Iklan

Iklan
Advertorial
News Update :

STRUKTUR LAPISAN BUMI

Minggu, 04 Maret 2012

Bumi adalah salah satu planet tata surya. Pada awal pembentukannya, bumi berupa benda angkasa yang pijar dan sangat panas. Setelah berjuta-juta tahun, bumi yang pijar dan sangat panas tersebut perlahan-lahan mengalami pendinginan. Bagian kulit bumi menjadi beku, walaupun bagian dalam masih tetap panas
Inti dalam, jari-jarinya 1.300 km. Massa jenisnya = 12 – 15.
Inti luar, tebalnya 2.100 km.  Massa jenisnya =  12 - 15.
Mantel, tebalnya 2.900 km. Massa jenisnya = 3,0 – 8,0.
Kulit bumi atau kerak bumi, ebalnya  4 – 80 km.  Massa jenis 2,6 - 3,0.

Inti bumi (inti dalam dan inti luar), merupakan massa cair liat yang sangat kental dan sangat panas, yang terdiri atas nikel dan besi (nife). Temperatur di bagian pusat bumi ± 2.500°C. Kerak bumi yang dingin dan padat massa jenisnya lebih kecil dari  massa cair yang ada di bawahnya. Karena itulah kerak bumi  terapung di atas lapisan mantel yang cair liat.
Kerak bumi yang membentuk dasar samudera disebut lempeng samudera, sedangkan kerak bumi yang membentuk benua dinamakan lempeng benua.  Lempeng samudera bergerak dari tengah samudera  karena tertekan dari bawah lempeng yang cair pijar. Lempeng yang bergeser akhirnya akan bertumbukan dengan lempeng yang lain.

Lempeng samudera  yang bergeser ke kanan akan bertabrakan dengan lempeng benua, kemudian menunjam ke bawah, dan leleh karena panas dan berubah menjadi magma  yang mengeluarkan energi (tenaga). Bila tumpukan magma dan tumpukan energi tersebut terus bertambah dan menjadi sangat besar, akhirnya akan menyebabkan terjadinya hal-hal berikut:
1.  Magma yang akan menerobos lempeng benua di atasnya  melalui retakan atau patahan  dan  terbentuklah  gunung api.  Gejala semacam ini disebut vulkanisme.
2. Tumpukan energi di daerah penunjaman demikian besar, maka energi tersebut  akan mampu menggoyang atau menggetarkan lempeng benua dan lempeng samudera di sekitarnya. Getaran ini dise but gempa bumi.
3  Gerak lempeng, tekanan ke atas dari magma dan energi yang terkumpul di daerah penunjaman,  akan  mampu  menekan  lapisan kulit bumi sehingga kulit bumi bisa melengkung   atau   bahkan  patah.  Gejala  ini  disebut  tektonisme.  Ketiga gejala tersebut  di  atas,  yaitu   vulkanisme,  seisme  dan tektonisme, semuanya berupa tenaga  yang  berasal  dari  dalam bumi, dan  dinamakan tenaga endogen (endo = dalam).
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkomentar di website kami

 

© Copyright Berita Lamongan Terkini 2010 -2011 | Design by Kabarlamongan.com | Published by Nirwana Digital Print | Powered by Blogger.com.