setiap
orang yang datang betul-betul merasakan Indonesia. "Saya enggak tahu
bagaimana (cara menampilkan itu), tapi arsitek ngertilah bagaimananya,"
paparnya.
Selain gedung, penampilan karakter serta 'wajah' Indonesia pada Jakarta
bisa juga dilakukan lewat penanaman pohon atau tanaman. "Begitu juga
dengan tanaman. Yang ditanam itu harus tanaman yang mencirikan
Indonesia, apakah kelapa, atau apalah. Ini harus mulai kita pikirkan
bersama-sama."
Jokowi menyatakan akan tegas menerapkan kebijakan yang dia sampaikan
mengenai karakter Kota Jakarta. Dia tidak segan-segan membuat peraturan
gubernur (Pergub) khusus jika ada yang tidak mengindahkan perintahnya.
"Kalau nanti (karakter Jakarta) tidak muncul-muncul juga bila perlu saya
buat Pergubnya sekalian. Tapi lebih baik muncul dari kesadaran lah,"
kata Jokowi disambut tepuk tangan para undangan.(metro)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami