Jakarta: Calon Gubernur DKI dari jalur independen
Faisal Basri mengajak anak muda belajar dari sosok Cagub DKI Joko Widodo
(Jokowi), yang baru saja memenangi Pemilu Kada DKI putaran kedua.
Jokowi di mata Faisal adalah sosok yang punya segudang modal sosial,
intelektual dan kultural yang sangat ideal menjadi pemimpin.
Terjun ke dunia politik tidak harus punya uang atau modal finansial.
Modal sosial atau kultural dan tentu intelektual jauh lebih penting,
"Sama dengan sosok Pak Jokowi." Dia sudah punya modal sosial dan
kultural yang di kemudian hari bisa ditransformasikan.
"Jadi modal finansial memang kita perlukan juga," ujar Faisal dalam
acara Bincang-bincang politik bersama anak muda, di Jakarta Selatan,
Sabtu (22/9).
Modal sosial dan kultural yang dimaksud Faisal adalah aktivitas sosial
kemasyarakatan pada segala bidang yang bisa dilakukan generasi muda
sejak sekarang, dengan dibarengi aktivitas intelektual yang cukup.
Intinya anak muda harus menghendaki bersama perubahan itu, tidak perlu
nanti saat menjadi pemimpin tetapi dari sekarang ini di komunitas
masing-masing. Harapan itu ada pada generasi muda. Ada pemimpin yang
cuma punya modal finansial terbukti gagal. Dan bukan itu yang
diperlukan.
"Finasial itu nomor kesekian," tutur Faisal.
Modal sosial dan kultural Jokowi bagi Faisal adalah gebrakan perubahan
yang dilakukan, bahkan jauh sebelum Jokowi memimpin Solo. "Dia punya
segudang kisah yang bisa didongengkan."
"Itulah modal sosial itu, yaitu kekuatan sosial karena berbuat bagi
perubahan, pengalaman berada bersama masyarakat, dan tentu kecerdasan
intelektual," tambah Faisal.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami