New York: Harga minyak mentah dunia sedikit menurun dalam perdagangan Senin (20/8) atau Selasa pagi WIB. Penurunan harga ini disinyalir karena ketegangan di Timur Tengah dan ketidakpastian ekonomi Zona Euro.
Di New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September merosot empat sen dan ditutup pada 95,97 dolar AS per barel. Sedangkan di London, Brent North Sea untuk pengiriman Oktober turun satu sen dan menetap di posisi 113,70 dolar AS per barel.
Analis kelompok riset JBC Energy mengatakan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan petunjuk baru langkah-langkah stimulus ekonomi Eropa mendukung harga minyak.
Ancaman Israel untuk menyerang situs nuklir produsen minyak utama dunia, Iran, membuat pasar gelisah. Israel, seperti Amerika Serikat, menuduh Iran berusaha mengembangkan senjata atom.
Para pemimpin militer Teheran pun memperingatkan akan menghancurkan Israel jika negara itu melakukan serangan.
Flynn juga mengatakan bahwa pedagang lebih memilih untuk berada di luar pasar menjelang peluncuran risalah panel pengaturan kebijakan Federal Reserve AS terakhir, yang akan diteliti untuk tanda-tanda stimulus ekonomi baru.
Risalah dari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) 31 Juli-1 Agustus dijadwalkan akan dirilis pada Rabu.
Pedagang juga mengikuti perkembangan zona Euro di mana Jerman dan Bank Sentral Eropa (ECB) membantah laporan Der Spiegel bahwa ECB berencana untuk membatasi biaya pinjaman negara-negara zona euro yang didera utang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar di website kami