Iklan

Iklan
Advertorial
News Update :

KPK Harus Selektif

Minggu, 23 September 2012

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan selektif dalam menangani kasus korupsi di tengah situasi tarik-menarik penyidik antara Polri dan KPK, yang diakui telah mengganggu ritme kerja KPK.

"Tentu saja ini sangat mengganggu. Tapi kan KPK harus tetap jalan. Caranya bagaimana? Ya tentu saja ada skala prioritas yang dibuat KPK," ujar Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Abdullah Dahlan di Jakarta, Sabtu (22/9).

Menurut dia, skala prioritas KPK tidak saja soal kasus-kasus besar dengan nilai korupsi yang besar tetapi juga kasus-kasus yang menyita banyak perhatian publik karena melibatkan banyak tokoh-tokoh atau pejabat publik strategis.

"Katakan saja, simulator SIM harus jadi prioritas. Lalu beberapa kasus yang sudah lama jalan, seperti Hambalang dan Wisma Atlet. Ini jadi prioritas KPK di masa-masa sulit seperti ini," tutur Abdullah.

Abdullah meyakini, kasus-kasus korupsi seperti simulator SIM, Hambalang, Wisma Atlet menjadi perhatian publik sekian lama dan dipastikan KPK sudah cukup kuat mengumpulkan bukti.

"Bagaimana pun ini kasus-kasus lama yang dalam banyak hal data-data dan duduk perkaranya sudah mereka pahami betul. Fokus saja di sini. Apalagi masyarakat sudah menantikan akhir kasus jadi seperti apa," tandas Abdullah.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkomentar di website kami

 

© Copyright Berita Lamongan Terkini 2010 -2011 | Design by Kabarlamongan.com | Published by Nirwana Digital Print | Powered by Blogger.com.