Iklan

Iklan
Advertorial
News Update :

Lamongan Online

More on this category »

Politik

More on this category »

Teknologi

More on this category »
Tampilkan postingan dengan label morfologi tumbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label morfologi tumbuhan. Tampilkan semua postingan

Tipe Buah Kotak

Jumat, 11 November 2011

Buah kotak adalah buah kering sejati tunggal yang memiliki banyak biji, terdiri atas satu atau  beberapa daun buah. Jika buah ini masak maka akan pecah dengan kulit buah akan tetap melekat pada tangkai buah. Mempelajari buah kotak adalah salah satu tuntutan dalam mata kuliah Morfologi Tumbuhan. Buah Kotak dapat di bedakan atas :

Buah Bumbung (folliculus), buah yang tersusun atas sehelai daun buah, hanya memiliki satu ruang dengan banyak biji di dalamnya, sangat jarang hanya memiliki satu biji. Buah akan pecah jika masak. Contoh Bunga Sari Cina atau Catharanthus roseus G. Don
Contoh Tumbuhan dengan tipe Buah Bumbung


Buah Polong (ligumen), juga terbentuk dari satu daun buah yang memiliki satu ruangan atau lebih (memiliki sekat-sekat semu). Buah seperti ini terdapat pada tumbuhan suku polong-polongan atau Papilionaceae misalnya Orok-orok atau Crotalaria sp

Buah  Lobak atau Polong Semu (siliqua), buah ini tersusun atas dua daun buah, mempunyai satu ruangan dengan dua tembuni pada perlekatan daun buahnya. Buah ini membentuk sekat semu, sehingga dua tembuni pada perlekatan  daun buah terpisah oleh sekat semu tersebut. Dengan adanya sekat semu tersebut buah juga memiliki dua ruangan dengan masing-masing dua tembuni. Contohnya adalah Lobak atau Raphanus sativus L.

Buah Kotak Sejati (capsula), buah ini terjadi dari dua daun buah atau lebih, dan memiliki ruangan yang jumlahnya sama dengan banyaknya jumlah daun buah. Jika masak buah juga akan membuka sehingga biji dapat keluar. Cara membuka buah ini bermacam-macam antara lain :
1. Dengan katup-katup atau Kelep (valva)
2. Dengan retak-retak atau celah-celah (rima)
3. Dengan gigi-gigi (dens)
4. Dengan liang (porus)
5. Dengan tutup (operculum)

Berbagi artikel ini dengan teman-teman di Facebook klik Share

Gerak Pada Tumbuhan (Iritabilitas)

Jumat, 31 Juli 2009

Gerak Pada Tumbuhan (Iritabilitas)
Tumbuhan juga melakukan gerak seperti halnya hewan dan manusia yang bertujuan untuk merespon atau menanggapi rangsang yang mempengaruhi kehidupannya. Gerak yang dilakukan oleh tumbhuan untuk merespon perubahan yang diterima dari lingkungan nya disebut Iritabilitas. Berdasarkan asal rangsang dan jenis rangsang yang mempengaruhi tumbuhan, gerak pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:
  1. Gerak autonom.
  2. Gerak esionom.
  3. Gerak higroskofis.
A. Gerak autonom
Gerak autonom yaitu gerak yang dipengaruhi rangsang yang berasal dari dalam tubuh tumbuhan itu sendiri disebut juga gerak endonom. Contoh: gerak mengalirnya sotiplasma dalam sel dan gerak melengkungnya kuncup daun karena perbedaan kecepatan tumbuh.
B. Gerak esionom.
Gerak esionom yaitu gerak yang dipengaruhi oleh rangsang yang berasal dari luar tubuh tumbuhan. Berdasarkan arah geraknya gerak esionom dibedakan menjadi 3 macam, yaitu gerak tropisme, nasti dan taksis.
  1. Tropisme.
Yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan menuju atau menjauhi rangsang. Gerak yang menuju ke arah rangsang disebut tropi positif sedangkan gerak yang menjauhi rangsang disebut tropi negatif. Berdasarkan jenis rangsang yang mempengaruhi, gerak tropisme dibedakan menjadi:
  1. Hidrotropisme, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh air seperti pada akar.
  2. Geotropisme, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh gaya tarik bumi (gravitasi bumi). Contoh gerak akar tumbuhan menuju ke pusat bumi.
  3. Tikmotropisme, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh rangsang sentuhan (persinggungan), disebut juga gerak haptotropisme. Contoh: gerak membelitnya atau membeloknya sulur kacang panjang dan mentimun.
  4. Gerak fototropisme, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh rangsang cahaya disebut juga gerak heliotropisme. Contoh: gerak batang dan bunga matahari menuju kearah cahaya matahari.
2. Nasti.
Yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan yang arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Berdasarkan jenis rangsang yang mempengaruhi, gerak nasti dibedakan menjadi seimonasti, termonasti, niktinasti dan nasti kompleks.
  1. Seiosmonasti, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh rangsang sentuhan atau getaran. Contoh: gerak menutupnya daun puti malu, setelah mendapata rangsang sentuhan.
  2. Termonasti, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh rangsang perubahan suhu lingkungan. Contoh: gerak mengembangnya (mekarnya bunga tulip karena adanya kenaikan suhu lingkungan dan mengatupnya kembali bunga apabila suhu lingkungan menurun).
  3. Niktinasti, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh rangsang gelap. Contoh: daun petai cina yang mengatup/ menutup pada malam hari.
  4. Nasti kompleks, yaitu gerak tubuh tumbuhan yang hanya dipengaruhi oleh beberapa jenis rangsang. Contoh: gerak membuka dan menutupnya stomata karena pengaruh beberapa faktor, seperti cahaya matahari, zat kimia dan air.
  1. Taksis.
Taksis adalah gerak pindah tempat seluruh tubuh tumbuhan menuju atau menjauhi rangsang. Apabila gerak tumbuhan menuju ke arah rangsang disebut taksis positif dan sebaliknya apabila gerak tumbuhan menjauhi rangsang disebut taksis negatif. Berdasarkan jenis rangsang mempengaruhinya gerak taksis dapat dibagi menjadi:
  1. Fototaksis, yaitu gerak pindah tempat seluruh bagian tubuh tumbuah karena pengaruh rangsang cahaya. Contoh: gerak kloroplas ke sisi sel yang memperoleh cahaya dan gerak spora kembara ke tempat yang bercahaya.
  2. Kemotaksis, yaitu gerak pindah tempat seluruh tubuh tumbuhan karena pengaruh rangsang zat kimia. Contoh: gerak sel spermatozoid tumbuhan lumut karena pengaruh zat gula atau protein yang dihasilkan oleh arkegonium agar sel telur (ovum) yang diproduksi dapat dibuahi oleh sel spermatozoid.
C. Gerak Higroskopis.
Gerak higroskopis, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh perubahan kadar air di dalam sel sehingga terjadi pengerutan yang tidak merata. Contoh:
  1. Gerak membukanya sporangium (kotak spora) tumbuhan paku sebagai akibat berkerutnya sel-sel anulus.
  2. Pecahnya polong buah lamtoro, polong buah jarak dan polong buah kembang merak karena perubahan kadar air dalam sel.
Artikel lainnya : Anatomi dan Fisiologi Saraf

Akasia

Sabtu, 04 April 2009


Akasia

Akasia adalah tanaman yang banyak di jumpai baik di dataran tinggi maupun rendah. Selain berguna sebagai tanaman pelindung umumnya juga digunakan sebagai bahan bangunan terutama di masa sekarang dimana kayu hutan sudah sangat dibatasi penggunaannya. Salah satu jenis yang sering di jumpai adalah Acacia auriculiformis.

Ada beberapa jenis Akasia antara lain yang berdaun kecil dan berdaun lebar. Bunga Akasia berwarna kuning atau putih-kekuningan. Bersifat alergen atau dapat menyebabkan alergi pada manusia. Tanaman ini banyak di gunakan sebagai tanaman pelindung atau peneduh walaupun  sebenarnya sudah tidak di anjurkan lagi karena dapat menimbulkan bahaya alergi pada manusia terutama serbuk sarinya.

Penyebaran Akasia dibantu oleh angin yang menerbangkan bijinya, bijinya yang ringan sering kali mudah tertiup angin namun tidak begitu jauh dari pohon induk, peyeberan lainnya kemungkinan di bantu oleh binatang. 

Banta (Leersia hexandra)


Rumput Banta 


Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Poales
Famili: Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus: Leersia
Spesies: Leersia hexandra Sw.


Banta merupakan gulma dalam pertanian, untuk pembahasan lebih jelas tentang gulma bisa link ke alamat berikut http://pertanian.blogdetik.com/2009/02/28/klasifikasi-gulma

Perupuk atau gelagah


Perupuk atau parupuk

Gelagah (Phragmites karka) mirip seperti alang-alang, merupakan jenis rumput yang tingginya bisa mencapai 5 meter. Tersebar pada banyak lokasi di Suaka Margasatwa Muara Angke. Vegetasi Gelagah menjadi tempat mencari makan dan berlindung yang ideal bagi Bubut jawa (Foto diambil di Suaka Margasatwa Muara Angke, 30/06 2007).

Soneratia sp

Senin, 30 Maret 2009


Rambai Padi
Ada jenis tumbuhan mangrove yang kadang sulit dibedakan antara bacaurea, brugeria, soneratia dll. Namun jika diamati dengan jelas misalnya pada daunnya maka akan dapat dikenali misalnya tumbuhan Soneratia yang banyak terdapat di tepian sungai di Barito kula berikut. 

Pohon, ketinggian mencapai 15 m, jarang mencapai 20 m. Memiliki akar nafas vertikal seperti kerucut (tinggi hingga 1 m) yang banyak dan sangat kuat. Ujung cabang/ranting terkulai, dan berbentuk segi empat pada saat muda. 

Daun
Gagang/tangkai daun kemerahan, lebar dan sangat pendek. Unit & Letak: sederhana & berlawanan. Bentuk: bulat memanjang. Ujung: membundar. Ukuran: bervariasi, 5-13 x 2-5 cm. 
Bunga
Pucuk bunga bulat telur. Ketika mekar penuh, tabung kelopak bunga berbentuk mangkok, biasanya tanpa urat. Letak: di ujung. Formasi: soliter-kelompok (1-3 bunga per kelompok). Daun mahkota: merah, ukuran 17-35 x 1,5-3,5 mm, mudah rontok. Kelopak bunga: 6-8; berkulit, bagian luar hijau, di dalam putih kekuningan hingga kehijauan. Benang sari: banyak, ujungnya putih dan pangkalnya merah, mudah rontok. Seperti bola, ujungnya bertangkai dan bagian dasarnya terbungkus kelopak bunga. Ukuran lebih besar dari S.alba, bijinya lebih banyak (800-1200). Ukuran: buah: diameter 6-8 cm. 
Ekologi 
Tumbuh di bagian yang kurang asin di hutan mangrove, pada tanah lumpur yang dalam, seringkali sepanjang sungai kecil dengan air yang mengalir pelan dan terpengaruh oleh pasang surut. Tidak pernah tumbuh pada pematang/ daerah berkarang. Juga tumbuh di sepanjang sungai, mulai dari bagian hulu dimana pengaruh pasang surut masih terasa, serta di areal yang masih didominasi oleh air tawar. Tidak toleran terhadap naungan. Ketika bunga berkembang penuh (setelah jam 20.00 malam), bunga berisi banyak nektar. Perbungaan terjadi sepanjang tahun. Biji mengapung. Selama hujan lebat, kecenderungan pertumbuhan daun akan berubah dari horizontal menjadi vertikal. 
Penyebaran 
Dari Sri Lanka, seluruh Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, hingga Australia tropis, dan Kepulauan Solomon. Buah asam dapat dimakan (dirujak). Kayu dapat digunakan sebagai kayu bakar jika kayu bakar yang lebih baik tidak diperoleh. Setelah direndam dalam air mendidih, akar nafas dapat digunakan untuk mengganti gabus.

Beluntas


Beluntas
BLUNTAS
Nama latin: Pluchea indica L.
Nama daerah: Baluntas; Baruntas; Luntas; Lamutasa

Deskripsi tanaman: Tanaman perdu, tinggi 1-2. Batang berkayu, bulat tegak, bercabang, batang muda berwarna ungu setelah tua berwarna putih kotor. Daun tunggal, bulat telur, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, berbulu halus, panjang 3-7 cm, lebar 2-4 cm, pertulangan menyirip, warna hijau muda sampai hijau. Bunga majemuk berbentuk malai rata, mahkota lepas, warna putih kekuningan. Buah kecil, keras, berwarna coklat
Habitat: Banyak dijumpai sebagai tanaman pagar yang dapat tumbuh baik sampai ketinggian 800 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Daun
Kandungan kimia: Alkaloid; Minyak atsiri
Khasiat: Diaforetik; Analgesik; Stomakik
Nama simplesia: Plucheae indicae Folium


Resep tradisional:
Keputihan:
Daun beluntas muda segar 20 helai; Akar tapak liman 1 pohon; Air secukupnya, Dipipis, Diminum sehari 1 kali di waktu pagi; 1/4 cangkir
Nyeri persendiaan/Nyeri pinggang:
Akar beluntas segar 5 g; Rimpang kencur segar 7 g; Rimpang temu lawak segar 6 g; Rimpang kunyit segar 6 g; Air 120 ml, Dipipis, Diminum sehari 1 kali 100 ml
Malaria:
Daun beluntas segar 30 helai; Daun sirih segar 7 helai; Daun sembung segar 9 helai; Daun asam muda segar 2 genggam; Air 20 ltr , Dibuat infus, Uapkan ke tempat tidur yang digunakan ukub.

Morfologi dan Kegunaan Alaban


Nama botani : Vitex pubescens Vahl.

Nama lain : Leban, Alaban

Famili : Verbenaceae


Habitat

Tumbuhan Alaban mudah ditemui hidup dalam keadaan liar di kampung, di tepi sungai dan di hutan.

Ciri morfologi

Pokok halban sederhana hingga besar, mencapai 25 m tingginya. Kulit batangnya berwarna kuning kelabu. Kulit batang pokok tua merekah dan berkeping-keping nipis. Kanopi pokok bulat tetapi kadang-kadang bentuknya tidak sekata. Ranting, tangkai daun, jambak bunga dan permukaan bawah daun berbulu halus. Daun jenis majmuk, mengandungi 3-5 anak daun yang besar. Anak daun tanpa tangkai atau sesil. Warnanya hijau pucat. Bunga halban keeil, terdapat pada jambak panikel hujung yang besar. Brakteanya perang kehijauan dan kelopak bunganya biru keunguan. Buah halban hijau, dan apabila masak bertukar menjadi ungu dan kemudiannya hitam.

Kegunaan dan khasiat

Daun halban digunakan untuk mengubati luka dan demam. Bagi mengubati luka, daun diramas di tapak tangan dan disapu pada luka. Untuk mengubati demam, daun ditumbuk dan dituam pada kepala dan badan.

Morfologi Buah Semu

Selasa, 09 Desember 2008

Buah Semu

Jika penyerbukan pada bunga telah terjadi dan diiukuti oleh pembuahan, maka bakal buah akan tumbuh menjadi buah dan bakal biji yang terdapat di dalamnya akan tumbuh menjadi biji. Secara umum buah dibedakan menjadi dua, yaitu buah sejati atau buah sungguh dan buah palsu atau semu.

Buah sejati adalah buah yang semata-mata terbentuk dari bakal buah, atau paling banyak padanya terdapat sisa-sisa bagian bunga yang lazimnya telah gugur. Buah sejati dibedakan dalam tiga golongan, yaitu: buah sejati tunggal (buah sejati tunggal kering dan buah sejati tunggal berdaging), buah sejati ganda (buah kurung ganda, buah batu ganda, buah bumbung ganda dan buah buni ganda), dan buah majemuk (buah buni majemuk, buah batu majemuk dan buah kurung majemuk).
Buah semu adalah buah yang terbentuk dari bakal beserta bagian-bagian lain pada bunga itu, yang malahan akan menjadi bagian utama dari buah karena memiliki ukuran yang lebih besar, lebih menarik perhatian dan seringkali merupakan bagian buah yang bermanfaat yaitu dapat dimakan, sedangkan buah sesungguhnya kadang tersembunyi. Buah semu dibedakan menjadi tiga, yaitu: buah semu tunggal, buah semu ganda, dan buah semu majemuk.
Beberapa tumbuhan yang memiliki buah semu adalah sebagai berikut :

1)Buah jambu mete / jambu monyet (Anacardium occidentale)
Jambu mete atau Anacardium occidentale merupakan buah yang termasuk kedalam buah semu tunggal yangakibat pembesaran tangkai buah hingga menjadi tempat penimbunan cadangan makanan, pada buah ini selain bakal buah ada bagian lain bunga yang ikut membentuk buah.

2)Buah Nangka (Artocarpus heterophylla Lamk.)
Buah nangka merupakan buah semu majemuk yang terjadi dari bunga majemuk,dimana perigeniumnya menyatu mebentuk seperti kulit buah, dari luar tampak seperti satu buah saja, terjadi dari ibu tangkai bunga yang tebal dan berdaging, beserta daun-daun tenda yang pada ujungnya berlekatan satu sama lain, sehingga merupakan kulit buah semu.

3)Buah Kacang tanah (Arachis hypongea)
Arachis hypongea merupakan buah sejati tunggal kering yang bagian luarnya keras dan mengayu seperti kulit yang kering. Buah mempunyai ruangan yang berisi satu atau dua biji. Buah ini biasanya tumbuh di dalam tanah dan jika masak tidak pecah.

4)Buah Mangga (Mangifera indica L.)
Mangifera indica L. merupakan buah sejati tunggal berdaging, terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah saja. Buah ini mempunyai satu ruangan yang berisi satu biji.




5)Buah Karet (Hevea brasiliensis Muell.)
Hevea brasiliensis Muell. merupakan buah sejati tunggal yang kering berkendaga tiga, terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah saja. Buah ini menpunyai dua ruangan atau lebih yang berisi banyak biji berwarna putih. Buah ini bagian luarnya keras dan mengayu seperti kulit yang kering. Buah ini mempunyai sifat seperti buah berbelah, tetapi tiap bagian buah kemudian pecah lagi, sehingga dengan itu biji dapat terlepas dari biliknya. Menurut jumlah kendaganya buah ini kalau masak akan pecah menjadi 3 bagian, yang masing-masing pecah dan mengeluarkan satu biji.
melinjo ini diselubungi oleh suatu mantel yang terdiri atas integumen luar yang menjadi keras dan tenda bunga yang berdaging yang akhirnya akan berwarna merah jika buah telah masak.

7)Buah Mentimun (Cucumis sativus L.)
Mentimun atau Cucumis sativus L. merupakan buah sejati tunggal yang berdaging tergolong kedalam buah mentimun. Terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah saja. Buah ini mempunyai satu ruangan dengan banyak biji berwarna hijau keputihan. Buah ini terjadi dari tiga daun buah yang tepinya melipat ke dalam dan merupakn sekat-sekat sejati, tetapi ujung daun buah itu melipat lagi ke arah dinding buah, sehingga ruang-ruang yang telah terjadi dari tengah-tengah buah terbagi lagi oleh sekat-sekat yang tidak sempurna. Jika masak bijinya tidak pecah


6)Buah Melinjo (Gnetum gnemon L. var. Domesticum Mgf)
Gnetum gnemon L. var. Domesticum Mgf adalah salah satu jenis buah berbiji terbuka. Biji h dan dan warna buahnya juga putih kehijauan. Biasanya buah mentimun kulit buah di bagian luar lebih tebal dan kaku, ruangan buah selain berisi biji-biji dalam jumlah yang besar masih mempunyai ruangan yang kosong.


8)Buah Jeruk (Citrus sp)
Citrus sp merupakan buah sejati tunggal berdaging terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah saja. Kulit buahnya mempunyai tiga lapisan, yaitu lapisan luar (flavedo) yang kaku menjangat dan mengandung banyak kelenjar minyak atsiri, yang mula-mula berwarna hijau, tetapi jika masak warnanya berubah menjadi kuning atau jingga. Lapisan tengah (albedo) yang bersifat seperti spon, terdiri dari jaringan bunga karang yang biasanya berwarna putih, dan lapisan dalam yang bersekat-sekat, hingga terbentuk beberapa ruangan. Dalam ruangan-ruangan ini terdapat gelembung-gelembung yang berair, dan bijinya terdapat bebas, di antar gelembung-gelembung ini.

9)Buah Nenas (Ananas comocus)
Ananas comocus merupakan buah sejati majemuk (buni majemuk) yang berasal dari suatu bunga majemuk yang bakal buah dari masing-masing bunga dalam bunga majemuk membentuk suatu buni. Pada buah ini pembentukan buah ikut pula mengambil bagian daun-daun pelindung dan daun-daun tenda bunga, sehingga keseluruhannya nampak sebagai satu buah saja.

10)Buah Srikaya (Annona squamosa L.)
Annona squamosa L. merupakan buah sejati ganda yang buahnya terjadi dari satu bunga dengan banyak bakal buah yang masing-masing bebas yang kemudian akan berkumpul menjadi buah sejati, tetapi semuanya tetap berkumpul pada satu tangkai.

Sumber :
Tim Dosen. 2004. Penuntun praktikum Morfologi Tumbuhan. PMIPA. FKIP. Unlam. Banjarmasin

Tjitrosoepomo, Gembong. 2000. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta

Tjitrosoepomo, Gembong. 1991. Taksonomi Tumbuhan Spermatophyta. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta

Van steenis, C.G.G.J. 1991. Flora. PT Pradaya Paramita. Jakarta

Morfologi Binjai

Minggu, 07 Desember 2008


“Binjai” Tanaman Yang Mulai Terlupakan

Kemajuan jaman ternyata tidak selamaya positif, pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi telah mengubah paradikma masyarakat menjadi lebih modern dan cenderung berpola pikir instan. Pemenuhan kebutuhan baik primer, skunder maupun tersier cenderung ke produk modern dan mulai meninggalkan kehidupan tradisonal yang lebih sederhana.
Salah satu imbasnya adalah banyaknya jenis tanaman yang tersingkirkan karena posisinya sudah mulai tergantikan dengan produk pabrik misalnya Binjai.

Binjai (Buchanania obovata) memiliki Kandungan Kira-kira 65% dari keseluruhan buah binjai dapat dimakan. Setiap 100 g bagian yang dapat dimakan mengandung: 86,5 g air, 1 g protein, 0,2 g lemak, 11,9 g karbohidrat (termasuk serat), 0,4 g abu, 0,08 mg tiamina, 0,005 mg ß-karotena, dan 5 8 mg vitamin C. Nilai energinya 200 kJ/100 g. Sari buah yang berwarna putih dari binjai yang masih muda sangat gatal, baik terhadap kulit maupun jika dimakan; pernah digunakan untuk mencederai musuh! Ada pun sari buah kemang tidak pernah melukai kulit. Botani Binjai berperawakan pohon besar, seringkali mempertahankan penampilannya yang menarik, tingginya 30(-45) m, dan batangnya berdiameter 50-80(-120) cm atau lebih. Batangnya berbentuk tugu, tak berakar papan, tajuknya berbentuk kubah dengan percabangan yang rapat; kuiit kayunya berwarna coklat-kelabu, bagian luarnya beralur-alur, mengandung getah yang gatal. Daunnya berbentuk jorong sampai bentuk lanset, mendekati bundar telur sungsang, berukuran (7-)1012(-30) cm x (3-)4--5,5(-10) cm, lembaran sebelah atas berwarna hijau 'medium' dan berkilap, lembaran sebelah bawah lebih pucat warnanya, daun-daun sering bergerombol di ujung ranting, kaku, menjangat, meluncip tumpul atau menumpul; ibu tulang daun tebal, memipih, muncul di lembaran sebelah atas, pangkalnya lambat-laun melanjut; tangkai daun kaku, memipih, panjangnya 1-1,5(-2,5) cm. Malai bunga di ujung ranting, panjangnya 15-25(40) cm, bercabang banyak dengan rakis dan cabang yang kaku, berbunga lebat, bunga berwarna merah jambu pucat; bagian-bagian bunga berbilangan 5, berwarna lila pucat, harum; daun mahkota tinier, panjangnya mencapai 10 mm, tidak terlalu melipat seperti pada sebagian besar bunga mangga lain, hanya sedikit melipat pada bagian atas; benang sari yang fertil hanya seutas, tangkai sari panjangnya 5 mm, pangkalnya berwarna putih, makin ke ujung berwarna lembayung, berisi staminodia sebanyak 4 dan mirip gigi bentuknya; cakramnya sempit, mirip tangkai, panjangnya 1-1,5 mm, berwarna hijau pucat; bakal buahnya berbentuk bulat sadak (obliquely globose), berwarna coklat-kemerahan; tangkai putik nya eksentrik, panjangnya 8 mm, berwarna putih, berubah menjadi ungu setelah bunga mekar.
Buahnya bertipe buah buni yang berbentuk lonjong sampai bulat telur sungsang, pangkalnya berleher, berukuran { 12-15(-20)} cm x {6-7(-12)} cm; kulit buah berwarna kekuningan atau kecoklatan pucat, sangat tipis (1 mm), daging buahnya berwarna keputih-putihan, lembut dan mengandung banyak sari buah, berserat, rasanya asam yang khas, dan setelah matang baunya keras. Varietas 'wani': buahnya berbentuk jorong sampai membulat, berukuran (9-11) cm x (6,5-7) cm, setelah matang berwarna hijua muda berkilap, daging buahnya berwarna putih susu; yang paling unggul hampir tidak berserat dan rasanya manis serta enak sekali; bijinya berbentuk lanset sampai menjorong, berukuran kirakira 7 cm x (3,5-4) cm, tidak memipih, berkulit tipis, endokarpnya tidak mengayu, tersusun atas serat-serat kasar yang teranyam, bersifat monoembrioni (sumber : www.iptek.net.id)

Di kalimantan selatan Binjai terkenal sebagai bahan untuk membuat sambal ( Binjai masam) untuk menyantap nasi bersama ikan sungai dan salah satu buah yang di gemari ( binjai manis). Namun sekarang binjai sudah sulit dicari karena masyarakat sekarang cenderung memilih sambal buatan pabrik selain instan juga mudah di di dapat.
Dengan menurunnya minat masyarakat untuk menggunakan tanaman Binjai maka akan berdampak mengurangi populasi binjai sebab keinginan membudidayakannya menjadi rendah. Bagaimana jadinya keberadaan tanaman ini di masa mendatang jika masyarakat sduah benar-benar melupakan keberadaannya.

Persela

More on this category »

Berita Islam

More on this category »

Hukum

More on this category »
 

© Copyright Berita Lamongan Terkini 2010 -2011 | Design by Kabarlamongan.com | Published by Nirwana Digital Print | Powered by Blogger.com.