Iklan

Iklan
Advertorial
News Update :

Nikmatnya bersyukur

Sabtu, 24 Desember 2011

Bersyukur kunci untuk menikmati hidup..!!


Benar sekali, hidup ini akan terasa ringan apabila kita senantiasa bersyukur atas apa yang Tuhan kasih untuk kita. Rasa syukur yang terkadang banyak orang sulit untuk melakukannya. Memang tidak mudah untuk mensyukuri apa yang ada ditengah himpitan ekonomi dan kebutuhan yang semakin banyak. Namun, percayalah, sekali kita bersyukur, maka kita akan terhindar dari sifat iri, dengki, dan terus menerus mengagung-agungkan nafsu Dunia..

Hidup ini singkat, hanya mampir sebentar, kemudian mati, selesai. Kita ini hidup sekali. Sangat merugi apabila kita menghabiskan hari hari kita dengan merasa “tidak cukup” dengan apa yang sekarang ada pada kita. Tidak akan pernah ada puasnya, nafsu manusia itu sebesar gunung dan seluas samudra, ingin lebih, lebih dan terus lebih. Namun, apabila kita mampu mengontrolnya dengan baik, maka sifat Qanaah akan muncul dengan sendirinya, yang membuat hidup kita menjadi selalu tersenyum, dan menikmati dengan kebahagiaan yang sempurna.

Ada anggapan bahwa, kebahagiaan adalah berbanding lurus dengan berapa jumlah harta yang kita miliki. Namun pada kenyataannya, banyak orang kaya raya tidak bisa menikmati hartanya. Tidur susah, makan tak enak, pikiran selalu melamun, dan kerap stress. Mungkin diakibatkan terlalu diperbudaknya ia dengan harta kekayaannya. Banyak seorang raja, pejabat, presiden, dan direktur direktur perusahaan wahid tidak tenang dengan jabatannya, selalu was was, dan selalu khawatir tahta dan kedudukannya akan musnah dan berakhir.

Dan coba kita lihat dari sisi orang orang yang sederhana, orang orang yang sehari harinya merasa cukup dengan rizki yang diterimanya. Seorang tukang becak mampu tidur pulas di becaknya yang reot. Ia mampu tidur pulas bak seorang bayi yang tak berdosa. Sangat menikmati walaupun uang yang didapat baru 3ribu rupiah. Tetap tenang, dan tidak berburuk sangka kepada Allah.

Bukankah Allah sudah menakdirkan setiap hambanya itu dengan rizki yang sama. Besar kecil yang diterimanya tergantung Bagaimana kita menjemput rizki itu. Setiap manusia sudah dijamin oleh Alah dengan rizkinya masing masing. Jangan khawatir akan tidak diperhatikan oleh Allah. Binatang saja diperhatikan sama Allah, apalagi kepada manusia, pasti Allah akan memberikan yang manusia butuhkan, bukan yang manusia Inginkan. Allah maha Adil kawan..

Untuk itu marilah kita selalu melihat “kebawah”, jangan selalu “melihat ke atas”. Apabila kita selalu melihat ke atas, maka akan menimbulkan perasaan perasaan yang negatif, iri dan selalu ber ambisi untuk lebih dari orang lain. Apabila tidak dilandasi dengan iman karna Allah semata, maka terjerumuslah kita, bukannya untung malah buntung.

Hendaknya kita selalu melihat orang-orang yang tidak seberuntung kita. Jika Kita makan hanya dengan tempe dan sambel, maka jangan melihat tetangga kita yang makan dengan ikan ayam sambal balado, tapi lihatlah tetangga kita lainnya yang makan dengan garam saja, dengan nasi aking, dengan nasi tiwul, dan bahkan ada yang tidak makan sekalipun. Maka, akan timbullah sikap rendah hati kita, ikhlas, sabar, syukur nikmat, dan pada akhirnya kita akan tergolong manusia-manusia yang Bersyukur dan selalu berucap Alhamdulilah…
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkomentar di website kami

 

© Copyright Berita Lamongan Terkini 2010 -2011 | Design by Kabarlamongan.com | Published by Nirwana Digital Print | Powered by Blogger.com.